
Beberapa hari kemudian..
Suga dan Aerin sedang menikmati hari liburnya dengan bersantai diruang Tv
"Apa kau tidak bosan setiap libur dirumah mulu?"Tanya Aerin
"Aku terbiasa dirumah..Kau seperti baru mengenal suamimu.."Jawab Suga dengan santai
"Sekali kali nonton bioskop gitu atau pergi makan..Kau jarang mengajak ku makan diluar.."Ujar Aerin protes
"Aku tidak suka keramaian.. Jika dirumah ada makanan yang lebih enak buat apa makan diluar lagi."Jawab Suga ngeles
"Bilang saja kau malas keluar..Alasan kuno.. Semua suami pasti selalu jawabnya begitu.."Sindir Aerin dengan sinis
"Ya sudah.. Nanti malam kita dinner..Kau yang tentukan dimana kau mau makan..Kau puas??"Jawab Suga memilih mengalah pada Aerin yang tidak akan ada habisnya jika berdebat dengannya
Seketika raut wajah Aerin pun berubah menjadi cerah dan senyuman yang lebar
"Hehehe.. Kau sungguh suami pengertian.."Ucap Aerin dengan manja
Suga hanya menatap datar pada Aerin
Disela obrolan mereka,terdengar suara bel pintu berbunyi.Aerin yang mendengar langsung beranjak bangkit dan menghampiri pintu untuk membukakannya.Dan terlihat beberapa orang yang berseragam petugas kepolisian mendatangi kediaman mereka
__ADS_1
"Selamat siang nyonya.."Sapa salah satu dari mereka
"Iya selamat siang pak."Jawab Aerin sedikit terkejut dengan kedatangan mereka
"Kami dari kepolisian,maaf jika kedatangan kami menganggu.."Ujar seorang anggota mereka sambil menunjukkan kartu tanda identitas kepolisian mereka
"Iya.. Tidak apa apa..Ada apa ya pak?"Ucap Aerin sekaligus bertanya
"Apa benar ini kediaman bapak Suga?"Tanya salah satu anggota mereka
"Iya benar pak.. "Jawab Aerin mulai bingung
Disela percakapan mereka,Suga pun datang menghampiri merek
"Anda bernama bapak Suga?"Tanya anggota mereka pada Suga
"Iya benar.."Jawab Suga terlihat bingung
"Anda kami tahan,karna dugaan laporan atas penganiayaan pada bapak Tommy beberapa waktu lalu..Dan ini surat penangkapannya"Jelas salah satu dari mereka
"A... apa??"Seru Aerin sontak syok mendengar penjelasan polisi karna tak mengetahui konflik Suga dengan Tommy
Flashback..
__ADS_1
Suga semakin menatap Tommy dengan tajam
"Sudah ku duga kau memang mengincar istriku. Ternyata kau memang sangat licik.. "Ujar Suga dengan nada dingin
"Aku bisa melakukan apa pun demi mendapatkan yang ku mau..Bahkan menghancurkan yang menjadi penghalangku.."Ujar Tommy membalas Suga dengan tatapan dingin
Suga pun menarik kerah kemeja Tommy dsn mencengkeramnya dengan sangat kuat
"Dengar baik baik breng*ek... Sampai kapan pun aku tidak akan membiarkanmu menyentuh istriku sedikit pun..Walau aku harus membunuhmu saat ini juga.."Ucap Suga dengan nada beratnya
Tommy langsung menghempaskan tangan Suga dengan kasar
"Kita lihat saja nanti.. Akan ku pasti kan istrimu akan menjadi milikku.. Dan kau selamanya tidak akan pernah melihatnya lagi.. Kau bukan lah tandinganku.."Balas Tommy menatap tajam
Suga pun mengepalkan kedua tangannya dan seakan sudah berasa menahan emosinya sejak tadi.Namun kali ini ia sudah tidak bisa menahannya lagi,ucapan Tommy baginya sudah keterlaluan
Hingga akhirnya Suga pun melayangkan pukulan ke wajah Tommy hingga Tommy jatuh tersungkur dan mulutnya mengeluarkan darah.Tommy pun mengusap darah tersebut dengan tangannya dan masih menatap sinis kearah Suga
Suga pun beranjak akan pergi namun Tommy mengatakan sesuatu yang membuat emosi Suga memuncak
"Aku tidak sabar jika dalam waktu dekat istrimu akan bersamaku..Dan hidupmu akan hancur begitu saja..''Ujar Tommy yang membuat Suga kembali menghajar Tommy tanpa ampun dan berhenti
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1