
Diperjalanan..
Aerin yang berusaha menahan rasa emosinya akhirnya hanya bisa melupakannya dengan tangisan.Ia masih tidak percaya dengan kenyataan yang sudah mengejutkan dirinya
Suga yang sesekali melirik akhirnya menghentikan laju mobilnya
"Kau baik baik saja??"Tanya Suga dengan pelan
"Hiks.. Huaa... Kenapa hidup keluarga ku jadi seperti ini..Hiks.. Kenapa aku harus memiliki kakak seperti dia..Huaa..."Isak Aerin meluapkan semua isi hatinya pada Suga
"Maaf.. Jika pertemuanmu dengan dia jadi semakin membuatmu terpuruk..Kupikir yang kulakukan ini bisa menyelesaikan masalah keluargamu.."Jelas Suga
"Tidak.. Yang kau lakukan sudah benar,hanya saja aku tidak habis pikir kenapa kakakku tega sekali melakukan ini.. Bahkan pada ibuku..Hiks.."Jawab Aerin masih terus menangis
Suga pun memeluk erat tubuh Aerin,dan Aerin semakin meluapkan tangisnya dalam pelukan Suga
...****************...
Kediaman nenek..
Nenek terlihat bingung melihat kedatangan Suga dan Aerin tanpa memberitahukan sebelumnya.Terlebih lagi melihat keadaan Aerin yang menangis
"Aerin.. Cucu nenek..Kamu kenapa nak??Suga??"Tanya Nenek sekaligus menoleh kearah Suga dengan tatapan tajam
__ADS_1
"Kau apakan Aerin??Apa kau menyiksanya??Sampai dia menangis seperti ini?"Tanya Nenek menjadi kesal karna tidak mengetahui yang terjadi sebenarnya
Suga hanya menatap heran
"Nenek ..Dimana ibuku..Hiks?"Tanya Aerin pada nenek
"Ada di kamar nya sedang istirahat nak.."Jawab Nenek
"Terima kasih nek."Jawab Aerin langsung pergi menuju kamar ibunya
Setelah Aerin meninggalkan mereka,nenek dengan refleknya langsung mencubit lengan Suga dengan kuat
"Akh..Nenek.!!.."Teriak Suga kesakitan
Suga pun akhirnya menceritakan yang terjadi pada Aerin sebenarnya
Aerin yang tiba dikamar ibunya,langsung masuk dan melihat ibunya sedang istirahat
Sang ibu pun terkejut melihat kedatangan Aerin
"Aerin.. Kau datang nak??Kenapa tidak beritahu ibu?"Tanya Sang ibu langsung bangun
Tanpa menjawab Aerin langsung memeluk sang ibu dengan eratnya.Kembali ia meluapkan rasa sedih,kecewa bahkan amarah yang hanya bisa lampiaskan dengan menangis.Sang ibu pun hanya menatap bingung sambil mengusap usap punggung Aerin dengan lembut dan sesekali mengusap usap rambutnya
__ADS_1
"Ada apa nak??Kenapa tiba tiba kau menangis??Apa terjadi sesuatu padamu?"Tanya sang ibu dengan pelan dan nada lembut
"Ibu.. Hiks.. Maafkan aku..Hiks.."Jawab Aerin yang masih terus menangis
"Minta maaf untuk apa nak??Coba tenangkan dulu dirimu.. "Ucap sang ibu berusaha menenangkan Aerin
Aerin pun melepas pelukannya dan menatap wajah sang ibu yang polos tanpa tahu apa yang terjadi sebenarnya pada dirinya dan Agnes
Aerin menggenggam kedua tangan ibunya
"Ibu.. Maafkan Aku.. Hiks.. Karna ibu harus melewati kehidupan yang sulit saat aku tidak ada disampingmu.. Aku janji akan selalu melindungi mu dan berusaha membahagiakan dirimu.."Ucap Aerin dengan dalam
Sang ibu hanya tersenyum dan memegangi pipi Aerin
"Melihatmu saja ibu sudah bahagia Aerin.. Tidak ada yang ibu inginkan selain anak anak ibu bahagia.."Jawab ibunya dengan tulus
"Apa ibu tetap memaafkan kakak?Walaupun dia sudah menyiksa batin ibu?"Tanya Aerin lagi
"Seburuk apa pun sikapnya yang dulu pada ibu,Kakakmu tetap anak ibu.. Ibu akan selalu memaafkan nya dan mendoakan kakakmu selalu hidup nyaman dimana pun dia berada saat ini."Ucap ibu lagi sambil tersenyum
Aerin pun tak bisa berkata kata,bahkan ia tidak tega menceritakan apa yang sudah terjadi padanya dan Agnes hari ini.Aerin kembali memeluk sang ibu dengan erat hingga ia merasa tenang dan tertidur didalam pelukan ibunya.Sedangkan Suga yang melihat kebersamaan mereka,membiarkan Aerin meluapkan perasaannya pada sang ibu
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1