
Aerin dengan refleknya menendang bagian area berharga milik Suga.Dan sontak membuat Suga meringis kesakitan hingga ia jatuh terduduk sambil memegangi area sensitifnya.
"Kau...."Lirih Suga yang ternyata ia salah sasaran dan menganggap ia akan menang dalam permainannya
Melihat Suga meringis kesakitan,Aerin yang tadinya ketakutan berubah menjadi panik dan langsung menghampirinya
Sejam kemudian..
Suga hanya bisa terbaring diatas ranjangnya dengan tidak bisa banyak bergerak karna efek sakit akibat tendangan keras Aerin yang mengenai area sensitifnya
Aerin datang menghampirinya dengan membawakan makan malam dan obat pereda sakit
"Ayo..Makan dulu."Ujar Aerin
"Aku tidak berselera.. Keluar lah.."Jawab Suga dengan nada dingin
Ia merasa sedikit kesal dengan tindakan Aerin yang baginya keterlaluan
"Makanya kau jangan kelewatan,bercanda ada batasnya..Sudah begini kau yang susah sendiri kan?"Ujar Aerin yang justru menyindirnya dan hal itu semakin membuat Suga marah
"Keluar ..!!! Sentak Suga dengan tatapan dingin
__ADS_1
"Enggak.. Setelah kau makan dan minum obat baru aku akan keluar."Jawab Aerin menolak menuruti perintah Suga
Suga hanya menghela nafas panjang dan tak mau melihat wajah Aerin.Aerin dengan sabarnya mulai menyuapi makanan pada Suga.Dan ntah kenapa Suga justru menurutinya dengan mau disuapi makanan oleh Aerin,namun dengan tetap memalingkan wajahnya dari Aerin
"Aku minta maaf.. Itu tindakan reflekku..Tidak bermaksud melakukannya."Ucap Aerin dengan tulus meminta maaf
Mendengar ucapan maaf dari Aerin,Suga pun menoleh kearah Aerin
"Aku hanya tidak ingin kau mempermainkanku.. Kita memang sudah menikah,tapi tidak baik jika pernikahan ini kau anggap permainan.. "Ucap Aerin mulai serius
Suga pun mulai menyadari dengan apa yang sudah ia lakukan terhadap Aerin
Setelah selesai menyuapi makanan pada Suga dan memberikan obat padanya.Aerin pun beranjak bangkit
"Kau mau kemana?"Tanya Suga
"Meletakkan piring kotor ini dulu."Jawabnya langsung keluar dari kamar Suga
Tak berapa lama Aerin pun kembali dengan sekaligus membawakan selimut tebal dan juga bantal
"Aku akan menemanimu.. Kalau kau butuh sesuatu bangunkan saja aku..Selamat malam."Ujar Aerin sambil membentangkan selimut tebalnya dibawah dekat kasur Suga
__ADS_1
Aerin merebahkan tubuhnya sekaligus menggulung tubuhnya kedalam selimut yang tebal.Suga pun menoleh kearahnya dan melihat Aerin yang sudah memejamkan matanya
Beberapa saat ia merasa kesulitan tidur,ntah karna Aerin tidur berada dikamarnya atau ia pun tidak tahu
"Hei.. Kau sudah tidur?"Tanya Suga basa basi
"Hemmm... Baru mau akan,kenapa?Kau butuh sesuatu?"Tanya Aerin membuka matanya
"Pindahlah kesini.. Kau bisa sakit tidur dilantai."Ujar Suga yang merasa tidak tega melihat Aerin tidur yang hanya beralaskan selimut tebal
"Jangan pikirkan.. Aku tidak apa apa.. Sudah kau tidur saja."Jawab Aerin mencoba memejamkan mata lagi
"Cepat lah.. Tidak ada bantahan."Perintah Suga
Aerin pun menghela nafas panjang
"Iya baik lah.. Kau ini suka memaksa ya.."Ujar Aerin langsung bangkit dan merebahkan tubuhnya disamping Suga,namun sebelum ia akan tidur ia membatasi area tidurnya dengan gulingnya ditengah
Melihat tindakan Aerin,Suga menjadi kesal.Ia merasa seakan Aerin takut jika Suga benar benar akan berbuat macam macam padanya.Suga hanya menyunggingkan bibirnya keatas sambil mendengus kesal
Aerin pun memejamkan matanya dan tertidur dengan posisi memunggungi Suga.Dan ntah kenapa membuat Suga semakin kesal,Ia pun langsung menarik guling itu dan membuangnya kelantai.Tanpa bicara apa pun Suga langsung mendekap tubuh Aerin disampingnya dan membuat Aerin terkejut melihat tindakan Suga
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...