
Perlahan nenek mulai membuka matanya dengan pelan dan menoleh kearah Suga
"Suga.."Panggilnya dengan pelan
"Iya nek..Aku disini..aku akan panggilkan dokter."Jawab Suga yang mencoba menekan tombol panggilan perawat/dokter.Tapi nenek menahan tangan Suga yang membuat Suga menghentikannya
"Tidak usah..Nenek hanya ingin menyampaikan sesuatu padamu.."Ucap nenek membuat Suga terdiam
"Jika terjadi sesuatu padaku,maukah kau memenuhi permintaan nenek terakhir?"Tanya Nenek dengan pelan
"Jangan bicara yang tidak tidak nek..Nenek pasti sembuh..aku akan membawamu melakukan pengobatan diluar negeri."Jawab Suga yang tidak ingin mendengar ucapan yang membuatnya seakan mengerti maksud neneknya
"Nenek merasa umur nenek tidak akan lama lagi,tapi sekali lagi nenek ingin bertanya apakah kau mau memenuhi permintaan terakhir nenek.?"Ucap nenek lagi
"Aku akan menuruti apa pun permintaanmu ..Nenek tidak akan pergi kemana pun...Kau pasti sembuh nek."Jelas Suga yang tiba tiba air matanya jatuh tanpa ia sadari karna rasa sakit saat sang nenek mengatakan jika umurnya tidak akan lama lagi.Dan ia belum siap ditinggal oleh neneknya
"Kalau begitu,nenek ingin kau menikahi Aerin..Apakah kau bersedia menikahinya?"Ucap nenek lagi yang seketika membuat Suga terkejut dengan permintaan nenek
__ADS_1
"Apa??"Tanya Suga dengan terkejutnya
Setengah jam kemudian..
Suga keluar dari kamar perawatan dengan tertunduk.Pak Kim pun langsung menghampirinya
"Kau bawa gadis itu menemui nenek..Aku pulang dulu."Ujar Suga langsung berjalan meninggalkan mereka,saat melewati tatapan mata Suga begitu tajam saat melirik kearah Aerin.Aerin yang menyadari langsung memalingkan wajahnya dan enggan melihat
Setelah Suga pergi,pak Kim mengajak Aerin menemui nenek.Saat memasuki kamar,Aerin yang melihat nenek terbaring lemah diatas ranjang menjadi sedih.Air mata nya pun tak berhenti mengalir.Nenek yang menyadari akan kedatangan Aerin langsung menoleh dan memanggilnya
"A..Aerin..cucu nenek..Kesini nak."Panggil nenek dengan pelan
"Nenek..Syukurlah nenek sudah sadar..hiks..aku takut terjadi apa apa dengan nenek..huu..maafkan aku nek..ini salahku..hiks."Isak Aerin yang terus menangis di pelukan nenek
"Tidak apa apa..Ini bukan salahmu ..Sudah..jangan menangis..nenek baik baik saja."Jawab nenek sambil tersenyum
"Aku sangat merasa bersalah dengan nenek..aku akan melakukan apa pun untuk nenek,asal nenek selalu sehat dan tidak sakit lagi."Ucap Aerin mencoba menghentikan tangisnya dan bersikap tenang
__ADS_1
"Benarkah??kau mau melakukan apa pun itu untuk nenek?"Tanya nenek
"Hemmm.. apa pun itu..aku akan berusaha melakukan apa pun untuk nenek."Jawab Aerin mulai dengan semangat
"Kalau begitu menikahlah dengan Suga..Hanya ini permintaan nenek."Ucap Nenek yang sontak membuat Aerin terkejut
"Heh??Me..menikah??"Tanya Aerin masih tidak percaya dengan ucapan nenek dengan mata belalak
Bak bagai disambar petir di siang bolong,dengan sangat terkejutnya permintaan nenek yang memintanya menikahi Suga yang angkuh dan dingin
"Iya..Hanya ini permintaan nenek."Jawab nenek sekali lagi
"Ta..tapi kenapa nek?kenapa harus menikah??"Tanya Aerin lagi masih tidak percaya apa yang ia dengar
"Tidak ada alasan..Nenek hanya ingin kau menjadi bagian dalam keluarga nenek."Jelas nenek dengan pelan
"Ma..maaf nek..kalau untuk itu aku tidak bisa melakukannya.."Jawab Aerin tertunduk
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...