
Hidup Agnes kini mulai hancur perlahan.Kehilangan rumah yang susah payah ia dapat,dikhianati oleh orang yang dicintai dan kini harus menderita karna penyakit yang saat ini ia rasakan.Hidupnya mulai terluntang lantung,tidak tahu kemana ia akan pergi.Tidak memiliki rumah dan uang sepeser pun
Sesaat ia menyadari akan kesalahan dan dosa yang telah ia perbuat pada ibu dan Aerin.Ia mulai menyesali dan seakan menerima karma karna sudah menelantarkan ibunya begitu saja
"Ya tuhan.. Aku harus kemana??Aku lapar ..Hiks.."Lirih Agnes sambil memegangi perutnya karna kelaparan
Ia berjalan terus tanpa arah dan berharap bisa menemukan makanan sisa dipinggir jalan.Sampai ia melihat warung kecil dengan terpajangnya beberapa makanan ringan didepan etalase warung tersebut
Agnes pun mendekati warung tersebut dan beberapa saat memperhatikan makanan tersebut sambil terus memegangi perutnya yang kelaparan.Dan secara tak sengaja seorang pemilik warung melihatnya dan menghampiri
"Kenapa kamu berdiri didepan warung saya?"Tanya sang pemilik warung sambil memperhatikan penampilan Agnes yang mulai lusuh dan tak terawat
"Saya lapar bu.. Saya belum makan dari kemarin."Jawab Agnes dengan memelas
Seketika sang pemilik merasa iba
"Tunggu bentar ya.."Ujar sang pemilik meninggalkan Agnes dan memasuki warungnya
__ADS_1
Dan tak berapa lama sang pemilik keluar dengan membawa bungkusan dalam plastik yang berisikan roti dan plastik
"Ini buat kamu.. Saya cuma bisa kasih ini.."Ucap sang pemilik warung sambil memberikan bungkusan tersebut
Agnes yang melihat kebaikan sang pemilik merasa bahagia,ia tak menyangka masih ada orang baik yang mau menolongnya
"Te..Terima kasih bu..Semoga kebaikan ibu dibalas oleh Tuhan.."Ucap Agnes dengan perasaan bahagia
"Amin.. Ya sudah ..Saya tinggal dulu."Jawab sang pemilik warung dan langsung meninggalkan Agnes
Tanpa pikir panjang lagi,Agnes langsung memakan roti tersebut.Seketika air matanya mengalir,bersyukur karna masih dikasih kesempatan untuk memakan sesuatu yang layak.Dengan kondisi yang sudah tak memiliki apa pun,ia hanya bisa pasrah menerimanya dengan apa adanya.Karna selama ini ia tak pernah bersyukur dan tak pernah berbuat baik pada siapa pun.Ketamakan dan keburukan yang sudah ia perbuat karna menelantarkan keluarganya membuat hidupnya hancur dalam seketika
Sepanjang hari Agnes terus berjalan tanpa arah tujuan.Kondisinya semakin memprihatinkan dan memburuk karna penyakit.Ia seakan tidak sanggup lagi untuk berjalan
Aerin dan Suga pergi ke supermarket untuk berbelanja bulanan
"Jangan belanja lama lama..Kau paling lama kalau sudah belanja."Ujar Suga sambil tetap fokus mengemudi
__ADS_1
"Ih... Itu hal biasa kalau ibu ibu sudah belanja..Semua kebutuhan rumah habis,jadi belanja pasti banyak."Jelas Aerin
"Ya sudah.."Jawab Suga singkat
Ketika sedang mengemudi ,Suga tak sengaja melihat Agnes yang sedang berjalan tertatih tatih.Ia pun langsung menghentikan laju mobilnya dan membuat Aerin merasa heran
"Kenapa berhenti??"Tanya Aerin bingung
"Bukankah itu kakakmu?"Tanya Suga sambil menunjuk kearah Agnes dari kejauhan
Aerin pun menoleh kearah yang Suga tunjuk dan sontak membuat Aerin terkejut.Bagaimana tidak melihat penampilan dan keadaan Agnes yang sudah lusuh dan berantakan
Aerin pun langsung keluar mobil dan dengan cepat menghampiri Agnes sang kakak
"Kakak?"Panggil Aerin mendekati Agnes
Agnes pun menoleh kearah Aerin
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...