
Acara makan malam yang telah di siapkan oleh Marvin , untuk memberikan kejutan kepada kedua orang tua mereka kini berubah karena mood ibu hamil berubah . Yang tadinya sudah di siapkan dan calon ibu baru juga sudah mengiyakan tapi hanya karena masalah yang menurut Marvin kecil tapi bagi ibu hamil itu besar .
" Itu bajunya cantik sayang . Tadi kamu katanya mau yang itu " ucap Marvin .
Sebelum semua itu terjadi . Marvin dan Nada pergi untuk membeli sebuah gaun yang akan di gunakan oleh Nada untuk makan malam keluarga . Nada juga sudah memilih gaun yang begitu simple namun tetap terlihat cantik . Pada dasarnya memang Nada suka yang sederhana .
Tapi setelah sampai di rumah , menurut Nada baju itu sudah tidak sebagus tadi sewaktu dia berada di mall . Dan Nada menginginkan gaun yang baru tadi dia lihat di ponselnya yang juga sudah Marvin belikan untuk istrinya .
Karena gaun itu baru bisa sampai besok alhasil makan malam di adakan di kediaman Marvin dan Nada sendiri . Dan restoran yang sudah di pesan akhirnya memaklumi . Apalagi Bram mengatakan kepada pemilik restoran jika sang nyonya sedang hamil . Pemilik restoran pun memakluminya dan dia juga pernah mengalami hal tersebut ketika istrinya hamil .
Tapi makanan semua tetap di pesan dari restoran tersebut . Dan chef terbaik juga di usung untuk memasak di kediaman Marvin .Ya secara sultan bukan kaleng kaleng ya .. hehe
" Permisi Tuan . Ibu dan mertua Tuan sudah berada di bawah " ucap Bibi yang memberi tahu Marvin dengan kedatangan orang tuanya .
" Iya bi . Saya akan segera turun " ucap Marvin .
" Baik . Saya permisi Tuan " pamit bibi
Marvin hanya menganggukkan kepalanya .
" Sayang ...
tok tok tok
" Siapa ?" ucap Marvin sedikit kesal .
" Ini saya bos . Gaunnya sudah tiba " ucap Bram
Marvin meminta Bram untuk mengambil gaun yang telah di pesan oleh istrinya . Demi sebuah perdamaian rumah tangga Marvin .
" Sudah . Tunggu di bawah . Bilang kepada mama kalau Nada sedang bersiap . Sebentar lagi turun " ucap Marvin .
__ADS_1
" Sabar . Namanya juga ibu hamil . Selamat berjuang kanebo kering .. hahaha " tawa Bram menggelegar ..
Baginya sahabatnya itu terlalu kaku . Bahkan dulu juga tidak pernah dekat dengan seorang wanita . Hanya pacaran bersama Gina itu saja karena di paksa oleh Bram . Karena dia risih Sonya terlalu agresif dengan Marvin . Sonya pasti akan terus menempel seperti lem jika sudah bersama Marvin . Berbeda dengan Gina , meskipun Gina menyukai Marvin tapi dia bisa menjaga jarak dengan Marvin . Dan Gina juga termasuk perempuan yang sederhana . Gina memang bukan berasal dari orang berada seperti Marvin . Kuliah di luar juga karena mendapatkan beasiswa .
Hingga suatu ketika Gina mendapat telpon dari orang tuanya yang akan menjodohkannya dengan seorang pria . Jika Gina tidak mau maka Marvin harus segera menikahinya . Keluarga Gina saat itu sedang di lilit hutang. Dan Gina terpaksa menjauh dari Marvin dan pulang meninggalkan Marvin tanpa sepatah katapun . Tapi bukan berarti Marvin tidak tahu menahu tentang apa yang sedang di alami Gina . Marvin juga lah yang membantu melunasi hutang kedua orang tua Gina . Sehingga Gina tidak jadi menikah dengan pria tua yang meminjamkan uang kepada orang tua Gina . Gina tahu jika Marvin telah membantunya . Jika tahu mungkin dia sangat menyesal meninggalkan Marvin . Meskipun dia juga tahu kalau Marvin tidak memiliki perasaan terhadapnya .
tak tak tak
Suara sepatu hak 3 cm itu terdengar . Nada juga meminta ijin untuk memakai sepatu yang baru saja di antar oleh Bram . Dan lagi Marvin menyerah . Supaya tidak melebar kemana mana .
