
Semenjak Bram mengatakan jika dia bertemu dengan Sonya . Marvin merasa khawatir dengan istrinya . Wanita satu itu terlalu berambisi terhadap dirinya . Apalagi Nada belum mengetahui tentang kebiasaan Sonya . Dan juga tidak tahu tentang kedekatan Sonya dengan dirinya dulu .
Bukan tidak ingin menceritakan tapi memang tidak ada hal yang penting untuk di ceritakan. Ya memang Marvin sendiri dengan Donya hanyalah sebatas teman . Meski Sonya berharap lebih .
Sore ini cuaca cukup mendung . Suara guntur saling bersahut . Dan hari ini Nada ada kepentingan dan mengharuskan dia keluar . Dia akan bertemu dengan Meta mengenai tugas kuliah mereka . Nada memang tudak di ijinkan untuk kuliah terlebih dahulu . Tapi Nada selalu memaksa untuk tetap kuliah apa lagi perutnya masih kecil . Padahal Bram sudah meminta ijin kepada pihak kampus .
Selama hampir satu bulan di rumah nyatanya membuatnya bosan . Jika mual toh sudah ada yang tahu kalau dia sudah menikah pikir Nada .
Mobil Nada melaju di jalan yang sudah mulai gelap karena mendung . Dengan kecepatan sedang Nada mengendarai mobilnya . Dia tahu kini dia harus menjaga dirinya dan calon anaknya . Dia juga sadar jika dia tidak sendiri . Jadi harus lebih berhati hati .
Setelah sampai di sebuah kafe . Nada mulai masuk dan mencari keberadaan Meta .
" Nada " sapa seorang wanita .
" Kak Sonya ?" jawab Nada .
" Iya ini gue . Sudah lama nggak ketemu " jawab Sonya .
" Kakak sendiri ?" tanya Nada .
" Iya . Lo tahu sendiri kalau Bokap gue di penjara . Nyokap juga baru keluar kemaren " ucap Sonya dengan wajah sendu .
Karin memang hanya beberapa bulan di sana . Itu juga karena nenek nya Nada yang tak lain ibu dari Ayah nya Nada dan Ibu dari Karin , nenek Sonya . Sebagai seorang ibu juga merasa kasihan dengan putrinya itu . Karin menjadi berubah setelah menikah dengan Irwan yang hanya mengincar harta Karin . Tapi Karin tidak peduli dengan semua itu .
" Alhamdulillah . Aku ke sana dulu ya kak , sudah di tunggu Meta " pamit Nada .
__ADS_1
" Oke " Jawab Sonya dengan mengangguk .
" Atau mau gabung aja sama aku kalau kakak cuma sendiri . Aku cuma sama Meta kok " ajak Nada .
" Apa nggak ganggu ?" tanya Sonya .
" Nggak kok ayok " ucap Nada lalu menggandeng tangan Sonya .
Sonya merasa senang dengan kedekatannya dengan Nada . Nada adalah gadis yang baik dan tidak pernah berpikiran buruk dengan orang lain . Tapi tanpa di sadari Nada juga orang yang begitu hati hati dengan orang .
" Kok lo lama banget sih " ucap Meta .
" Sorry . Tadi gue ketemu sama kak Sonya " ucap Nada .
" Hay ta " sapa Sonya .
Mereka lalu memesan makanan dan juga minuman .
" Gue ke toilet sebentar ya " pamit Meta .
" Oke jangan lama di tunggu suami di rumah " gurau Nada .
" Percaya yang sudah ada suami " sahut Meta .
Sonya nampak geram dengan keduanya . Apalagi Nada yang terlihat bahagia dengan rumah tangganya .
__ADS_1
Gue nggak akan biarin lo selalu bahagia Nad . Gue harus bisa dapetin Marvin . Dia cuma milik gue .. batin Sonya .
" Lo bahagia dengan pernikahan lo ?" tanya Sonya .
" Alhamdulillah bahahia kak " jawab Nada dengan tersenyum hangat .
" Gue udah ada keponakan belum nih ?" tanya Sonya lagi .
" Udah bentar lagi " jawab Nada seraya mengelus perut ratanya dengan sumringah
" Senengnya bakal calon keponakan baru " ucap Sonya
" Aku mau pesen minum dulu kak . Aku haus banget soalnya " ucap Nada .
" Lo tunggu di sini . Ibu hamil duduk aja biar tantenya yang layanin " ucap Sonya .
Nada hanya mengangguk patuh . Merasa senang jika Sonya tidak seperti dulu yang selalu menjahilinya dan bertindak berlebih karena sifat iri nya .
Sonya lalu memesan minuman yang di minta oleh Nada .
Selang beberapa menit Sonya sudah kembali bersama nampan beserta minuman yang di inginkan Nada .
Dengan penuh semangat Sonya memberikan Minuman itu .
Namun ..
__ADS_1
Pyarrrr