
Suga pun meninggalkan Manda begitu saja dan mengejar Aerin yang sudah menghilang
Manda hanya bisa diam mematung melihat sikap Suga yang benar benar sudah berubah menurutnya
Aerin pun terus berjalan dengan cepat agar bisa meninggalkan kantor Suga.Perasaanya berubah menjadi sedih dan kecewa,karna apa yang sudah ia lihat tidak sesuai dengan semua ucapan Suga sebelumnya
Keterlaluan.. Bisa bisanya ia melakukan itu lagi,bahkan dikantornya.. Bodoh sekali aku mempercayainya.. Gerutu Aerin dengan perasaan kesal dan kecewa
Suga pun dengan cepat mencari keberadaan Aerin.Tapi sayang ia kehilangan jejak Aerin,dan ia pun mencoba menghubungi nomor ponsel Aerin.Tapi tidak ada jawaban karna Aerin mengabaikan panggilannya
"Sial..."Umpat Suga dengan kesal
Diperjalanan Aerin hanya berjalan dengan lesu dan tak bersemangat.Merasa dirinya sangat bodoh terlalu berharap jika Suga akan memiliki perasaan yang sama dengannya.Ia merasa dugaannya salah dan menganggap jika Suga masih mencintai Amanda
Saat ia berjalan dengan tertunduk lesu secara tak sengaja seseorang menyapanya
"Aerin.."Sapa Kenzie yang ternyata secara kebetulan mereka bertemu
"Kenzie.."Sapa balik Aerin yang langsung mendongak keatas saat melihat Kenzie
Kenzie pun mengajak Aerin ke sebuah taman
"Bagaimana dengan keadaanmu sekarang?''Tanya Kenzie
"Aku baik baik saja.. Bagaimana denganmu?"Tanya Aerin menunjukkan senyuman palsu
__ADS_1
"Seperti yang kau lihat..Kenapa kau tadi berjalan dengan wajah murung??Kau ada masalah??"Tanya Kenzie penasaran
"Hah??? Tidak kok.. Hahaha.."Jawab Aerin berbohong
"Kau yakin?"Tanya Kenzie sedikit curiga
"Iya lah..Hehehehe.. Oya.. Aku sudah menemukan ibuku.."Jawab Aerin sekaligus mengalihkan obrolannya
"Benarkah???Kau bertemu dimana?"Tanya Kenzie
"Panti jompo.. Aku tidak menyangka jika bisa menemukannya disana."Jawab Aerin
"Panti jompo??Bagaimana bisa??Apa keadaan ibumu baik baik saja?"Tanya Kenzie terkejut
"Syukur lah..Lalu apa kau juga sudah menemukan kakakmu?"Tanya Kenzie menyebut nama kakak Aerin
"Belum.. Hanya ibuku.."Jawab Aerin menggelengkan kepala
"Lalu apa kau tahu kenapa ibumu bisa disana?"Tanya Kenzie semakin penasaran
"Ya.. Ibuku menceritakan bahwa kakakku sendiri lah yang sudah meninggalkan ibuku disana tanpa alasan yang jelas.."Jawab Aerin tiba tiba menunjukkan wajah murung
"Jadi apa kau tetap akan mencari kakakmu?"Tanya Kenzie
"Sepertinya.. Aku ingin tahu apa alasan dia meninggalkan ibuku disana dan bahkan menjual rumah peninggalan mendiang ayahku.."Jawab Aerin
__ADS_1
"Ya sudah.. Lakukan yang menurutmu terbaik..Aku akan coba membantumu mencari keberadaan kakakmu.. Bagaimana?"Ujar Kenzie menawarkan bantuan
"Hah??Tidak usah.. Aku tidak mau merepotkan mu..Dan lagi sudah ada nenek yang membantuku mencari keberadaanya.."Jawab Aerin sekaligus menolak
"Apa nenek Suga yang kau maksud?"Tanya Kenzie menebak
"Hemmm.. Selama ini beliau lah yang membantuku mencari mereka..Aku berhutang budi padanya."Jelas Aerin
"Itu sebabnya kau menerima pernikahan ini?"
"Iya.. Demi membalas kebaikan nenek."Jawab Aerin
"Apa kau bahagia?"Tanya Kenzie mulai serius
"Hah??? Itu.. Aku bahagia kok."Jawab Aerin tersenyum
"Kenapa secepat itu kau menerima pernikahan ini jika alasanmu hanya karna neneknya membantumu mencari keberadaan mereka.."Ujar Kenzie sedikit murung
"Maksudnya??"Tanya Aerin bingung
"Jika ku tahu dari awal alasanmu itu,lebih baik aku saja yang membantumu mencarikan keluargamu ..Agar kau tidak menikah dengannya dan aku tidak terlambat mengambil tindakan.."Jawab Kenzie dengan serius
Aerin hanya menatap heran dengan jawaban Kenzie
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1