
Suga pun mendekati Aerin
"Ini..titipan mu.."Ujarnya sambil menyerahkan belanjaan yang telah dibelikan Suga untuknya
Aerin pun langsung mengambilnya dan memeriksa semua titipannya
"Ternyata kau benar benar membelikan pembalutku..Terima kasih.."Ucap Aerin sambil tersenyum senang
Suga hanya menatap dingin
Dia tidak tahu perjuanganku membeli barang kramatnya..Gerutu Suga dengan sebal
* Flashback*
Suga memasuki minimarket dan berjalan dengan tenang.Saat sedang fokus memilih beberapa barang yang akan dibelinya,sesaat para gadis yang melihatnya terpukau melihat ketampanan Suga yang tengah serius memilih barang.
"Gila..Keren banget dia.."Seru salah satu gadis yang melihat Suga dari kejauhan sambil berbisik pada temannya
"Ember.. Aku mau ah jadi pacarnya."Sambung temannya
Suga yang menyadari karna diperhatikan,ia hanya bersikap cuek dan tenang.Setelah selesai memilih semua barang titipan Aerin,ia pun teringat akan satu barang yang sebenarnya berat ia akan beli.Dengan berat hati ia pun berjalan ke lorong dimana letak beberapa merek pembalut wanita.Saat tiba dilorong tersebut,beberapa wanita pun terkejut melihat Suga yang dengan percaya dirinya memilih milih sebuah pembalut.Dan mereka hanya tersenyum dan bahkan tertawa kecil melihat keberanian Suga memilih pembalut tersebut
"Banyak sekali mereknya??banyak jenisnya juga..apa yang dipakai si bocah itu???"Ucap Suga dengan bersuara kecil
beberapa gadis yang tadinya membicarakan mereka ternyata mengikuti Suga dari belakang dan berpura pura ikut memilih pembalut tersebut.Mereka pun juga ikut tersenyum dan tertawa kecil
__ADS_1
"So sweet.. Sangat gentle ..Dia sampai membelikan pembalut..Itu pasti untuk kekasihnya.."Sahut dari mereka lagi
"Iya.. Kapan punya pacar macam dia..Pasti dia cinta banget sama pacarnya.."Sambung salah satu dari mereka
Suga sesaat kembali mendengar ocehan mereka.Membuatnya hanya bisa menghela nafas panjang dan sedikit kesal
Apa yang sudah kulakukan..Kenapa aku sampai menurutinya..Gerutu Suga lagi dalam hati
Tengah bingung memilih,tiba tiba saja seorang wanita karyawan minimarket tersebut datang menghampirinya
"Maaf kak..Ada yang bisa saya bantu??"Tanya wanita tersebut
"Hah.. Tidak.. "Jawab Suga terkejut dan langsung pergi meninggalkan lorong tersebut setelah asal mengambil pembalut tersebut
Perjuangan yang cukup berat baginya setelah menahan rasa malu hanya demi membeli pembalut untuk Aerin
"Apa benar Kenzie adalah teman dekatmu?"Tanya Suga tanpa menjawab pertanyaan Aerin sebelumnya
"Oh... Iya..Teman waktu disekolahku dulu..Kenapa?"Jawab Aerin menjelaskan
"Tidak.. Hari ini kau pulang saja..Kau akan dirawat dirumah saja."Jelas Suga
"Kenapa?Bukankah kata dokter dua hari lagi aku baru boleh pulang?"Tanya Aerin terheran
"Ikuti saja perkataanku..Jangan membantah.."Jawab Suga dengan tegas
__ADS_1
"Kau tidak sanggup membayar biaya rumah sakit ya??"Tanya Aerin sengaja menyindir
Mendengar pertanyaan Aerin,tatapan Suga pun berubah menjadi tajam
"Tidak sanggup katamu?Kau meremehkanku??Apa perlu rumah sakit ini kubeli sekarang juga?"Tanya balik Suga menyerang balik sindiran Aerin
"Dasar angkuh.. "Sindir Aerin memalingkan wajahnya
Yang tak bisa lagi membalas perkataan Suga.
...****************...
Malam hari..
Kenzie berniat ingin mengunjungi Aerin kembali,walaupun ia tahu jam besuk tidak diperbolehkan lagi.Tapi rasa kekhawatirannya pada Aerin membuatnya ingin melihat keadaaan Aerin kembali
Sesampainya dirumah sakit dan tiba didepan kamar perawatan,ia merasa heran melihat kamar tersebut dari balik pintu dengan pembatas kaca sebagian yang sudah gelap.Saat itu juga seorang perawat pun berjalan melewatinya dan langsung bertanya
"Suster..Pasien yang dirawat dikamar ini kemana ya??"Tanya Kenzie
"Ohh.. Sudah pulang tadi siang pak.."Jawab perawat tersebut
"Sudah pulang??"Tanya Kenzie lagi
"Iya pak..Maaf,permisi pak.."Jawab Perawat langsung pergi
__ADS_1
Kenzie pun merasa bingung,karna tidak mengetahui Aerin yang sudah keluar dari rumah sakit
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...