JODOH Pilihan KAKEK

JODOH Pilihan KAKEK
Jelous


__ADS_3

Sepagi ini Kia sudah berkutat dengan alat dapurnya entah mengapa ia bersemangat sekali ingin membuatkan bekal untuk suaminya. Seketika memorinya mengingat kejadian semalam yang membuatnya tersenyum malu sendiri akan keberaniannya mengutarakan keinginannya memiliki sseorang anak. Dari arah belakang terdengar suara sang mama yang sedang meledeknya.


" Gimana Ki tadi malem sukses gak...gimana enak kan? Enak dong?" goda mama sembari menaik turunkan alisnya.


"apaan sih ma...ledekin Kia mulu"ucap Kia dengan wajah memerah.


"itu buktinya wajahmu tersipu sipu gitu..." Kekeh mama yang gencar menggoda Kia.


"ya udah pokoknya mama terima kabar baiknya aja ya....duhhh mama jadi gak sabaran nih pengen gendong cucu" ucap mama terkekeh.


"widihhh udah matengan aja nih masaknya...banyak banget Ki masaknya?" tanya mama.


"iya ma...sebagian buat bekal mas Ken" jawab Kia sembari nyengir kuda.


"cie ileh berasa banget romantisnya yang abis malam pertama" ucap sang mama yang semakin gencar menggoda.


"issh mama gitu mulu deh....udah ahh Kia mau mandi dulu habis itu siapin baju mas Ken keburu bangun" ucap Kia berlalu menuju kamar.


"iya gih sana urusin MAS KEN kamu...biar mama aja yang nyiapin dimeja makan" ucap mama menekan kata Mas Ken yang dibalas acungan jempol dan kekehan oleh Kia.


Sesampainya dikamar Kia langsung membersihkan diri tak lupa ia menyiapkan pakaian kerja suaminya yang kini masih bergelung dengan selimut. Ditepuk pundak sang suami pelan yang langsung berhasil membangunkan sang empunya.


"mas...bangun...udah jam 6 lewat loh...nanti kamu telat ngantor lho..." ucap Kia lembut.


"morning kiss dong sayang" ucap Ken sembari bargelayut manja dilengan Kia.


Tanpa banyak basa basi Kia langsung mengecup bibir Ken dengan kilat yang membuat Ken langsung tersenyum puas.


"makasih sayang...love you" bisik Ken sembari mengecup pipi Kia.


"cepetan ya mas mandinya...aku tunggu dimeja makan" ucap Kia sedikit lantang yang dibalas dehaman oleh Ken.


Semua menu masakan telah tertata rapi dimeja makan dan mama pun terlihat sudah duduk menunggu sembari memainkan ponselnya.


"ma...maaf ya kalau nunggunya lama... Mas Ken masih dikamar" ucap Kia sembari menarik kursi dihadapan sang mama.


"gak papa kok... Ki cepat kasih kabar baik ya...kamu sama Ken harus usaha terus biar cepet jadi" goda sang mama sembari terkekeh.


"ma...mulai deh..."

__ADS_1


"mama demen banget sih godain Kia....huhhh" gerutu Kia kesal.


"abis salah sendiri kamu polosnya gak telungan..." ledek mama.


Dari arah tangga Ken sudah terlihat rapi dengan setelan baju kerjanya.


"pagi ma...maaf ya nunggunya lama" ucap Ken sembari tersenyum.


"dimaafin sih asal kamu kasih mama cucu" ucap mama sembari terkekeh.


"ihh mama...jangan ledekin kita terus..." ucap Kia mengerucutkan bibirnya.


"hahaha.... Pasti ma...tenang aja pasti Ken kasih kok" ucap Ken sembari tertawa.


Usai sarapan Kenan pun berpamitan untuk kekantor. Tak lupa ia memberikan berbagai pesan pada sang istri.


"sayang aku berangkat ke kantor dulu ya...inget ya nanti kalau sampek kampus kabari aku"


"jangan lupa makan siang...pulang kampus langsung pulang...jangan makan yang pedas atau asam ingat lambung kamu...dan jangan coba melanggarnya karna aku pasti tau itu" jelas Ken panjang lebar.


"kamu cerewet ya mas sekarang..." balas Kia sembari mengerucutkan bibirnya.


"aku berangkat dulu sayang....love you" ucap Ken berlalu menuju parkiran.


"hati hati mas...love you too" ucap Kia sedikit lantang.


Tak butuh waktu lama mobil Kenan sudah melesat meninggalkan apartemen. Seperti ada yang janggal membuat Kia berkali kali berfikir dan mengingat sesuatu.


