JODOH Pilihan KAKEK

JODOH Pilihan KAKEK
Mama keren


__ADS_3

" Ngapain kamu di sini ?" pertanyaan pertama yang terlontar dari mama Anjani .


Sebagai seorang ibu hati siapa yang tidak sakit jika sang anak di sakiti . Sudah pergi tapi sama sekali memberi kabar . Di tambah berita miring yang beredar di luar sana semakin membuat hati mama Anjani kesal .


Bahkan suaminya dulu sangat sibuk dan dulu pernah hampir gulung tikar tapi sesibuk apapun suaminya selalu memberi kabar kepada mama Anjani .


Menyesal ? Pasti ada . Menjodohkan anaknya dengan pria yang tidak ia kenal dan sekarang jika harus menyakiti hati anaknya pasti akan membuat hati kedua orang tua Nada merasa bersalah karena menjodohkan anaknya dengan pria yang tidak setia .


" Kok kamu ngomongnya gitu ?" tanya nenek yang datang bersama dengan Marvin .


" Sudah lah bu . Saat ini aku tidak mau ada dia di sini .Pulanglah kerumah orang tua mu . Baru kamu ke sini " ucap Mama Anjani dengan tegas .


Nada dan papa Arya diam tidak mau ikut campur mama Anjani . Karena dalam hati mereka juga merasa kesal . Bisa-bisanya tidak mengabari istrinya .


" Saya minta maaf ma , pa . Dan untuk ...


" Sudahlah . Apa kamu tidak dengar saya bilang apa tadi ? Hah ..?! . Pergilah rumah ini tertutup untuk mu " ucap Mama Anjani .

__ADS_1


" Tapi Nada ..


" Dia anak saya . Saya juga tahu dia istri kamu . Tapi anak saya tidak kamu hargai dan tidak kamu anggap ini akan tetap bersama kami . Dia akan bahagia di sini " ucap Mama Anjani selalu memotong ucapan Marvin .


Kali ini Marvin benar-benar salah . Marvin juga menyadari hal itu . Tapi keadaan di sana memang membuatnya lupa .


" Baiklah . Saya permisi dulu ma , pa . Nada nanti saya akan menjemput kamu" ucap Marvin berpamitan .


" Nggak ada acara jemput menjemput . Pergi sana " ucap Mama Anjani lalu menutup pintu rumahnya .


" Mama keren " ucap Niko bertepuk tangan .


" Huh " Mama Anjani menghela nafasnya kasar . Kekesalan di dalam hatinya semakin membuncah ketika melihat menantu nya itu .


" Seharusnya kamu mendengarkan ...


" Kalau papa mau mendengarkan penjelasannya sana dengar kan sendiri . Sana ikuti menantu mu kesayangan mu itu " ucap mama Anjani masih merasa kesal dengan Marvin .

__ADS_1


" Sayang , ada mama . Jangan pikirkan masalah mu . Ayo kita sarapan . Kamu pasti lapar " ucap mama Anjani lalu membawa Nada ke meja makan .


Bahkan mana Anjani sampai lupa kalau ibu mertuanya juga baru pulang . Menanyakan kabar sampai lupa karena kekesalannya dan kekecewaannya kepada menantu nya . Tapi ia juga bersyukur kalau ibu mertuanya tidak apa-apa . Yang ada di benak Mama Anjani yaitu anak perempuannya .


Papa Arya dan nenek memaklumi apa yang fi lakukan Mama Anjani . Itu karena dia begitu menyayangi anak-anaknya . Apalagi Nada yang jarang pernah mengeluh ini dan itu .


" Ibu kenapa bisa bersama Marvin ? " tanya Papa Arya .


" Sudahlah nanti saja . Sekarang yang terpenting anak perempuan mu dulu . Pasti dia juga merasa kecewa dengan suaminya itu . Meskipun dari luar dia terlihat biasa saja . Tapi ibu bisa melihat itu " ucap nenek .


" Baiklah sekarang ibu istirahatlah dulu . Setelah itu jelaskan kepada kita kenapa bisa ibu pulang bersama Marvin . Seharusnya ibu memberi kabar jika ibu baik-baik saja . Di rumah bahkan tidak bisa tidur memikirkan keadaan ibu " ucap Papa Arya panjang lebar .


" Sudah ngomelnya . Kamu ini lama-lama seperti istri mu suka ngomel . Tapi beruntung kamu mendapatkan dia . Kamu jadi bisa bicara " setelah mengatakan itu nenek menuju ke kamarnya dengan di temani oleh suster Eni .


" Memangnya aku tidak bisa bicara . Saat itu aku hanya malas berbicara " ucap Papa Arya tak mau kalah .


Nenek hanya melambaikan tangannya tanda dia tidak peduli dengan ucapan anak nya itu .

__ADS_1


__ADS_2