
Marvin berdiri di depan rumah Nada . Kedatangannya masih tidak di terima oleh ke dua orang tua Nada . Meskipun Marvin sudah menjelaskan .
Nada yang saat itu memang sampai larut malam pergi bersama Meta untuk menghilangkan kekesalan yang tidak bisa dia jelaskan .
Mobil yang di tumpangi Nada tepat berhenti di depan rumah . Nada masih belum menyadari keberadaan Marvin di sana . Karena mobil Marvin juga tidak ada di sana .
" Gila ganjen banget tadi tuh cowok . Masa mau ngajak gue kencan padahal dia bawa pasangan . Mana ngasih nomor ponselnya juga kali " kesal Meta .
" Jangan jadi pelakor lo " ucap Nada memperingati .
" Nggak ada ya di kamus gue jadi orang ketiga kayak kakak lo itu " ucap Meta .
" Dia nggak tahu kalau gue udah nikah dan dia juga nggak tahu kalau Marvin udah nikah . Jadi ngiranya dia masih single kali . Ya udah sih biarin " ucap Nada .
" Iya juga sih . Makanya lo nikahnya di rayain dong . Adain resepsi gitu yang gede panggil media biar nggak ada orang ketiga diantara kalian " ucap Meta yang memang benar adanya .
Apalagi mereka menikah karena perjodohan dan saat itu juga terjadi secara mendadak . Tapi bagi Nada itu bukanlah hal yang penting .
" Soalnya suami lo cakep mana dia kerjanya di bidang yang mengharuskan dia berada di sekeliling wanita yang bodinya nggak kalah sama punya lo " ucap Meta lagi .
" Biarin . Itu urusan dia sama yang di atas " ucap Nada .
" Yang di atas ? Maksud lo kakek lo yang udah nggak ada gitu " ucap Meta .
" Ya sama sang pencipta lah " kesal Nada .
" Nggak gitu juga kali . Lo jangan cuek juga jadi bini . Ntar suami lo di embat sama kakak lo baru tahu rasa lo " ucap Meta .
" Ya gue tinggal cari suami lagi . Apa susahnya . Gue cantik " ucap Nada dengan nada bercanda .
Sebenarnya Nada tidak mau membahas tentang masalahnya setidaknya untuk saat ini .
" Serah lo deh"ucap Meta .
" Ya udah ayo masuk keburu jadi salju gue " ucap Nada .
" Gaya lo . Nggak jadi salju juga kali " ucap Meta .
__ADS_1
Mereka lalu tertawa tanpa tahu jika di sana ada seseorang yang mendengarkan pembicaraan mereka .
Marvin memang duduk di kursi teras yang cukup sedikit pencahayaannya .
" Nada " ucap Marvin ketika Nada berlalu saja dari hadapannya .
" Kodok " teriak Meta .
" Dih lo latah ? Sejak kapan lo latah ?" tanya Nada yang justru menanggapi Meta .
" Semenjak ada suami lo di malam hari kayak ahh itu pokok nya . Lain kali jangan ngagetin dong bang ya . Kaget gue . Nih sampe dag dig dug. Pegang nih kalau nggak percaya " ucap Meta .
" Ganjen lo " uacap Nada .
Marvin hanya tersenyum samar melihat keakraban mereka .
" Udah gue mau masuk . Urusin suami lo . Jangan sampe di ambil si son " ucap Meta lalu berlalu meninggalkan pasangan suami istri itu .
Si Son . Nada berpikir keras siapa si son yang di maksud oleh Meta .
" Sebelumnya aku minta maaf karena tidak sempat menghubungi mu sewaktu di sana . Tapi bukan berarti aku tidak ingin memberi mu kabar . Tapi aku memang sedang bingung dengan masalah peeusahaan di sana . Apalagi ini juga menyangkut keluarga kamu " Marvin memberi jeda penjelasannya .
Sedangkan Nada diam mendengarkan apa yang coba Marvin jelaskan .
" Aku juga minta maaf tentang berita yang kemarin sempat memanas . Percayalah tidak terjadi apa pun diantara kami . Aku tahu dia memang memiliki perasaan lebih untuk ku tapi dari dulu aku tidak pernah menanggapinya " Marvin menarik nafasnya sejenak .
