
"Suga.. untuk seminggu ini Aerin akan tinggal bersama kita..Jadi tolong bersikap baik lah padanya..Karna Aerin adalah gadis yang baik..Sudah banyak menolong nenek."Jelas Nenek pada Suga yang sedang menikmati makan malamnya
"Lakukan saja apa maumu nek..Bukan urusanku."Jawabnya dengan datar tanpa menoleh sedikit pun pada nenek
Aerin yang melihat pun merasa heran dengan sikap Suga yang terkesan dingin dan cuek terhadap neneknya sendiri
Ia pun menikmati makan malamnya tanpa menyela obrolan nenek dan Suga
Setelah makan malam,nenek mengajak Aerin bersantai diruang keluarga untuk mengobrol.Mereka terlihat sangat senang,dan terkadang tertawa.Suga yang tak sengaja melihat kebersamaan mereka,hanya menatap datar tanpa berniat ingin bergabung dengan mereka.Ia lebih menghabisi waktunya sendiri didalam kamar
Suga dikenal orang yang sangat pendiam dan cuek.Namun juga angkuh,perubahan sikap Suga ditunjukkan sejak setelah kedua orang tuanya meninggal saat usianya 8tahun.Dan nenek harus ektra sabar menghadapi sikap Suga yang terkesan sangat dingin dan tidak mau bersosialisasi pada siapa pun.Hingga ia beranjak dewasa baru lah Suga mau bersosialisasi pada lingkungannya.Ia tak memiliki banyak teman,hanya beberapa yang sudah mengenal karakternya sejak waktu masih disekolah dasar yaitu Jimmy dan Amanda
Setelah cukup lama mengobrol dan hari yang sudah cukup larut malam,Aerin pun menuju kamarnya untuk beristirahat.Saat menuju kamarnya tanpa sengaja ia melihat sosok Suga yang memakai jaket hoddie berwarna hitam yang membuat Aerin teringat sesuatu
Sepertinya aku pernah melihat jaket itu..Batin Aerin sambil berpikir sejenak
__ADS_1
Dan ia pun teringat
Si pemuda itu??Jangan jangan dia...
Dengan cepat Aerin menghampirinya
"Eh..Maaf.."Ujar Aerin pada Suga yang hendak menuju kamarnya
Suga pun menoleh dengan tatapan datar nya
Suga melirik kearah jaketnya tanpa berbicara
"Apa kau tidak ingat??kau yang membayar tagihan kopiku.. iya.. kalau tidak salah itu pasti kau kan??"Tanya Aerin berusaha mengingatnya
__ADS_1
Suga masih menatap tajam
Aerin menatap Suga dengan sedikit gugup
Sepertinya dia tidak seramah yang kubayangkan..Batin Aerin
"Maaf kalau aku sedikit cerewet..Maaf sudah mengganggumu..Selamat malam."Ujar Aerin yang langsung menuju kamarnya dengan terburu buru
Sedangkan Suga masih terdiam menatap kepergian Aerin dan langsung masuk kedalam kamarnya yang ternyata kamar mereka bersebelahan
Aerin pun menghempaskan tubuhnya ke kasur sambil menghela nafas panjang
"Tak disangka ternyata dia cucu nenek..Auranya menakutkan,apa lagi dengan tatapan matanya..ihhhh.. kenapa aku dulu berharap bisa bertemu dengannya ..Sadar Aerin..dia bukan pangeran dalam khayalan mu..tarik kembali kata katamu yang akan jatuh cinta padanya..Ihhh.."Ucap Aerin pada dirinya sendiri sambil menampar pelan wajahnya untuk berusaha menyadarkan dirinya
Yang sebelumnya ia merasa akan jatuh cinta pada sosok lelaki yang sudah membayar tagihan kopi sebelumnya.Ia tak sangka jika Suga akan bersikap jauh dari yang ia bayangkan
__ADS_1
Sedangkan Suga sama sekali tidak ingin mengingat apa yang sudah terjadi padanya dan Aerin.Baginya itu tidak penting dan menganggap Aerin bukanlah orang yang bisa sejajar dengan statusnya sekarang ini.Ia hanya menilai Aerin memanfaatkan keadaan karna sudah menolong nenek dan menganggap semua orang sama,mendekati karna status sosial mereka yang tinggi tanpa menilai kebaikan Aerin pada nenek
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...