
"Sudah berapa bulan usia kandunganmu?"Tanya Wisnu memulai obrolan
"5 bulan.."Jawabnya singkat
"Oh.. Lalu kenapa kau pindah ke kampung ini?Kalau aku boleh tahu.."Tanya Wisnu penasaran
"Cuma ingin mencari suasana baru."Jawab Aerin berbohong
"Lalu dimana suamimu?'Tanya Wisnu semakin penasaran
"Maaf.. Aku tidak bisa menceritakannya padamu."Jawab Aerin dengan datar
"Ah.. Maaf.. Aku tidak bermaksud mengusik masalah pribadimu."Ujar Wisnu merasa tidak enak
Aerin hanya tersenyum
Sesampainya disawah,Aerin mencari ibunya.Sang ibu yang melihat kedatangan Aerin langsung menghampirinya
"Aerin.. Kenapa kamu kesini nak?Kan ibu sudah bilang jangan pernah kesini.."Tanya ibunya merasa khawatir
"Tidak apa apa bu..Cuma hari ini..Aku memasakan makanan enak buat makan siang ibu.."Jawab Aerin tersenyum
"Kau ini.. Jangan terlalu capek nak..Perhatikan kehamilanmu..Ibu tidak mau terjadi apa apa sama kamu nak.."Ucap Ibu sambil mengusap usap punggungnya
"Iya.. Iya bu..Ibu tenang aja..Aku kuat kok."Jawab Aerin menenangkan ibunya agar tidak merasa khawatir
Wisnu yang melihat kekompakan dan kebersamaan mereka merasa terharu dan bahagia.Kehidupan yang sederhana namun mereka tetap terlihat bahagia seperti tanpa ada beban yang mereka pikul
__ADS_1
Sesaat perhatian ibu mengarah pada Wisnu
"Kamu siapa ya??"Tanya Ibu Aerin
"Ah.. Saya Wisnu bu..Anaknya ibu Arini.."Jawab Wisnu langsung berjabat tangan pada ibu Aerin
"Arini..??Ohh ... Yang anaknya seorang dokter dikota kan?"Tanya Ibu Aerin mencoba menebak
Aerin hanya memandang bingung pada ibunya
"Iya benar bu.."Jawab Wisnu tersenyum
"Ohh.. Jadi kamu Wisnu ya.. Apa kabar nak??Kenapa kamu bisa disini?"Tanya ibu Aerin langsung teringat
"Baik bu.. Saya sedang cuti dan sekalian menjenguk ibu.."Jawab Wisnu dengan ramah
"Terima kasih bu.."Jawab Wisnu kembali tersenyum
"Aerin.. Wisnu ini anak bu Arini ,kamu tahu kan?"Ujar ibu pada Aerin
"Ah.. Iya bu.."Jawab Aerin sambil mengangguk
Setelah menemani ibunya makan siang,Aerin pun berpamitan pada ibunya untuk kembali kerumah dan Wisnu ikut mengantarnya pulang kerumah
Sepanjang jalan Aerin hanya diam dan Wisnu terlihat bingung ingin bicara apa
"Sepertinya kau ini sangat pendiam ya?"Tanya Wisnu penasaran
__ADS_1
"Hah?? Tidak.."Jawab Aerin menoleh dan menggelengkan kepala
"Apa karna kau baru mengenalmu,kau sedikit takut?"Tanya Wisnu menebak
"Tidak.. Aku cuma tidak ingin orang orang sini menilai ku yang tidak tidak..Apa lagi kondisi ku seperti ini."Jawab Aerin menjelaskan
"Begitu.. Aku mengerti.. Tapi tenang saja,aku tidak ada niat jahat sedikit pun..Aku hanya ingin berteman dan lagi aku seorang dokter aku masih punya etika dalam berinterikasi dengan seseorang."Jelas Wisnu
"Terima kasih."Jawab Aerin tersenyum
Diperjalanan mereka terlihat gadis seumuran Aerin melihat kebersamaan mereka dengan tatapan tidak suka
Kok Wisnu bisa sama gadis itu.. Dia apa tidak bisa lihat kalau gadis itu sedang hamil..Batinnya dengan sedikit kesal
Sesampainya dirumah
"Terima kasih sudah mengantar saya.."Ucap Aerin yang akan memasuki rumahnya
"Iya.. Tapi tunggu..Ini kartu namaku..Jika kau butuh sesuatu atau terjadi sesuatu cepat beri tahu aku.."Ujar Wisnu sembari memberikan kartu namanya
"Terima kasih.. "Jawab Aerin singkat
"Kalau begitu aku pamit dulu..Permisi ."Ucap Wisnu langsung meninggalkan rumah Aerin
Dan Aerin hanya mengangguk pelan
......................
__ADS_1