
Menjelang tutup toko..
Aerin harus lembur,karna merasa tidak enak setelah ijin tidak masuk kerja sebelumnya.Saat toko sudah tutup,Aerin pun mulai membereskan semua yang ada diruangan cafe
Cafe milik Kenzie lumayan besar dengan bangunan dua tingkat.Kenzie memilih usaha cafe karna ia peminat kopi dan desert manis.Dijaman yang modern,peminat kopi tidak hanya diminati oleh kalangan orang tua saja,tapi sekarang anak anak muda mulai tertarik dengan kopi.Dengan tema anak muda,Kenzie sengaja mendesign cafenya untuk para anak muda yang menyukai kopi
Setelah menyelesaikan semua pekerjaannya,sebelum pulang Aerin pun menaiki tangga menuju lantai atas untuk mengecek ulang keadaan apakah semuanya sudah ia bereskan.Setelah beres,Aerin langsung mematikan lampu.Saat akan menuruni tangga,tanpa ia ketahui seseorang mendorongnya dari belakang hingga membuat dirinya terjatuh
"Aakhhhh...."Teriak Aerin
Brugh..
Aerin pun terjatuh dengan luka di kepala yang sudah mengeluarkan darah.Seseorang pun menghampirinya
"Makanya jangan coba melawanku gadis to*l..."Ucapnya langsung pergi
Aerin yang mendengar suara tersebut namun tak bisa melihat wajah seseorang karna ruangan yang sudah gelap.Pada akhirnya ia pun jatuh pingsan
Sejam kemudian..
Kenzie yang tadinya sudah pulang lebih awal,kembali kecafe karna ingin mengambil barang yang tertinggal.Saat akan memasuki cafenya,ia pun dikejutkan dengan sosok Aerin yang tergeletak pingsan dengan kondisi kepala berdarah
"Aerin...!!!!" Teriak Kenzie langsung menghampirinya
__ADS_1
"Aerin.. Aerin bangun.."Panggilnya berusaha menyadarkan Aerin
......................
Rumah sakit..
Kenzie masih terus menunggu Aerin yang sedang ditangani oleh dokter.Ia hanya bisa tertunduk merasa cemas dengan keadaan Aerin.
Tak berapa lama Suga pun muncul,suatu situasi yang membuat Kenzie terkejut ketika melihat sosok Suga yang muncul dihadapannya,begitu juga dengan Suga
"Suga.."Ucap Kenzie masih terkejut
"Kau.."Balasnya
"Apa Aerin ada didalam?"Tanya Suga tanpa menjawab pertanyaan Kenzie
Suga mengetahui Aerin berada dirumah sakit,melalui kontak gpsnya.Yang ternyata diam diam Suga menyimpan nomor ponsel Aerin saat ia tertidur waktu lalu.Dengan cepat Suga pun mendatangi rumah sakit dan tak menyangka bertemu dengan Kenzie yang sebenarnya adalah sepupu Suga
"Kau mengenal Aerin?"Tanya Kenzie dalam keadaan bingung dan penasaran
"Ya..Apa yang sudah terjadi padanya?kenapa dia bisa disini?"Tanya Suga dengan emosi yang tak terkendali.Suga tak menyadari jika ia begitu mengkhawatirkan keadaan Aerin
"Aku juga tidak tahu..Ku lihat dia sudah pingsan saat berada dicafeku yang sudah tutup."Jelas Kenzie
__ADS_1
"Apa dia bekerja ditempatmu?"Tanya Suga dengan nada dinginnya
"Ya.. Bagaimana kau bisa mengenal Aerin?"Tanya Kenzie yang masih belum mendapat jawaban dari Suga
Suga pun tak menjawab,ia tak ingin dulu memberitahukan status mereka
Tak berapa lama sang dokter pun keluar dari ruang perawatan
Mereka pun langsung menghampiri sang dokter
"Dokter ..Bagaimana dengan keadaanya?"Tanya Kenzie yang lebih dulu karna begitu mencemaskan keadaan Aerin
Suga hanya menatap datar melihat sikap Kenzie
"Keadaannya baik baik saja..Tidak ada luka yang serius .Hanya memar dikepala dan sedikit terkilir dipergelangan kakinya..Saat ini pasien masih dalam keadaan belum sadar,kita tunggu saja beberapa jam lagi untuk menunggu pasien sadar.."Jelas sang dokter panjang lebar
"Oke.. Terima kasih dok.."Ucap Kenzie
"Sama sama..Saya permisi.."Jawab sang dokter dan langsung meninggalkan mereka berdua
"Huft... Syukurlah...Keadaan Aerin baik baik saja."Ucap Kenzie bernafas lega
Sedangkan Suga masih menatap Kenzie dengan datar
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...