
Rumah sakit..
Suga yang tadinya sedang mengadakan rapat dikantornya,dengan cepat menuju rumah sakit setelah sekretarisnya memberitahukan jika sang nenek masuk rumah sakit
Sesampainya dirumah sakit,ia berjalan dengan cepat menuju kamar IGD tempat nenek ditangani dokter.Sesampainya ia melihat Aerin sedang berdiri tertunduk sambil menangis,melihat sang nenek sedang ditangani oleh tim dokter
Suga pun menatap tajam dan langsung menghampirinya,hingga membuat Aerin terkejut
"Tuan."sapa pak Kim yang lebih dulu tiba dirumah sakit sekaligus menemani Aerin
"Jika terjadi sesuatu pada nenekku..Siap siap saja kau akan menanggung akibatnya."Ucap Suga dengan tegas dan nada dingin dengan raut wajah yang marah
Suga kelihatan sangat marah,setelah mengetahui sang nenek pingsan saat berada didekat Aerin.Pikiran buruknya pun mengarah kearah Aerin dan beranggapan Aerin lah penyebab neneknya pingsan
"I..itu..Bu..Hiks..Bukan aku yang menyebabkan..''Aerin yang belum meneruskan perkataannya,Suga langsung mensentak Aerin
"DIAM..!!!"Bentak Suga dengan tatapan tajam
__ADS_1
Tak berapa lama,sang dokter pun keluar dari ruang IGD,dan Suga langsung menghampirinya
begitu juga dengan pak Kim
"Dokter bagaimana keadaannya?"Tanya pak Kim yang Suga membiarkan pak Kim bertanya lebih dulu
"Kondisinya masih belum sadar..untungnya kalian cepat membawanya,jika tidak kondisinya akan lebih buruk..beliau mengalami serangan jantung ringan..Tapi itu tetap perlu diperhatikan,melihat usianya yang sudah lanjut usia..Beliau tidak boleh kelelahan dan tertekan perasaannya,karna akan memacu jantungnya."Jelas dokter pada mereka
"Apa kami boleh melihatnya?"Tanya pak Kim
"Tentu..kami akan memindahkannya kekamar perawatan dulu..Mohon untuk tetap menjaga ketenangan saat melihatnya."Jelas sang dokter lagi
Suga pun menemui nenek yang masih dalam keadaan tidak sadarkan diri,dengan masih terpasangnya alat bantu pernafasan dan infus yang menancap ditangannya
Raut wajah pun Suga pun berubah menjadi sedih dan prihatin melihat keadaan nenek saat ini.Ia tak menyangka diusia lanjutnya ternyata harus memiliki riwayat jantung,yang ia ketahui bahwa neneknya selalu dalam keadaan sehat
Suga pun duduk disamping neneknya sambil terus memperhatikan neneknya
__ADS_1
Ia hanya bisa menunduk dan berharap neneknya cepat sadar
Sedangkan Aerin masih berada diluar,ia masih duduk dengan keadaan lemas karna terlalu banyak menangis.Ia merasa sangat bersalah sudah membuat sang nenek pingsan walaupun ia tak melakukan apa pun pada sang nenek
Pak Kim mulai prihatin dengan keadaan Aerin.Ia pun mendekati Aerin
"Nona Aerin..Sebaiknya nona pulang dulu saja,agar bisa beristirahat..Jika nyonya sudah sadar saya akan memberitahukan nona."Ucap Pak Kim
"Enggak..Aku akan disini sampai nenek sadar..hiks..ini pasti karna salahku sampai membuat nenek pingsan..hua.."Isak Aerin kembali menangis tersedu sedu
Pak Kim hanya bisa menatap Aerin dengan rasa khawatir dan cemas.Pak Kim cuma bisa menghela nafas panjang dan tetap berdiri menemani Aerin dan membiarkan Suga menemani sang nenek
Suga masih terus duduk disamping nenek,menunggu agar neneknya tersadar.Walaupun sikapnya selalu cuek terhadap neneknya,tapi ia juga tidak akan rela ditinggal oleh sang nenek.Sosok pengganti orang tuanya yang sudah meninggal,yang selalu mengerti dengan dirinya.Sesaat ia berdoa dan berharap untuk kesembuhan sang nenek
Tuhan.. Sadarkan dia..Aku akan menebus semua kesalahan yang sudah kubuat selama ini padanya jika kau menyadarkannya saat ini juga..Doa Suga dalam hati sambil tertunduk dan menutup matanya
Tak berapa lama,tangan sang nenek pun bergerak pelan dan membuat Suga menyadarinya.Ia pun langsung mendekati nenek
__ADS_1
"Nenek.."Panggil Suga dengan pelan
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...