
Seharian di rumah Marvin benar benar membuat Nada menjadi ratu . Nada tidak bisa menolak permintaan suaminya . Bahkan mau makan saja Nada tidak di ijinkan . Marvin sendiri yang akan menyuapinya . Ke kamar mandi juga Marvin yang akan menggendong Nada .
Apa aku sakit parah ? batin Nada .
" Kenapa aku tidak boleh makan sendiri ? Aku cuma masuk angin " ucap Nada .
" Aku tidak mau kamu terlalu lelah " ucap Marvin .
" Tapi aku tidak lelah. Aku cuma merasa lemas karena dari tadi ke kamar mandi " ucap Nada .
" Apa kamu tidak mau pergi ke dokter ?" tanya Marvin lagi . Mungkin ini yang ke sekian kalinya Marvin menanyakan itu
" Aku sudah bilang aku tidak apa apa . Ini sudah yang ke sekian kali nya kamu bertanya . Memangnya kenapa ? Apa aku sakit parah ?" tanya Nada hati hati .
" Apa yang kamu katakan . Aku cuma merasa khawatir dengan keadaan mu itu saja " tegas Marvin .
Marvin ingin mengatakan jika mungkin saja istrinya itu hamil . Tapi dalam hatinya tidak ingin jika nanti dirinya terlalu berharap dan bersemangat tapi hasilnya nihil . Jadi Marvin hanya menyembunyikan hal ini sendiri .
" Ya sudah . Aku mau tidur " ucap Nada .
" Hemm .. Tidur lah . Aku akan menjaga mu di sini " ucap Marvin .
Setelah memastikan istrinya tidur Marvin berselancar dengan ponselnya . Mencari tanda tanda awal kehamilan .
" Sepertinya iya . Tapi ... Ya sudah lah nanti saja " ucap Marvin .
Marvin lalu menghubungi Bram untuk membelikannya di apotek .
Di tempat Bram berada . Bram mengerutkan keningnya karena dia harus membelikan bos nya alat tes untuk kehamilan .
" Apa dia gila . Aku bahkan tidak tahu benda seperti apa itu ?" kesal Bram .
__ADS_1
" Baiklah . Demi masa depan ku . Aku harus melakukannya " ucap Bram .
Bram berjalan menuju mobilnya . Dan mengendarai untuk menuju apotek terdekat .
" Mbak , saya mau beli tespek " ucap Bram kepada penjaga apotek wanita .
" Mau yang mana ? " tanya penjaga apotek tersebut seraya menunjukan tes kehamilan dari yang harganya murah sampai yang mahal .
" Berikan saya yang terbaik . Em 10 mbak " ucap Bram .
" Baik . Saya ambilkan "ucap pegawai tersebut .
" Bram " panggil seorang wanita paruh baya yang juga sedang berkunjung di apotek tersebut .
Bram menoleh ketika namanya di panggil .
Dengan terkejut dan panik Bram segera mendekati wanita paruh baya yang merupakan ibu dari Bram sendiri .
" Ngapain mama di sini ? Mama mau beli apa ?" tanya Bram beruntun .
" Permisi pak ini tes kehamilan yang bapak minta " ucap Pegawai wanita itu .
" Tes kehamilan ? Siapa yang hamil ? Kamu menghamili anak orang ?" tanya mama nya Bram dengan kening berkerut .
" Ti.. tidak .. Ini tidak seperti yang mama pikirkan " jelas Bram .
" Lalu ini apa ? Mau apa kamu beli alat itu ? .Mama tidak pernah mengajarkan kamu untuk melakukan hal yang seperti itu Bram . Bikin malu keluarga saja " ucap Mama nya Bram lalu pergi meninggalkan Bram .
" Ma .. Bukan seperti itu " teriak Bram .
" Aduh .."
__ADS_1
" Ini mbak kembaliannya ambil saja " ucap Bram .
" Orang pas . Kembalian dari mana " gumam wanita yang merupakan pegawai apotek .
Dengan sedikit berlari Bram menuju mobilnya dan mengejar mobil mama nya .
" Ini semua gara gara Marvin " ucap Bram .
Sedangkan di rumah yang cukup besar itu . Seorang wanita paruh baya terus mengomel ketika memasuki rumah nya . Sang suami yang menatap istrinya dengan heran . Tidak biasanya istrinya akan terus mengomel .
" Mama ada apa ?" tanya sang suami .
" Anak mu pa " ucap mama Dela yang tak lain ibu dari Bram .
" Kenapa dengan Bram ?" tanya papa Delon .
" Dia tadi di apotek membeli alat untuk tes kehamilan " ucap mama Dela lemas .
" Apa ? Ternyata dia masih normal ma " jawab papa Delon .
" Pa .. Anak kita menghamili anak orang . Bukannya di marahin malah seneng anaknya menghamili anak orang " ucap Mama Dela penuh rasa kesal .
" Tapi apa mama tidak ingin jika anak kita itu segera berumah tangga dan kita akan memiliki cucu " ucap Papa Delon .
" Iya juga sih . Tapi nggak gini juga cara nya " ucap Mama Dela .
" Sebaiknya kita cari tahu dulu siapa yang di hamili oleh Bram . Sebelum perutnya membesar kita akan menikahkan mereka " ucap Papa Delon .
" Setuju . Kita akan mencari tahu siapa wanita itu "
Bram yang tadinya akan pulang untuk menjelaskan kepada sang mama dia harus urungkan terlebih dahulu . Karena Marvin memintanya untuk mengantarkan pesanannya segera . Dia sudah penasaran apakah yang dia harapkan benar adanya atau tidak .
__ADS_1