"Astaga....bekal mas Ken" ucap Kia lirih sembari menepuk jidatnya.


"Ya udah deh anter ke kantor aja sekalian kasib surprisse" ucap Kia semangat.


Siang nanti usai kelasnya ia berencana mengantar bekal sang suami kekantornya dan ingin mengunjunginya karena ia sama sekali belum pernah berkunjung kekantor Kenan.


Tiba dikantor sang suami Kia langsung bertanya ke resepsionis ruangan suaminya. Dengan semangat Kia pun langsung bergegas ingin masuk kedalam ruangan sang suami namun niatnya urung ketika ia melihat sang suami sedang asik bercanda dengan seorang wanita yang tak ia ketahui siapa namanya. Ia menutup kembali pintu ruangannya dan berjalan kearah meja sekertaris sang suami kemudian menitipkan bekal tersebut lalu berjalan pulang. Kia Jelous melihat kedekatan suaminya dengan wanita lain selain dirinya.


"Maaf kak bisa titip ini buat Kak Kenan..." ucap Kia sembari memaksakan sebuah senyuman.


"Azkia... kenapa kamu gak langsung saja ke ruangan Ken saja.., dia ada didalam kok... ayo aku antar" ucap Satya lembut.

__ADS_1


"Kia titip saja kak Kia buru buru" ucap Kia sembari berlari kecil.


Dalam perjalanan pulang Kia hanya diam dan menahan air matanya agar tidak jatuh di depan sopir pribadinya karena ia tak mau kesedihannya diketahui oleh orang lain.


Sementara Satya mengernyitkan dahinya heran melihat tingkah aneh Azkia.


"lah Kia kenapa ?" batin Satya sembari berjalan menuju ruangan sang Boss.


"wahh kebangetan ni si Kenan" ucap Satya lirih melihat sang sahabat sedang berpelukan dengan seorang perempuan.


Dengan wajah kesalnya Satya langsung saja menerobos masuk kedalam ruangan sang boss meletakkan paperbag yang dititipkan oleh Kia kemudian pergi begitu saja. Ken yang melihat tingkah aneh sang sahabat langsung berlari mengejarnya.


"woy Sat lo kenapa ngeloyor gitu aja sih?" tanya Ken sedikit berteriak.


"lo tu yang kenapa... istri lo tadi kesini nganterin lo makan siang tapi lo malah mesra mesraan sama cewek lain... " ucap Satya Kesal.


"Ki... Kia tadi kesini? " tanya Ken tak percaya.


"ya nitipin makan siang lo ke gue... mungkin dia gak mau nemuin lo karena tau lo lagi sama cewek lain"


"arghhhh... kenapa lo gak bilang dari tadi sih... " ucap Ken berlari menuju lift.


"batalkan seluruh agenda gue hari ini dan bilang ke Bila sepupu gue kalau gue pulang duluan ada urusan mendadak..." ucap Ken kepada Satya sembari terus berlari.


Ken melajukan mobil dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai diapartemen. Ia sudah tak tahan lagi ingin bertemu dengan sang istri dan menjelaskan kesalah pahamannya. Sesampainya diapartemen Ken langsung berlalu menuju berlari tergesa menuju unit apartemen miliknya. Ia membuka pintu apartemen tergesa berlari mencari keberadaan sang istri yang ternyata sedang asik memasak kue didapur. Ken menghembuskan nafas lega kemudian berlari kearah sang istri memeluknya begitu saja dari belakang yang membuat sang istri memekik.


"kyaaaa... "


"ma...mas kau mengagetiku... bagaimana jika adonan kueku tumpah" ucap Kia pura pura kesal.


"maaf sayang... maafkan aku... " bisik Ken sembari mengecup pipi sang istri.


Tubuh Kia yang sudah terbiasa menerima perlakuan manis dari sang suami pun tidak lagi bergetar. Ken yang menyadari perubahan sang istri kemudian membalikkan tubuh sang istri mengangkat dagu sang istri pelan menangkup kedua pipinya kemudian memajukan wajahnya perlahan dan cup bibir mereka menempel dengan sempurna.


Please banget jangan lupa klik like dan klik hati ya buat karya author ini...


dan jangan lupa kasih komentar saran ataupun masukkan untuk author... biar author makin semangat untuk berkarya... Klik Like klik hati dan menulis komentar itu gratis loh so ayo buruan kasih buat menyemangati author....


terimakasih... sampai jumpa di next capt ya....

__ADS_1


__ADS_2