Mama Anjani dan Mami Maya tengah mengobrol di ruang tamu . Sedangkan calon kakek sedang bermain catur seraya melihat taman . di malam hari .
Nuansa rumah yang di pilih oleh Marvin memang modern dan tatanan Nada juga semakin membuat rumah terasa nyaman untuk di tinggali .
Sedangkan Bran berada di teras bersama calon kakek menjadi wasit . .
" Malam ma , mi . Maaf lama " ucap Nada .
" Nggak papa sayang . Sini duduk " ucap Mami Maya .
" Sudah dari tadi ma ?" tanya Marvin .
" Enggak baru kok " jawab Mama Anjani .
" Papa dan papi kemana kok nggak kelihatan ?" tanya Marvin lagi seraya mengedarkan pandangannya mencari keberadaan calon opa .
" Mereka sedang main catur di samping . Katanya di sana udaranya segar " jawab Mami Maya .
" Iya . Semua ini Nada yang mengatur " Ucap Marvin dengan bangga .
" Permisi Tuan . Maaf mengganggu , makan malamnya sudah siap " ucap bibi .
__ADS_1
" Oke bi " jawab Marvin .
" Mari Ma kita makan dulu . Saya panggil papi dan papa dulu " ucap Bram .
" Ayo ma , mi " ajak Nada
Setelah semua berkumpul mereka lalu menyantap hidangan yang telah di siapkan oleh chef dari restoran yang tadinya menjadi tempat makan malam mereka .
Mereka saling mengobrol satu sama lain . Nada juga terlihat menikmati hidangan di hadapannya . Kali ini perutnya bisa diajak bekerja sama .
" Ma, pa , mi , pi . Semuanya yang ada di sini . Terima kasih sudah bersedia datang ke rumah kami . Pertama acara makan malam ini untuk rumah yang telah kami tinggali ini . Semoga bisa menjadi tempat kami untuk berteduh sekaligus tempat tinggal yang nyaman untuk kami dan anak anak kita nanti " ucap Marvin ketika mereka sudah berada di ruang keluarga .
" Dan malam ini kami akan memberikan sebuah hadiah . Ini " ucap Marvin seraya menyerahkan sebuah kotak kecil kepada orang tuanya.
" Apa ini ?"tanya Mami Maya .
" Silahkan dibuka hadiah kecil dari kami . Semoga suka " ucap Marvin .
Dengan penuh semangat para orang tua lalu membuka kotak yang telah di berikan oleh Marvin . Di Sana ada sebuah alat tes kehamilan yang menunjukkan garis dua dan. juga foto calon bayi Nada dan Marvin .
" Ya allah . Ini cucu ku " ucap papa Arya .
" Iya . Ini foto cucu ku . Berarti aku sudah mau menjadi kakek " ucap Papi Mario .
" Iya pi , pa " ucap Nada terlihat malu malu .
Mami Maya dan Mama Anjani segera memeluk Nada . Mereka bersyukur rumah tangga yang awalnya tidak di dasari rasa cinta dan berawal dari sebuah perjodohan . Mereka juga harus menikah dadakan . Tapi dengan hadirnya anak diantara mereka . Itu sudah membuat para orang tua merasa bersyukur
" Selamat sayang . Semoga kamu dan bayi kamu selalu di beri kesehatan dan kalian selalu bahagia " ucap mama Anjani yang sudah tidak bisa menahan air matanya .
" Iya ma . Terima kasih " ucap Nad juga tak bisa membendung air matanya .
__ADS_1
" Kalau ibu hamil harus happy terus . Nggak boleh sedih sedih . Nanti debay ( dede bayi )nya juga ikut sedih " nasehat ibu mertua , Mami Maya .
" Iya mi " ucap Nada bersyukur selalu di hadirkan oleh orang orang yang selalu menyayanginya ...