
Setelah mempersiapkan begitu banyak hal . Akhirnya rencana untuk mengadakan sebuah pesta pernikahan terlaksana juga . Tamu undangan juga dari kalangan pengusaha dan juga keluarga maupun sahabat . Mereka juga mengundang keluarga Alexander dan juga keluarga Darmawan yang merupakan rekan bisnis dari keluarga Vullen .
Barra dan Bella juga hadir di sana dengan membawa kedua anaknya . Papi Edo dan juga Ayah Arga bersama istri juga hadir. Semuanya turut bahagia menyambut kabar bahagia dan mengejutkan ini .
Pasalnya tidak ada yang tahu tentang pernikahan dari pengusaha muda yang merintis usahanya di luar negeri itu . Bahkan gosip jika Marvin dekat dengan seorang gadis juga tidak ada .
Namun dibalik pesta yang begitu meriah masih saja yang menganggap jika pernikahan ini terjadi karena Marvin telah menghamili anak orang . Tapi itu hanya untuk orang yang tidak begitu menyukai Marvin atau lebih tepatnya merasa iri dengan usaha Marvin yang berkembang pesat padahal masih terbilang muda .
Keluarga besar dari Marvin dan Nada begitu bahagia dengan pernikahan anak anaknya . Yang awalnya mereka mengira bahwa Marvin yang orangnya dingin dan tidak ingin dekat dengan perempuan itu tidak akan bisa menjalin sebuah hubungan dengan Nada yang memang terlihat lebih pendiam . Tapi siapa sangka jika rumah tangga Marvin dan Nada bisa di bilang mereka bisa menjalaninya walau pun mereka belum saling mengenal satu sama lain . Hanya pernah bertemu sewaktu kecil saja . Mungkin Marvin masih ingat tapi entahlah dengan Nada .
" Selamat untuk kalian berdua . Semoga kalian menjadi keluarga bahagia dan segera memberikan kami cucu " ucap Mami Maya dengan tersenyum mengembang bersama juga air mata yang membasahi pipinya .
Mami Maya juga memeluk erat tubuh Nada yang sudah berbalut gaun mewah .
" Terima kasih mi " jawab Nada .
" Amin mi . Doa Mami semoga segera terkabul " hawab Marvin yang kini sedang berdiri di samping orang tersayangnya .
__ADS_1
Nada menatap Marvin tajam . Bisa bisa nya dia berbicara seperti itu .
" Haha iya . Kalian harus berusaha keras untuk itu . Tapi kalian juga harus bersabar " ucap mami Maya lagi .
" Tentu mi . Kalau itu tidak perlu di ajari " jawab Marvin apa adanya .
Nada kesal dengan jawaban Marvin yang terbilang begitu semangat jika mengangkut urusan itu .
" Tapi kamu juga jangan menyiksa anakku . Hemm kamu cantik sekali sayang " puji Mama Anjani .
Mama Anjani memutar bola matanya malas .
" Dasar lelaki . Tapi kelihatannya kamu cukup kuat . Apa kamu minum obat kuat ?"tanya mama Anjani polos .
" Maa .. Mama ini ngomong apa sih . Mendingan mama keluar nemenin papa " ucap Nada yang tidak ingin pembicaraan orang dewasa ini sampai kemana mana .
" Tapi ..
__ADS_1
" Udah nggak usah di lanjut lagi " ucap Nada memotong pembicaraan mamanya .
Pipi Nada kali ini sudah merah sepeeti tomat karena malu . Apa lagi di ruangan itu juga ada mama mertuanya .
Mami Maya justru tertawa melihat Nada yang sudah menahan malu .
" Sudah sayang nggak usah malu " ucap Mami Maya .
" Ya sudah mami keluar dulu . Kalau mami keluar kalian jangan nganu dulu ya tahan sampai nanti malam dulu . Soalnya acara sudah mau di mulai " ucap Mami Maya tambah ada ada ngomongnya .
Nada rasanya ingin sekali teriak . Bisa bisa nya mama dan ibu mertuanya ngobrolnya satu frekuensi .
" Tenang aja mi .. Marvin junior sabar kok " jawab Marvin ..
Mami Maya hanya mengacungkan jempolnya .
Sebenarnya candaan itu untuk membuat pengantin itu tidak merasa gugup . Dengan sedikit candaan akan membuat mereka releks .
__ADS_1