JODOH Pilihan KAKEK

JODOH Pilihan KAKEK
gara gara Marvin


__ADS_3

" Kamu sedang apa ?" tanya Nada yang melihat suaminya hanya mondar mandir di depan pintu .


" Kamu sudah bangun ?" tanya Marvin yang bukannya menjawab pertanyaan Nada .


" Sudah , kalau belum aku tidak akan di sini . Aku bertanya , kamu sedang apa ? " tanya Nada lagi .


" Aku sedang menunggu Bram " jawab Marvin lalu menghampiri Nada .


" Kenapa kamu turun apa yang sedang kamu butuhkan ?" tanya Marvin .


" Tidak ada . Aku hanya ingin keluar kamar " jawab Nada lalu duduk di depan tv .


" Apa kamu menginginkan sesuatu . Seperti mangga muda " tanya Marvin ragu .


" Mangga muda ? tidak.. Aku tidak suka mangga muda . Ada yang manis kenapa cari yang masam " ucap Nada .


Marvin lalu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal .


" Baiklah " jawab Marvin .


" Kamu kenapa ? Dari tadi pagi terlihat aneh ?" tanya Nada .


" Oh ya . Tapi aku biasa saja " elak Marvin .


Nada hanya menganggukkan kepalanya .


Bram dengan kesal tapi dia juga harus meredam rasa kesalnya itu melangkah dengan cepat untuk menemui Marvin . Dia ingin segera menjelaskan kepada ibunya .


" Ini pesanan mu . Aku pulang dulu " ucap Bram langsung pada intinya .


Marvin yang merasa senang apa yang dia inginkan telah berada di depan matanya tidak menghiraukan raut muka Bram yang terlihat kesal dan panik .


" Ya pulanglah " jawab Marvin .


" Apa itu ?" tanya Nada dengan heran karena raut muka Marvin terlihat bahagia .


" Ini .. Sebenarnya , tadi Bram bilang kalau ibu hamil muda itu akan sering mual . Jadi aku memutuskan untuk membeli alat tes kehamilan . Kamu tidak mau aku ajak untuk ke rumah sakit jadi aku beli ini " ucap Marvin .


" owh , jadi dari tadi kamu aneh karena kamu mengira aku hamil " ucap Nada .


" Iya " jawab Marvin seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal .


" Baiklah mari kita coba " ucap Nada yang tidak ingin membuat suaminya kecewa .


Sejak tadi pagi Marvin terlihat begitu bahagia dan memperhatikan dirinya .


Nada lalu beranjak dari duduknya menuju kamar mandi di lantai bawah .

__ADS_1


" Tapi nanti kalau ini tidak berhasil jangan kecewa ya " ucap Nada yang menenangkan hati Marvin terlebih dahulu .


" Kita bisa berusaha lebih keras lagi supaya cepat jadi " jawab Marvin .


" Itu mau mu " ucap Nada lalu meninggalkan Marvin .


Setelah beberapa menit di kamar mandi dengan membawa 5 tespek Nada akhirnya keluar .


Nada berjalan dengan biasa saja tanpa ekspresi . Seperti halnya tidak ada apa apa .


" Bagaimana ?" tanya Marvin yang ternyata sudah menunggu Nada berada di depan pintu kamar mandi .


" Ini lihat sendiri . Tapi itu kena ...


" Iya aku tahu " jawab Marvin cepat lalu melihat tespek itu satu persatu .l


Nada berjalan meninggalkan suaminya tanpa menunggu apa reaksi Marvin .


" Nyonya butuh sesuatu ?" tanya Bi Ijah bagian dari kepala pelayan ..


" Aku mau jus jeruk aja bi . Nggak usah pakai es ya " ucap Nada .


" Baik bibi siapkan " ucap Bi Ijah .


Nada memainkan ponselnya seraya menunggu minumannya datang .


Marvin masih melihat tespek yang sedang berada di tangannya .


" Aku tanya saja kepada Bram "


Marvin mengambil ponselnya lalu mengirimkan gambar tespek kepada Bram .


ting


Bram yang kini berada di rumahnya sedang duduk bersama kedua orang tuanya .


" Kamu tidak usah membawa-bawa Marvin . Aku tahu dia sudah menikah . Tapi mereka bisa membelinya sendiri " ucap mama Dela .


" Ma .." Bram mengacak acak rambutnya kasar . Merasa frustasi menjelaskan kepada kedua orang tuanya . Bram mengira jika kedua orang tuanya akan marah tapi justru sebaliknya . Mereka malah bahagia karena akan memiliki cucu . Dan Bram akan segera menikah .


" Ini kamu lihat dia hamil " ucap Mama Dela ketika melihat ponsel Bram yang berada di atas meja menunjukkan gambar tespek dengan garis 2 .


" Iya ma dia hamil . Kamu harus segera menikahinya Bram . Kamu harus bertanggung jawab " tegas papa Delon .


" Tapi itu ..


" Sudah mama dan papa tidak mau tahu bawa dia ke sini " potong mama Dela .

__ADS_1


" Terserah kalian " ucap Bram lalu meninggalkan rumahnya .


Marvin yang berada di seberang sana merasa kesal karena pesannya tidak di respon oleh Bram .


" Bram apa kau sudah bosan bekerja ?" tanya Marvin dari sambungan ponselnya .


" Hamil " ucap Bram lalu memutuskan sambungan ponselnya .


" Si..


tut tut tut


" Sialan Bram . Beraninya dia memutuskan telpon ku " ucap Marvin mengumpat .


drt drt drt


" Apa ? Besok lo .


" Nada hamil . Dia hamil anak lo " ucap Bram lalu memutuskan sambungan ponselnya sepihak .


tut tut tut


Bram sengaja memotong ucapan Marvin untuk tidak mendengar kekesalan bos nya itu .


" Ck . Sialan " ucap Marvin .


" Tapi tadi dia bilang Nada hamil ?Iya tadi dia bilang begitu " ucap Marvin dengan semangat .


Marvin mencari keberadaan istrinya . Kini Nada sudah duduk di teras dengan di temani sepiring buah dan juga jus jeruk .


" Sayang .. Sayang " teriak Marvin .


" Aku di sini " jawab Nada .


" Selamat kamu akan menjadi seorang ibu . Dan aku akan menjadi seorang ayah " ucap Marvin lalu memeluk tubuh Nada .


" Iya selamat untuk mu juga papa Marvin " ucap Nada .


Marvin lalu menghujani wajah Nada dengan ciuman .


" Terima kasih sayang . Kita sebentar lagi akan menjadi orang tua " ucap Marvin sungguh sungguh .


" Iya " Nada tersenyum hangat .


" Tapi kenapa kamu tidak memberitahuku ?" tanya Marvin .


" Biar kamu tambah penasaran saja . Aku tahu kamu menantikan anak kita dan kamu terlihat semangat . Jadi biar kamu mencari tahu sendiri " jawab Nada .

__ADS_1


" Besok kita pergi ke dokter untuk memastikannya . Lalu kita mengajak kedua orang tua kita untuk makan malam " semngat Marvin .


" Ya . Semua aku serah kan kepada mu " ucap Nada dengan nada bercanda .


__ADS_2