
" Kamu sedang apa ?" tanya Nada yang melihat suaminya hanya mondar mandir di depan pintu .
" Kamu sudah bangun ?" tanya Marvin yang bukannya menjawab pertanyaan Nada .
" Sudah , kalau belum aku tidak akan di sini . Aku bertanya , kamu sedang apa ? " tanya Nada lagi .
" Aku sedang menunggu Bram " jawab Marvin lalu menghampiri Nada .
" Kenapa kamu turun apa yang sedang kamu butuhkan ?" tanya Marvin .
" Tidak ada . Aku hanya ingin keluar kamar " jawab Nada lalu duduk di depan tv .
" Apa kamu menginginkan sesuatu . Seperti mangga muda " tanya Marvin ragu .
" Mangga muda ? tidak.. Aku tidak suka mangga muda . Ada yang manis kenapa cari yang masam " ucap Nada .
Marvin lalu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal .
" Baiklah " jawab Marvin .
" Kamu kenapa ? Dari tadi pagi terlihat aneh ?" tanya Nada .
" Oh ya . Tapi aku biasa saja " elak Marvin .
Nada hanya menganggukkan kepalanya .
Bram dengan kesal tapi dia juga harus meredam rasa kesalnya itu melangkah dengan cepat untuk menemui Marvin . Dia ingin segera menjelaskan kepada ibunya .
" Ini pesanan mu . Aku pulang dulu " ucap Bram langsung pada intinya .
Marvin yang merasa senang apa yang dia inginkan telah berada di depan matanya tidak menghiraukan raut muka Bram yang terlihat kesal dan panik .
" Ya pulanglah " jawab Marvin .
" Apa itu ?" tanya Nada dengan heran karena raut muka Marvin terlihat bahagia .
" Ini .. Sebenarnya , tadi Bram bilang kalau ibu hamil muda itu akan sering mual . Jadi aku memutuskan untuk membeli alat tes kehamilan . Kamu tidak mau aku ajak untuk ke rumah sakit jadi aku beli ini " ucap Marvin .
" owh , jadi dari tadi kamu aneh karena kamu mengira aku hamil " ucap Nada .
" Iya " jawab Marvin seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal .
" Baiklah mari kita coba " ucap Nada yang tidak ingin membuat suaminya kecewa .
Sejak tadi pagi Marvin terlihat begitu bahagia dan memperhatikan dirinya .
Nada lalu beranjak dari duduknya menuju kamar mandi di lantai bawah .
__ADS_1
" Tapi nanti kalau ini tidak berhasil jangan kecewa ya " ucap Nada yang menenangkan hati Marvin terlebih dahulu .
" Kita bisa berusaha lebih keras lagi supaya cepat jadi " jawab Marvin .
" Itu mau mu " ucap Nada lalu meninggalkan Marvin .
Setelah beberapa menit di kamar mandi dengan membawa 5 tespek Nada akhirnya keluar .
Nada berjalan dengan biasa saja tanpa ekspresi . Seperti halnya tidak ada apa apa .
" Bagaimana ?" tanya Marvin yang ternyata sudah menunggu Nada berada di depan pintu kamar mandi .
" Ini lihat sendiri . Tapi itu kena ...
" Iya aku tahu " jawab Marvin cepat lalu melihat tespek itu satu persatu .l
Nada berjalan meninggalkan suaminya tanpa menunggu apa reaksi Marvin .
" Nyonya butuh sesuatu ?" tanya Bi Ijah bagian dari kepala pelayan ..
" Aku mau jus jeruk aja bi . Nggak usah pakai es ya " ucap Nada .
" Baik bibi siapkan " ucap Bi Ijah .
Nada memainkan ponselnya seraya menunggu minumannya datang .
Marvin masih melihat tespek yang sedang berada di tangannya .
" Aku tanya saja kepada Bram "
Marvin mengambil ponselnya lalu mengirimkan gambar tespek kepada Bram .
ting
Bram yang kini berada di rumahnya sedang duduk bersama kedua orang tuanya .
" Kamu tidak usah membawa-bawa Marvin . Aku tahu dia sudah menikah . Tapi mereka bisa membelinya sendiri " ucap mama Dela .
" Ma .." Bram mengacak acak rambutnya kasar . Merasa frustasi menjelaskan kepada kedua orang tuanya . Bram mengira jika kedua orang tuanya akan marah tapi justru sebaliknya . Mereka malah bahagia karena akan memiliki cucu . Dan Bram akan segera menikah .
" Ini kamu lihat dia hamil " ucap Mama Dela ketika melihat ponsel Bram yang berada di atas meja menunjukkan gambar tespek dengan garis 2 .
" Iya ma dia hamil . Kamu harus segera menikahinya Bram . Kamu harus bertanggung jawab " tegas papa Delon .
" Tapi itu ..
" Sudah mama dan papa tidak mau tahu bawa dia ke sini " potong mama Dela .
__ADS_1
" Terserah kalian " ucap Bram lalu meninggalkan rumahnya .
Marvin yang berada di seberang sana merasa kesal karena pesannya tidak di respon oleh Bram .
" Bram apa kau sudah bosan bekerja ?" tanya Marvin dari sambungan ponselnya .
" Hamil " ucap Bram lalu memutuskan sambungan ponselnya .
" Si..
tut tut tut
" Sialan Bram . Beraninya dia memutuskan telpon ku " ucap Marvin mengumpat .
drt drt drt
" Apa ? Besok lo .
" Nada hamil . Dia hamil anak lo " ucap Bram lalu memutuskan sambungan ponselnya sepihak .
tut tut tut
Bram sengaja memotong ucapan Marvin untuk tidak mendengar kekesalan bos nya itu .
" Ck . Sialan " ucap Marvin .
" Tapi tadi dia bilang Nada hamil ?Iya tadi dia bilang begitu " ucap Marvin dengan semangat .
Marvin mencari keberadaan istrinya . Kini Nada sudah duduk di teras dengan di temani sepiring buah dan juga jus jeruk .
" Sayang .. Sayang " teriak Marvin .
" Aku di sini " jawab Nada .
" Selamat kamu akan menjadi seorang ibu . Dan aku akan menjadi seorang ayah " ucap Marvin lalu memeluk tubuh Nada .
" Iya selamat untuk mu juga papa Marvin " ucap Nada .
Marvin lalu menghujani wajah Nada dengan ciuman .
" Terima kasih sayang . Kita sebentar lagi akan menjadi orang tua " ucap Marvin sungguh sungguh .
" Iya " Nada tersenyum hangat .
" Tapi kenapa kamu tidak memberitahuku ?" tanya Marvin .
" Biar kamu tambah penasaran saja . Aku tahu kamu menantikan anak kita dan kamu terlihat semangat . Jadi biar kamu mencari tahu sendiri " jawab Nada .
__ADS_1
" Besok kita pergi ke dokter untuk memastikannya . Lalu kita mengajak kedua orang tua kita untuk makan malam " semngat Marvin .
" Ya . Semua aku serah kan kepada mu " ucap Nada dengan nada bercanda .