
Keesokan harinya..
Perlahan Aerin membuka matanya dan mencoba bangun.Ia pun memegangi kepalanya yang masih terasa sakit akibat benturan saat ia terjatuh
Aerin sesaat menyadari tangannya ada yang memegangi,dan ia langsung menoleh kesamping.Ia melihat sosok seseorang tengah tertidur disambungnya dalam posisi duduk dan menyenderkan kepala disamping ranjangnya
Dia siapa????Tanya Aerin tidak mengetahui seseorang disampingnya
Tak berapa lama seseorang itu pun terbangun dan menoleh kearah Aerin
"Kau sudah sadar?"Tanya Suga yang ternyata sudah menjaga Aerin semalaman
"Kenapa aku bisa disini?"Tanya Aerin yang hanya mengingat saat ia pingsan
"Nanti saja dijelaskan..Aku akan panggil dokter."Jawab Suga yang langsung menekan tombol untuk memanggil dokter atau perawat
Setelah dokter dan perawat datang,mereka langsung memeriksa keadaan Aerin
"Sudah cukup baik melihat keadaan nona..Nona hanya perlu istirahat yang banyak.."Jelas sang dokter pada Suga
"Kapan saya bisa pulang dok?"Tanya Aerin
"Kemungkinan 2hari sudah bisa pulang.."Jawab sang dokter
"Terima kasih dok."Jawab Aerin
Dokter dan perawat pun meninggalkan mereka berdua
Suga menatap Aerin dengan tatapan dingin tanpa bicara sedikit pun.Aerin yang menyadari akan tatapannya menjadi risih
__ADS_1
"Apa?kenapa kau menatap ku seperti itu?"Tanya Aerin salah tingkah dengan tatapan Suga
"Jika aku melihatmu seperti ini lagi,Akan kurantai kakimu dirumah.."Ujarnya yang tanpa sadar mengatakan hal itu pada Aerin
"Yang kau pikir aku mau seperti ini..Ada seseorang mau mencelakaiku."Jawab Aerin dengan cuek yang masih mengingat kejadian yang terjadi padanya semalam
Suga hanya menatap dengan heran sambil mengernyitkan alisnya keatas
"Aku akan keluar sebentar..Kau mau titip apa?aku akan membelikannya"Tanya Suga tak membahas lagi
"Aku ingin es Boba.."Jawab Aerin nyengir
"Apa lagi?"Tanya Suga lagi sambil bersiap siap
"Kalau begitu,aku mau snack,tisu kering,sabun muka,pelembab,dan.."Belum melanjutkan Suga langsung menyela
"Kan tadi kau bilang mau belikan,ya uda aku mau titip itu..Cuma tambah satu lagi."Jawab Aerin
Suga hanya menghela nafas dengan kasar
"Apa lagi?"Tanya Suga lagi memilih mengalah
"Pembalut."Jawab Aerin tanpa rasa malunya menyebut barang yang sangat memalukan untuk kaum lelaki membelikannya
Suga langsung menatap Aerin dengan sambil mata melotot.Aerin hanya tersenyum tanpa rasa malu
Akhirnya Suga pun pergi meninggalkan Aerin sendiri dikamar perawatan .Sesaat ia kembali memikirkan Suga yang tadinya ia tertidur memegangi tangannya
__ADS_1
Kenapa dia bisa memegangi tanganku??Apa dia mengkhawatirkan ku??Batin Aerin tanda tanya
...****************...
Suga pun berjalan keluar dari rumah sakit,Ditengah jalan ia kembali bertemu dengan Kenzie
"Bagaimana dengan keadaan Aerin?"Tanya Kenzie
"Apa kau begitu mengkhawatirkannya?"Tanya Suga dengan tatapan dingin
"Tentu.."Jawab Kenzie singkat
"Apa kau memiliki hubungan lebih selain sebagai partner kerjamu?"Tanya Suga lagi
Kenzie menatap heran
"Memangnya kenapa?aku sudah lama mengenal Aerin,dia teman sekolah ku dulu.."Jawab Kenzie menjelaskan
"Apa kau mengetahui siapa yang membencinya saat ini ditempat kerjamu?"Tanya Suga mengabaikan pertanyaan Kenzie
Kenzie semakin bingung
"Apa maksudmu?"Tanya Kenzie semakin bingung dengan pertanyaan Suga
Suga pun tak menjawab,dan langsung beranjak pergi.Namun Kenzie menahan tangan Suga hingga membuat langkah Suga terhenti
"Tunggu.. Kenapa kau begitu peduli dengannya??Apa hubunganmu dengan Aerin sebenarnya?Sejak semalam aku bertanya tapi kau diam saja??"Tanya Kenzie dengan rasa penasarannya
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...