JODOH Pilihan KAKEK

JODOH Pilihan KAKEK
Jomblowati


__ADS_3

" Aku jomblo tapi aku bahagia " ucap Meta di dalam mobilnya yang akan menuju tempat pemotretan dengan perusahaan Marvin .


" Ayo sengat jomblowati . Sahabat lo udah baikan sama lakinya . Lo juga harus terbiasa sendiri dulu " ucap Meta lagi .


Setelah melajukan mobilnya tiba tiba mobil Meta berhenti di tengah jalan . Beruntung jalanan saat ini tidak begitu ramai . Meta dengan panik karena saat dia melajukan mobilnya semua aman .


" Aduh .. Kening mulus gue " desis Meta kaget karena mobilnya tiba-tiba berhenti .


*tin tin tin tin


Suara klakson mobil saling bersaut*


Mobil yang berada tepat di belakang mobil Meta untuk berjarak sedikit jauh dan beruntungnya lagi mobil itu berjalan dengan kecepatan sedang.


" Woy , bisa naik mobil nggak lo " teriak salah seorang pengemudi mobil di belakang Meta .


Mobil itu juga terkejut karena di depannya ada mobil yang tiba tiba saja berhenti mendadak .


" Sialan lo ngledekin gue " teriak Meta balik .


" Hey lo kenapa sih . Ini di tengah jalan hlo . Lo yang bener dong mana ada banyak mobil lewat lagi . Songong banget tuh orang " kesal Meta .


Dengan hati-hati Meta berusaha turun dari mobilnya . Jika ada mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi bisa lain ceritanya . pikir Meta .


" Woy pelan-pelan dong " teriak Meta ketika hendak keluar ada mobil yang melaju sedikit cepat .


" Makanya kalau berhenti jangan di tengah jalan . Mau bunuh diri lo " teriak pengendara mobil itu.


" Wah ngajak war nih orang " ucap Meta .


Tapi baru saja Meta akan mengejar mobil itu . Mobil itu sudah melaju menjauh dari tempat Meta .


" Lihat aja tuh orang kalau ketemu gue jadiin sate " gerutu Meta .

__ADS_1


Baju Meta sedikit terkena cipratan air akibat dari mobil yang melaju dengan kencang .


Setelah itu Meta menghubungi bengkel langganannya untuk mengurus mobilnya . Setelah itu Meta menuju perusahaan Marvin menggunakan taksi . Mobilnya dia biar kan saja di tengah jalan .


Beberapa menit kemudian taksi yang di tumpanginya sampai di depan perusahaan Marvin . Meta keluar dari taksi setelah melakukan pembayaran .


Tapi beberapa saat Meta menyadari jika ada mobil yang dia kenal di depan Meta . Meta mendekat ke arah mobil di depannya ini .


" Nih mobil , mobil orang songong tadi deh . Apa dia juga kerja di sini ?" gumam Meta seraya memperhatikan mobil tersebut .


Di saat itu juga Marvin tengah berjalan dengan seseorang yang selalu berada di sampingnya jika di butuhkan .


" Kita cek lokasi yang kemaren sudah saya kirim melalui WA " ucap Marvin .


" Baik bos " jawab nya .


Bram lalu membukakan mobil untuk Marvin . Mereka lalu memasuki mobil menuju tempat tujuan yang sudah di beri tahu Marvin semalam .


Bram menunjuk dirinya sendiri .


" Gue ?" tanya Bram .


" Iya lo . Lo tadi yang udah ngatain gue kan . Ternyata lo kerja di sini juga " ucap Meta .


" Suka suka gue " ucap Bram hendak masuk ke dalam mobilnya .


" Enak aja . Mau kabur lo " ucap Meta


" Kabur apanya . Gue ada kerjaan . Udah di tungguin bos gue " ucap Bram .


" Lo harus tanggung jawab " ucap Meta .


Marvin yang mendengar ucapan Meta merasa terkejut . Apakah asisten pribadinya itu sudah normal ? pikir Marvin .

__ADS_1


" Tanggung jawab ?" tanya Bram .


" Kenal aja enggak , nyentuh lo juga enggak . Masa lo hamil . Masa iya hamil nya online " ucap Bram .


Meta menatap Bram tidak percaya . Bisa-busanya dia berbicara hal vulgar di tempat umum .


" Lo ...


Telunjuk Meta di genggam oleh Bram .


Tapi Meta dengan sigap mengibaskan tangan Bram .


" Nggak usah pegang-pegang gue " kesal Meta .


" Ya elah pegang doang nggak bakalan hamil . Kalau berduaan di kamar terus buka ba ....


Meta segera menutup mulut Bram dengan tangannya .


" Dasar nggak waras " teriak Meta lalu pergi meninggalkan Bram begitu saja .


Bram masih berdiri di luar seraya menatap punggung gadis yang baru saja dia temui itu .


" Dasar gadis aneh ..Bikin sama siapa minta tanggung jawab sama siapa " gumam Bram namun masih terdengar oleh Marvin .


" Lo harus tanggung jawab Bram . Kasian cewek tadi " ucap Marvin .


" Enak aja . Kenal juga enggak . Baru ketemu tadi udah minta tanggung jawab . Emangnya bisa baru ketemu langsung hamil " ucap Bram seraya melajukan mobilnya .


" Bisa aja . Kalau pas ketemu langsung to the poin " jawab Marvin .


" Udah lah . cewek gila juga . Paling dia depresi di tinggal pacarnya pas lagi sayang sayangnya " celetuk Bram .


Marvin hanya diam tidak lagi menyahut ucapan Bram . Pekerjaan nya lebih berarti dari pada membicarakan hal tidak penting dengan Bram .

__ADS_1


__ADS_2