" Aku juga baru tahu kalau Sonya itu saudara sepupu mu . Anak dari adik papa Arya . Dan di luar kota kemarin ada hubungannya dengan om dan tante kamu . Dan juga nenek bisa di sana juga karena tante kamu . Tadi nya juga tidak sengaja bertemu dengan tante mu dan nenek mu . Dan nenek minta di antar pulang karena takut papa akan mengkhawatirkannya " ucap Marvin menjelaskan sedikit terperinci lagi .
" Apa maksud kamu ?" tanya Nada yang tidak mengerti perkataan Marvin .
" Om kamu terlibat dalam gagal nya proyek yang telah kami kerjakan . Dan sekarang mereka sedang berada di kantor polisi di sana . Awalnya aku ragu karena mereka adalah keluarga mu . Tapi ternyata mereka berbeda sekali dengan keluarga ini . Mereka begitu ambisi mengenai uang " ucap Marvin menghela nafasnya kasar .
Marvin lalu melipat tangannya di dadanya . Malam sudah mulai larut . Dan hawa dingin mulai menusuk ke dalam lapisan kulit .
Nada yang menyadari suaminya yang mulai kedinginan lalu mengajaknya untuk masuk . Dirinya sendiri juga sudah merasa dingin tapi rasa penasarannya juga tak kalah besar .
" Masuklah . Sudah mulai larut . Di luar juga dingin " ucap Nada yang tidak tega dengan suaminya .
__ADS_1
Marvin menatap bingung , dia masih merasa canggung dengan mertuanya yang tak lain orang tua Nada .
" Mama dan papa sudah tidur " ucap Nada seakan tahu letak ketidaknyamanan Marvin .
Marvin lalu ikut berdiri mengikuti langkah Nada yang sudah lebih dulu berjalan masuk .
Meta juga sudah tidur di kamar tamu . Meta sudah menyadari kalau ada Marvin sudah pasti dia akan tidur di kamar Nada . Tidak mungkin kan jika mereka tidur bertiga . Apalagi suami istri itu tengah berada di dalam masalah .
" Bagaimana dengan tante Karin ?" tanya Nada yang masih penasaran .
" Dia masih berada di sana bersama Sonya " ucap Marvin yang sudah berbaring di samping Nada .
" Aku sungguh minta maaf tentang semuanya . Aku merasa lalai menjadi seorang suami m Tidak seharusnya aku mengabaikan mu meskipun aku ingin segera merampungkan pekerjaanku . Tapi bukan berarti di sana aku mendua atau melakukan hal lainnya . Jika kamu tidak percaya pada ku kamu bisa bertanya kepada Bram . Aku setiap saat bersama dengannya setiap waktu " ucap Marvin bersungguh-sungguh .
Tatapan mereka saking bertemu untuk sesaat . Nada lebih dulu memutuskan pandangan mata itu .
" Mari mengadakan pesta pernikahan . Dan kamu setuju atau tidak aku akan mengadakannya . Supaya orang di luaran sana tidak berpikir kalau aku maupun kamu masih sendiri " ucap Marvin dengan penuh keyakinan .
" Apa kamu tidak takut jika nanti penggemarmu berkurang " ucap Nada asal .
" Apa kamu cemburu ?"tanya Marvin menatap Nada .
" Cemburu itu hanya untuk orang yang tidak percaya diri kata dillan . Dan aku ...........selalu percaya diri " ucap Nada lalu memutuskan untuk menutup matanya .
Marvin membiarkan saja istrinya untuk tidur terlebih dahulu . Dia juga akan memutuskan untuk ikut istrinya ke alam mimpi namun Marvin menghubungi orang suruhannya terlebih dahulu .
"*ya pastikan semua sempurna dan tidak ada orang yang tahu
_
" harus tertutup rapat . Ikuti semua perkataan ku* .
Setelah selesai Marvin merebahkan tubuhnya di samping Nada . Nada yang masih belum sepenuhnya tidur samar-samar mendengar percakapan Marvin .
Mau qpa dia . batin Nada .
Tapi karena rasa kantuknya sudah menguasai dirinya Nada memilih untuk memejamkan matanya .
__ADS_1