JODOH Pilihan KAKEK

JODOH Pilihan KAKEK
Canggung


__ADS_3

Pagi ini terasa sunyi . Bahkan biasanya mama Anjani akan terlihat lebih banyak bicara saat ini lebih ke diam . Semua orang tahu mama Anjani sedang kesal. Jadi mereka juga lebih memilih diam . Dari pada ceritanya akan jadi lebih panjang .


Marvin yang menyadari kehadirannya masih belum di terima oleh mertuanya . Terlebih ibu mertuanya yang memang saat itu begitu kesal kepadanya . Tapi Marvin juga tahu kalau itu adalah kesalahannya .


" Selamat pagi ma , pa " sapa Marvin yang baru saja turun bersama Nada .


Tidak ada jawaban dari semua orang yang kini sedang duduk di meja makan . Papa Arya hanya menatap sekilas tapi tidak merespon . Tidak mau berurusan dengan sang istri yang nanti akan berakibat tidur di kamar lain .


Niko memang pada dasar nya tidak menyukai Marvin . Menurut Niko , Marvin memang suka tebar pesona . Apalagi dia juga sudah berjanji untuk menjaga kakaknya tapi malah menyakitinya .


" Selamat pagi om , tante " sapa Meta yang juga ikut merasa canggung .


Aneh dengan suasana yang biasanya akan terasa hangat tapi justru terlihat dingin .


" Pagi nak . Ayo sarapan , Semua sudah menunggu " ucap Mama Anjani dengan sedikit tersenyum .


Meta hanya tersenyum kikuk . Tahu jika mama Anjani hanya memaksakan senyumnya .


" Nyokap lo kalau lagi gini nyeremin " bisik Meta kepada Nada .

__ADS_1


Nada menatap Meta malas . Jika mama nya dengar pasti akan mengamuk .


Setelah itu mereka menyantap sarapan dengan canggung . Tidak ada percakapan satu pun . Hanya suara sautan sendok dan garpu yang saling beradu .


Setelah selesai makan Marvin segera menyela .


" Sebelumnya saya minta maaf ma , pa untuk kejadian yang telah terjadi . Dalam waktu dekat ini kira-kira satu minggu dari sekarang saya akan mengadakan pesta pernikahan yang sempat tertunda. Mungkin dengan adanya ini semua akan tahu kalau kami sama sama sudah memiliki pasangan . Dan tidak akan ada lagi orang-orang yang mencoba memanfaatkan keadaan " ucap Marvin .


" Mungkin kesalahan kemarin terjadi karena tidak ada yang tahu tentang pernikahan kami yang memang secara mendadak . Sehingga masih ada yang mencoba mendekat . Tapi bukan berarti saya menyalahkan pernikahan kami yang terjadi secara tiba tiba tapi itu juga karena kelalaian saya pribadi . Sekali lagi saya minta maaf " ucap Marvin .


" Kalau papa menyerahkan semua ini kepada Nada . Nada yang lebih tahu bagaimana rumah tangga kalian dan bagaimana kamu . Tapi papa juga berharap masalah kalian segera selesai . Kasian yang sudah tidak ada jika sampai kalian merasa terbebani dengan perjodohan ini " ucap papa Arya bijak .


" Sebagai orang tua kami tidak ingin anak yang kami besarkan yang kami rawat penuh cinta tersakiti . Jika kamu memang tidak menginginkan anak saya maka kembalikan . Jangan pernah menyakitinya . Kami dengan senang hati membuka pintu lebar lebar untuk anak ku kembali dari pada harus hidup tanpa sebuah kebahagiaan " ucap Papa Arya lagi .


Meta yang berada di dekat Nada mengelus lembut punggung Nada yang sedikit bergetar .


Marvin juga tahu kesalahannya tapi dia benar benar tidak ingin kehilangan istri ya .


" Saya sangat mencintai istri saya pa . Jadi sampai kapan pun saya tidak akan pernah melepaskan istri saya . Selepas dari kesalahan saya kemarin itu karena adik papa yang selalu mencoba menghancurkan peeusahaan saya " ucap Marvin jujur .

__ADS_1


" Maksud kamu Karin ?" tanya papa Arya .


" Iya pa dan juga suaminya. Suaminya bekerja di anak cabang perusahaan saya yang di sana . Tapi dia memanipulasi keuangan proyek pembangunan pabrik yang akan saya bangun di sana . Sehingga banyak merugikan perusahaan . Dan sekarang pak Irwan berada di kantor polisi . Dan tante Karin saya rasa masih di sana " ucap Marvin .


" Mereka memang tidak pernah berubah . Mereka begitu serakah dan haus dengan uang . Yang akhirnya tanpa mereka sadari itu yang membuat mereka salah jalan " ucap Papa Arya .


" Ma kita harus ke sana untuk melihat keadaan Karin .Bagaimana pun dia adik ku " ucap Papa Arya lalu bangkit dari duduknya .


Mama Anjani juga ikut bangkit dari duduknya mengikuti langkah sang suami . Tapi baru beberapa langkah mama Anjani menghentikan langkahnya .


" Kalian tinggal di sini sampai kalian mengadakan pesta pernikahan " ucap mama Anjani kembali melanjutkan langkahnya .


Marvin mengangkat kepalanya menatap punggung ibu mertuanya yang sudah menjauh .


" Apa mama sudah tidak marah ?" gumam Marvin yang masih terdengar oleh uang lain .


" Apa saking senangnya kakak menjadi bodoh . sehingga tidak bisa memahami " ucap Niko lalu meninggalkan meja makan.


Marvin lalu meraup wajahnya kasar . Mencoba menetralkan rasa senangnya .

__ADS_1


" Sayang maafkan aku ya . Jangan menangis " ucap Marvin lalu memeluk Nada .


" Aku .. Aku .. Aku mau pulang dulu " ucap Meta yang mendadak ikut canggung dan bahagia melihat kebahagiaan sahabatnya .


__ADS_2