
Malam hari..
Aerin pun bersiap siap akan pulang,ia juga memilih lembur karna merasa bersalah dengan apa yang ia buat tadi siang.Hingga membuat Kenzie harus mengatasinya sendiri.
Saat akan menuju pintu cafe,tak sengaja ia melihat Kenzie yang baru keluar dari ruangannya dan secara bersamaan mereka saling berpapasan
"Eh.. kau belum pulang?"Tanya Kenzie berjalan menghampirinya
"Ini aku baru mau pulang.. Dan.. Aku minta maaf untuk kejadian tadi siang..Aku sudah membuat masalah."Ucap Aerin sambil tertunduk dan meminta maaf
"Untuk apa minta maaf,kau tidak salah,justru si bule itu yang salah..Jangan pikirkan..Aku juga tidak akan memotong gajimu..haha."Jawab Kenzie menjelaskan dan tertawa kecil
"Begitu ya..Tapi tetap saja aku sudah membuat pelanggan kita marah."Jawab Aerin
"Biarkan saja..pelanggan kita bukan dia saja..Sudah..ayo aku traktir makan."Ujar Kenzie sambil merangkul bahu Aerin dan mengajaknya makan bersama
Setelah makan malam bersama,Mereka pun berpisah pulang kerumah masing masing.Kenzie yang tadinya berniat ingin mengantar Aerin pulang kerumah,namun ditolak oleh Aerin agar Kenzie tidak tahu jika untuk beberapa saat dia masih tinggal dirumah nenek
Sesampainya dikediaman nenek,Aerin pun menekan bel pintu.Tak berapa lama pintu pun terbuka dan terlihat sosok Suga dengan raut wajah yang seperti biasa dingin tidak ada keramahan sama sekali yang ternyata membukakan pintu
__ADS_1
"Apa kau pikir ini rumahmu,bisa pulang sesuka hatimu hingga larut malam?"Tanya Suga dengan nada tidak senang
"Maaf..Hari ini aku lembur..jadi aku terpaksa pulang terlambat."Jawab Aerin menjelaskan
"Dan kau pikir aku peduli??Jika ini terulang lagi,jangan pernah kau menginjakkan kakimu dirumah ini."Ujarnya dengan tegas dan meninggalkan Aerin
Siapa juga yang mau lama lama tinggal bersamamu..Umpat Aerin dalam hati
Aerin yang melihat pun merasa kesal dan sesaat ia membuka sepatunya yang berniat ingin melemparnya.Namun niatnya pun terhenti saat Suga tiba tiba menoleh kearahnya
"Kunci pintu itu,jangan berkeliaran di rumah ini ."Ujarnya lagi menaiki tangga
"I..iya.."Jawab Aerin dengan cepat menutup pintu dan menguncinya
"Hadeh... Capeknya..Ditambah lagi harus bertemu dengan si manusia kutub itu tadi..bener bener nambah capek..Kalau bukan karna dia cucu nenek mungkin sudah kuhajar dia..Sudah sombong,angkuh,arogan,belagu lagi..Ihhh... kenapa ada manusia seperti dia..Apa karna dia kaya jadi bisa seenaknya berbuat..Rasanya aku pengen pites aja tuh manusia kutub.."Umpat Aerin menjelek jelekkan semua tentang Suga yang menurutnya menyebalkan
...****************...
Seminggu kemudian..
__ADS_1
Aerin mulai membereskan semua pakaiannya,karna sudah tiba waktunya dia pergi dari rumah nenek sesuai permintaan nenek untuk tinggal selama seminggu.Nenek pun datang kekamar Aerin dan menghampirinya
"Aerin.. Kamu mau kemana?kenapa membereskan pakaianmu?"Tanya Nenek penasaran
"Hari ini sudah waktunya aku pergi nek,aku sudah seminggu disini."Jawa Aerin tersenyum
Nenek pun lupa akan perjanjian mereka jika Aerin tinggal bersamanya hanya seminggu
Kenapa aku bisa lupa,jika ini sudah seminggu..Batin nenek
"Aerin.. Apa kamu tidak mau tetap tinggal disini?nenek merasa sangat nyaman berada di dekatmu.."Tanya nenek meminta Aerin tetap tinggal
"Maaf nek..Aku juga sangat ingin berada didekat nenek,tapi aku juga tidak bisa tinggal bersama nenek terus..aku tidak mau menyusahkan nenek..Dan terima kasih untuk kebaikan nenek selama ini..Aku janji aku akan selalu mengunjungi nenek dan nenek juga boleh berkunjung ketempat kontrakanku yang baru ..Ok."Jelas Aerin panjang lebar
Nenek pun hanya menghela nafas panjang dan tertunduk lesu.Tanpa menjawab apa pun tiba tiba saja nenek memegangi dadanya yang seperti merasakan kesakitan.Melihat hal itu Aerin pun panik
"Nenek..Nenek baik baik saja?nenek kenapa?"Tanya Aerin dengan paniknya karna nenek tak menjawab
Hingga akhirnya nenek pun jatuh pingsan dipangkuan Aerin
__ADS_1
"Nenek..Nenek..Tolong..tolong..nenek ayo bangun..Tolong..hiks..!!!"Teriak Aerin histeris melihat sang nenek tak sadarkan diri
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...