
"Kau mau apa?"Tanya Arrin mencoba melepaskan tubuhnya dari Suga
"Diam lah..Biarkan seperti ini..Aku tidak akan melakukan apa pun padamu."Ujar Suga dengan nada pelan dan mendekapkan wajahnya disisi wajah Aerin
Aerin akhirnya membiarkan situasi Suga seperti itu.Perasaannya bercampur aduk,merasa gugup ,jantung yang berdegup kencang tak beraturan,suhu badan yang panas dingin ia rasakan menjadi semakin membuat Aerin tak berani bergerak.Suga yang menyadari dan merasakan degup jantung Aerin yang begitu kencang,justru ia memanfaatkan dengan semakin mendekap tubuh Aerin dengan sangat erat,agar Aerin tak bisa bergerak
Aduhh... Kenapa posisinya seperti ini.. Kau hampir membuatku susah bergerak manusia angkuh..Nafasku jadi sesak..Gerutu Aerin dalam hati
Sementara Suga hanya bisa tersenyum tipis
Mungkin aku mulai gila padanya..Batin Suga
......................
Esok harinya..
Suga terbangun lebih dulu,namun ia menyadari bahwa tubuhnya tak bisa digerakkan.Sesuatu yang berat menindih tubuhnya.Suga pun melirik kearah yang menimpa tubuhnya yang ternyata paha hingga kaki Aerin menindih perutnya dengan posisi tidur terlentang.Untungnya posisi kaki Aerin tak menindih bagian area yang masih ia rasa sakit akibat ulah Aerin
Suga pun mengangkat perlahan kaki Aerin dari atas tubuhnya, namun baru gerakan sedikit,Aerin justru menggerakkan tubuhnya yang semakin membuat Suga sulit bergerak
Ya Tuhan.. Kenapa tubuh gadis ini berat sekali.. Tak kukira ia bisa tidur dengan posisi seperti ini..Batin Suga
Setengah jam kemudian akhirnya Aerin pun terbangun,dan baru menyadari posisi tidurnya yang kali ini menjadikan Suga sebagai guling.Aerin pun melirik kearah Suga,yang ternyata sudah sejak tadi Suga bertahan dengan posisi yang tak bisa ia bergerak.Dan ia pun menatap Aerin dengan datar
Aerin dengan cepat langsung beranjak bangkit dari kasurnya dan tak berani menatap Suga kaena merasa malu
__ADS_1
"Sepertinya kau menikmati tidurmu ya??Sampai kau tidak sadar sudah menyiksaku?"Tanya Suga menyindir
Aerin hanya tersenyum nyengir
"I..Itu maaf,Aku memang tidak sadar."Jawab Aerin
"Untungnya kau tak membuat Juniorku semakin parah."Ujar Suga menyinggung area sensitifnya dan beranjak bangun menuju kamar mandi
Aerin hanya memandang Suga dengan terheran
Itu kan juga salahmu sendiri..Batin Aerin yang langsung meninggalkan kamar Suga
.....................
Dikantor ..
"Maaf pak,ada seseorang ingin bertemu dengan pak presdir.''Ucap sekretaris itu
Suga pun menoleh
"Siapa?"Tanya Suga masih fokus pada pekerjaannya
"Seseorang pemuda pak bernama tuan Kenzie."Jawab sekretaris tersebut
Sesaat Suga menghentikan pekerjaannya
__ADS_1
"Suruh dia masuk."Perintah Suga
"Baik pak."Jawab seketaris tersebut sembari meninggalkan ruangan Suga
Tak berapa lama kenzie pun memasuki ruangan Suga
"Sori.. Aku menggangu waktumu."Ujar Kenzie yang datang menghampiri meja kerja Suga
Suga pun melirik kearah Kenzie dengan tatapan serius
Ia pun bangkit dari kursi kerjanya dan menuju sofa yang diperuntukkan tamu datang
"Silakan duduk."Ujar Suga
Kenzie pun menuruti dan menghampiri Suga
"Ada perlu apa kau kesini?"Tanya Suga dengan tatapan dingin
"Mungkin tidak tepat aku membahasnya sekarang,tapi aku juga tidak bisa hanya diam tanpa kejelasan sebenarnya.''Jawab Kenzie dengan serius
Suga pun menatap bingung dengan perkataan Kenzie
"Langsung saja ke intinya.. Aku sibuk tidak punya banyak waktu."Ujar Suga dengan nada datarnya
"Apa alasanmu menikahi Aerin?Kenapa Aerin tidak mau memberitahuku?"Tanya Kenzie
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...