
" Aku jomblo tapi aku bahagia " ucap Meta di dalam mobilnya yang akan menuju tempat pemotretan dengan perusahaan Marvin .
" Ayo sengat jomblowati . Sahabat lo udah baikan sama lakinya . Lo juga harus terbiasa sendiri dulu " ucap Meta lagi .
Setelah melajukan mobilnya tiba tiba mobil Meta berhenti di tengah jalan . Beruntung jalanan saat ini tidak begitu ramai . Meta dengan panik karena saat dia melajukan mobilnya semua aman .
" Aduh .. Kening mulus gue " desis Meta kaget karena mobilnya tiba-tiba berhenti .
*tin tin tin tin
Suara klakson mobil saling bersaut*
Mobil yang berada tepat di belakang mobil Meta untuk berjarak sedikit jauh dan beruntungnya lagi mobil itu berjalan dengan kecepatan sedang.
" Woy , bisa naik mobil nggak lo " teriak salah seorang pengemudi mobil di belakang Meta .
Mobil itu juga terkejut karena di depannya ada mobil yang tiba tiba saja berhenti mendadak .
" Sialan lo ngledekin gue " teriak Meta balik .
" Hey lo kenapa sih . Ini di tengah jalan hlo . Lo yang bener dong mana ada banyak mobil lewat lagi . Songong banget tuh orang " kesal Meta .
Dengan hati-hati Meta berusaha turun dari mobilnya . Jika ada mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi bisa lain ceritanya . pikir Meta .
" Woy pelan-pelan dong " teriak Meta ketika hendak keluar ada mobil yang melaju sedikit cepat .
" Makanya kalau berhenti jangan di tengah jalan . Mau bunuh diri lo " teriak pengendara mobil itu.
" Wah ngajak war nih orang " ucap Meta .
Tapi baru saja Meta akan mengejar mobil itu . Mobil itu sudah melaju menjauh dari tempat Meta .
" Lihat aja tuh orang kalau ketemu gue jadiin sate " gerutu Meta .
__ADS_1
Baju Meta sedikit terkena cipratan air akibat dari mobil yang melaju dengan kencang .
Setelah itu Meta menghubungi bengkel langganannya untuk mengurus mobilnya . Setelah itu Meta menuju perusahaan Marvin menggunakan taksi . Mobilnya dia biar kan saja di tengah jalan .
Beberapa menit kemudian taksi yang di tumpanginya sampai di depan perusahaan Marvin . Meta keluar dari taksi setelah melakukan pembayaran .
Tapi beberapa saat Meta menyadari jika ada mobil yang dia kenal di depan Meta . Meta mendekat ke arah mobil di depannya ini .
" Nih mobil , mobil orang songong tadi deh . Apa dia juga kerja di sini ?" gumam Meta seraya memperhatikan mobil tersebut .
Di saat itu juga Marvin tengah berjalan dengan seseorang yang selalu berada di sampingnya jika di butuhkan .
" Kita cek lokasi yang kemaren sudah saya kirim melalui WA " ucap Marvin .
" Baik bos " jawab nya .
Bram lalu membukakan mobil untuk Marvin . Mereka lalu memasuki mobil menuju tempat tujuan yang sudah di beri tahu Marvin semalam .
Bram menunjuk dirinya sendiri .
" Gue ?" tanya Bram .
" Iya lo . Lo tadi yang udah ngatain gue kan . Ternyata lo kerja di sini juga " ucap Meta .
" Suka suka gue " ucap Bram hendak masuk ke dalam mobilnya .
" Enak aja . Mau kabur lo " ucap Meta
" Kabur apanya . Gue ada kerjaan . Udah di tungguin bos gue " ucap Bram .
" Lo harus tanggung jawab " ucap Meta .
Marvin yang mendengar ucapan Meta merasa terkejut . Apakah asisten pribadinya itu sudah normal ? pikir Marvin .
__ADS_1
" Tanggung jawab ?" tanya Bram .
" Kenal aja enggak , nyentuh lo juga enggak . Masa lo hamil . Masa iya hamil nya online " ucap Bram .
Meta menatap Bram tidak percaya . Bisa-busanya dia berbicara hal vulgar di tempat umum .
" Lo ...
Telunjuk Meta di genggam oleh Bram .
Tapi Meta dengan sigap mengibaskan tangan Bram .
" Nggak usah pegang-pegang gue " kesal Meta .
" Ya elah pegang doang nggak bakalan hamil . Kalau berduaan di kamar terus buka ba ....
Meta segera menutup mulut Bram dengan tangannya .
" Dasar nggak waras " teriak Meta lalu pergi meninggalkan Bram begitu saja .
Bram masih berdiri di luar seraya menatap punggung gadis yang baru saja dia temui itu .
" Dasar gadis aneh ..Bikin sama siapa minta tanggung jawab sama siapa " gumam Bram namun masih terdengar oleh Marvin .
" Lo harus tanggung jawab Bram . Kasian cewek tadi " ucap Marvin .
" Enak aja . Kenal juga enggak . Baru ketemu tadi udah minta tanggung jawab . Emangnya bisa baru ketemu langsung hamil " ucap Bram seraya melajukan mobilnya .
" Bisa aja . Kalau pas ketemu langsung to the poin " jawab Marvin .
" Udah lah . cewek gila juga . Paling dia depresi di tinggal pacarnya pas lagi sayang sayangnya " celetuk Bram .
Marvin hanya diam tidak lagi menyahut ucapan Bram . Pekerjaan nya lebih berarti dari pada membicarakan hal tidak penting dengan Bram .
__ADS_1