
" Tunggu " .
Para tamu undangan mengalihkan pandangannya kepada suara nyaring itu .
Semua bertanya tanya siapa dia . Kenapa ada prang yang tidak sopan di biarkan masuk .
" Gina " lirih Bram .
Bram lalu menatap Marvin .
Sedangkan Marvin hanya diam dengan ekspresi biasa saja . Tenang dan selalu menggenggam tangan istrinya . Nada menatap gadis itu dengan tanda tanya .
Nada juga menatap Marvin seakan bertanya 'siapa dia .
Kenapa dia bisa ada di sini ? Siapa yang mengundangnya ? Padahal acara juga sudah selesai .
" Kenapa kamu tidak mengabari ku jika kamu menikah ?" tanya Gina
" Untuk apa ?" tanya Marvin tenang .
" Kamu menikah dengan Sonya ? " tanya Gina tanpa menatap pengantin wanita yang sedikit berada di belakang Marvin .
" Sonya ?" tanya Marvin .
" Iya . Dia sendiri yang bilang kamu akan menikah dengan Sonya . Aku tidak terima jika kamu menikah dengannya . Apa kamu begitu frustasi ketika aku tinggal sehingga kamu menikahi wanita kurang waras itu " kesal Gina .
" Bram " ucap Marvin yang tak ingin gadis di depannya ini semakin tidak lurus ngomongnya .
Bram berjalan mendekat kearah Marvin , Nada dan Gina berada .
Bram segera menarik tangan Gina supaya tidak membuat keributan .
" Apaan sih lo . Lo juga , bukannya Lo nggak suka ya sama cewek itu . Kenapa lo nggak halangi dia nikah sama dia " kesal Gina semakin menjadi .
" Dengerin gue dulu ..." ucap Bram mencoba menjelaskan .
" Gue nggak mau denger . .. pokoknya
" Mbak " suara lembut Nada membuyarkan kekesalan Gina .
" Lo siapa ?" tanya Gina .
" Saya istri kak Marvin " ucap Nada seraya mengulurkan tangannya kepada Gina .
" Owh .. Iya " jawab Gina merasa malu karena sudah salah paham .
" Saya Gina . Mant .. Maksud aku teman mereka berdua " ucap Gina dengan senyum kikuk .
__ADS_1
Nada hanya tersenyum mendapat jawaban Gina .
" Mantan maksudnya ?" tanya Nada .
" Sorry ya .. Bukan maksud gue menghancurkan pesta kalian tapi gue kira dia sama nenek sihir " jawab Gina merasa bersalah .
" Iya mbak nggak papa . Mari silahkan " ucap Nada mengajak Gina untuk duduk di sebuah meja yang memang sudah kosong .
" Kenapa sih dia datang malam-malam gini . Ganggu orang aja " gumam Marvin .
Bram yang berada di samping Marvin hanya bisa geleng geleng kepala . Padahal juga bukan malam pengantin tapi masih saja sahabatnya itu merasa kurang .
" Lo kayak pengantin baru aja " ucap Bram yang mendengar ucapan Marvin .
" Selama persiapan ini gue sama istri gue nggak tidur bareng . Mertua gue memang bener bener . Ketemu juga baru tadi " kesal Marvin .
Bram tidak membalas ucapan Marvin lagi .
Beberapa tamu undangan juga sudah pulang tahu kalau itu hanya salah paham .
Mama Anjani berjalan menghampiri Nada dan Marvin berada .
" Eh ada tamu ? Siapa ?" tanya Mama Anjani yang sebenarnya penasaran dengan gadis yang tiba tiba menghampiri putri dan menantunya .
" Saya teman Marvin dan Bram tante . Saya Gina " ucap Gina seraya mencium tangan Mama Anjani .
" Maa " ucap Nada yang tahu betul dengan sifat mamanya ...
" Nggak papa . Oh iya nama kamu siapa aku belum tahu nama kamu " ucap Gina .
" Aku Nada " jawab Nada .
" Saya minta maaf tante atas ketidaknyamanannya . Maaf saya bertamu malam malam . Saya baru sampai dari bandara lalu ke sini " jelas Gina .
" Iya nggak papa " jawab Mama Anjani .
" Ya sudah mama mau istirahat dulu " ucap Mama Anjani lagi .
