JODOH Pilihan KAKEK

JODOH Pilihan KAKEK
Kalang kabut


__ADS_3

Di rumah mewah di sebuah perumahan yang rata-rata memang di huni oleh kalangan pengusaha . Kediaman Vullen , seorang pemuda yang sudah berstatus suami itu tengah merasa frustasi dengan dirinya sendiri . Atas kelalaiannya sehingga menjadikan dirinya dalam masalah .


Tapi yang lebih membuatnya kesal istrinya pasti marah kepadanya dan pastinya kecewa . Meskipun rumah tangganya selalu anteng tapi kali ini Marvin sangat merasa menyesal .


Beruntung di sana ada Bram yang mengurus masalah ini . Dan dia memutuskan untuk pulang . Percuma juga berada di sana tapi tidak bisa melakukan pekerjaan .


" Lalu bagaimana apa kamu tahu siapa dalang dari masalah ini ?" tanya kakek .


" Sudah kek " jawab Marvin yang sebenarnya tidak ingin membahas masalah ini .


" Lalu kenapa kamu bisa seceroboh ini Marvin ?" kini giliran papi Mario yang berbicara .


" Saat itu aku aku sedang sibuk dengan pekerjaan aku pi . Dan saat itu juga Sonya datang dan karena pekerjaan ku yang menumpuk aku saat itu sedang haus . Sonya lah yang memberikan aku minum . Tapi beruntung saat itu aku masih sadar , sehingga tidak terjadi apapun di antara kami " jelas Marvin .


" Sesibuknya kamu . Kamu harus menghubungi istrimu . Ingat Marvin kamu sudah memiliki istri yang menunggumu di rumah . Kalai kamu masih sendiri silahkan kamu seenaknya sendiri memforsir kerjaan kamu . Mau pulang kapan , mau ngapain , terserah . Tapi ada istri kamu sekarang . Sediam-diamnya wanita pasti juga akan berfikir yang tidak-tidak " ucap Mami Maya panjang lebar .


Sebagai seorang wanita dan juga seorang ibu pastinya Mami Maya tahu apa yang sedang dirasakan oleh Nada dan juga besannya . Sehingga mengusir anaknya dan tidak memperbolehkan menantu cantiknya di bawa pulang .


" Kalau Mami jadi ibu mertuamu . Sudah aku pisahkan kamu dengan anak ku " ucap Mami Maya menakuti Marvin supaya lebih berhati-hati lagi . Apalagi banyak orang di luaran sana yang menginginkannya . Entah itu baik atau sebaliknya .


" Mami kok ngomongnya gitu sih " ucap Marvin kesal .


Marvin tidak suka ibunya mengatakan hal seperti itu . Apa lagi Marvin begitu mencintai istrinya . Walaupun baru kemarin mengatakan isi hatinya . Tapi justru ada berita yang pastinya akan membuat hati istrinya tidak mempercayainya begitu saja .


" Terserah Mami dong " ucap Mami Maya lalu meninggalkan ruang keluarga itu .


" Marvin harus ke sana " Marvin bergegas mengambil kunci mobilnya dan melajukan ke kediaman mertuanya .


Jalanan sore itu begitu macet sehingga Marvin harus berlama-lama berada di jalanan padat itu . Salah sendiri Marvin keluar di saat jam pulang kantor yang pastinya akan membuat jalanan sore itu terasa padat .

__ADS_1


" Kenapa lama sekali sih " kesal Marvin lalu memukul stir kemudinya sehingga membuat bunyi klakson .


" Sabar macet woy " teriak salah seorang yang berada di dekat mobil Marvin .


" Gue juga lihat kali " gumam Marvin .


Di tempat berbeda , Nada justru sedang jalan-jalan bersama Meta . Sahabat yang selalu ada untuknya . Mereka pun belanja juga atas permintaan Mama Anjani . Kalau bukan mana mau mereka buang-buang uang untuk membeli barang yang belum pasti mereka pakai .


" Bagus itu bajunya . Gue mau beli yang itu " ucap Meta semangat .


" Lo mah semua juga bagus " ucap Nada mencibir Meta yang memang suka seperti itu . Sekali belanja suka kalap . Tapi sekali saja .


" Serius deh itu bagus . Ya kan ?" ucap Meta seraya melihat baju yang dia pilih .


" Iya bagus . Udah yuk gue lapar " ucap Nada mengelus perutnya .


" Belumlah . Makanya gue ngajakin lo makan . Gimana sih lo " ucap Nada yang tidak tahu maksud dari pertanyaan sahabatnya .


" Dih cantik-cantik tapi oneng . Maksud gue hamil " ucap Meta memperagakan tangannya membulat seperti orang hamil .


" Belum . Udah ayo malah bahas hal nggak penting " ucap Nada .


" Hamil ?" tanya seseorang yang tidak tahu dari kapan dia di sana .


Nada dan Meta lalu menoleh ke arah sumber suara .


" Siapa yang hamil " tanya Miko lagi lalu berjalan mendekat .


" Hamil ? Siapa ?" tanya balik Meta .

__ADS_1


" Tadi kalian membicarakan soal kehamilan . Memangnya siapa yang hamil ?" tanya Miko lagi mencari tahu . Sebenarnya dia sedikit mendengar samar obrolan kedua gadis cantik ini .


" Oh itu .. Kucing . Kucing tetangga gue ya kan Nad ?" ucap Meta sedikit salah tingkah .


" Iya . Kucing . Kucing tetangga Meta lagi hamil . Kalau nggak salah 9 bulan . Jadi udah mau lahiran " ucap Nada .


" Ngarang banget sih lo mana ada kucing hamil 9 bulan " kesal Meta .


" Ya gue asal aja " jawab Nada .


" kucing itu hamil paling cuma 2 bulan lalu melahirkan " ucap Miko .


" Kok malah jadi bahas kucing sih . Ya udah ya Mik . Kita duluan , bye " ucap Meta tak ingin Miko ikut dengan mereka . Apalagi masalah rumah tangga sahabatnya sedang di guncang . Dan beberapa yang lalu ada gosip tentang Nada dan juga Miko . Jika mereka tahu keduanya jalan bersama pasti akan tambah panas lagi cuacanya elah bukan suasananya .


" Bukan kah mereka yang di kabarkan dekat itu ya ?" tanya salah seorang yang melihat mereka .


" Iya . Tapi mereka seperti bukan seorang kekasih . Nyatanya mereka tidak bersama " ucap Salah satunya lagi .


Nada dan Meta kini sudah berada di sebuah restoran yang sering mereka kunjungi.


" Rame ya . Perasaan bukan malam minggu " ucap Meta .


" Ye emang harus nungggu malam minggu dulu baru rame " ucap Nada .


" Sapa tahu . Tapi kalau malam jumat sepi ya " ucap Meta cekikikan .


" Nggak usah ngeres lo " Nada menoyor kepala Meta .


Setelah pesanan datang akhirnya mereka makan seraya mengobrol . Sehabis jalan jalan dan puas berbelanja . Mereka pulang hingga hampir larut malam . Mereka memang menggunakan waktu kali ini untuk bersenang-senang .

__ADS_1


__ADS_2