" Iya tante " jawab Gina .
Marvin yang mengerti tatapan mama mertuanya merasa terintimidasi . Mama nya sendiri sudah menatapnya dari kejauhan sebelum memutuskan untuk pergi ke kamarnya .
" Ni emak emak kenapa sih " lirih Marvin .
" Takut anaknya di duakan . Awas lo balik lagi sama dia " ucap Bram .
Marvin menatap Bram tajam . Bisa bisanya sahabat tidak tahu dirinya itu berkata seperti itu . Bram lebih tahu bagaimana perasaan Marvin kepada Gina.
__ADS_1
Di Marvin hanya memanfaatkan Gina . Marvin menerima Gina hanya untuk menjauh dari Sonya . Marvin ingin Sonya berhenti mengganggunya . Selama bersama Gina , Marvin hanya sekedar makan bersama tidak lebih . Pergi keluar selayaknya pasangan kekasih juga tidak . Marvin akan selalu beralasan pekerjaannya sedang menumpuk . Tapi Gina memahami itu . Hingga suatu saat Gina meninggalkan Marvin begitu saja . Gina mengira dengan kepergiannya Marvin akan mencarinya . Tapi Marvin hanya menanyakan kepada teman temannya saja . Tidak mencari Gina dengan sungguh sungguh . Hingga Gina menyadari kalau Marvin tidak benar benar mencintainya . Hanya ingin memanfaatkannya .
" Kamu istirahat di sini saja . Kamu nanti tidur sama teman aku " ucap Nada .
" Nggak papa ?" tanya Gina .
" Iya . Ayo " ajak Nada .
" Sayang tunggu . Apa kamu tidak mau mengajakku ? Tega sekali dirimu pada ku " ucap Marvin yang tidak seperti Marvin biasanya .
Gina yang melihat Marvin begitu menyayangi Nada menatap tak percaya . Itu adalah hal yang mustahil di lakukan saat bersama nya .
" Geli gue " ucap Bram .
Nada tetap berjalan bersama Gina . Nada merasa tidak enak melihat raut wajah kecewa dari wajah Gina .
Gina tersenyum menatap Nada yang terlihat lebih muda darinya itu . Nada selain cantik dia juga terlihat dewasa dan pengertian . Gina menunduk malu kenapa dia mudah di tipu oleh Sonya .
" Ini kamar sahabat aku . Sebentar aku panggilkan " ucap Nada .
" Meta .. Ta ... " teriak Nada .
Meta lalu membukakan pintunya . Hal pertama yang dia lihat Nada dan juga beberapa orang yang berdiri di depan kamarnya seperti mau demo .
" Lo mau demo ?" tanya Meta dengan mata yang mulai sayu akibat mengantuk .
" Ini kenalin Gina . Temannya kak Marvin sama Bram . Dia boleh ya tidur bareng sama lo . Udah malam soalnya " ucap Nada meminta ijin Meta .
" Ih boleh . Hai gue Meta " ucap meta memperkenalkan diri .
" Hai gue Gina . Salam kenal " jawab Gina .
" Udah kan ? Yuk sayang aku capek ngantuk " ucap Marvin lalu menggendong tubuh Nada .
Nada terkejut ketika tubuhnya tiba tiba tubuhnya melayang akibat Marvin mengangkat tubuhnya tanpa bilang terlebih dulu .
" Dia terlihat bahagia . Bahkan dulu waktu sama gue dia tidak pernah memperlihatkan rasa sayangnya seperti dia memperlakukan istrinya " ucap Gina dengan wajah yang sedih .
" Tapi gue bahagia . Dia bisa menemukan kebahagiaannya " ucapnya lagi dengan senyum tulus mengembang pada wajahnya .
" Lo nggak akan nyakitin sahabat gue kan ?"tanya Meta langsung kepada Gina .
" Enggaklah . Gila apa . Yang penting wanitanya jangan Sonya aja gue ridho seratus persen " ucap Gina bersungguh sungguh .
" Syukurlah " ucap Meta lalu masuk ke dalam .
Bram saat itu sudah lebih dulu memutuskan untuk masuk ke kamarnya tidak ikut Marvin ke kamar Meta . Dan kamar itu juga bersebelahan . Jadi kedua nya tidak bertemu .
__ADS_1