![Juli [ Soobin ]](https://asset.asean.biz.id/juli---soobin--.webp)
..."Jika Rindu tidak sekuat hujan yang menyatukan langit dan bumi, maka jadilah selembut Doa yang menyatukan harapan dan takdir"...
...- Juli -...
...****************...
Mendengar Nada bicara dengan pelan, membuat Soobin menatapnya beberapa saat. Ucapan gadis itu, Soobin yakin ada maksud dibaliknya. Tapi sayang, laki-laki ini masih saja belum bisa memahaminya.
Nada tidak mungkin bicara begini pada Soobin dengan wajah yang murung. Jika benar tidak ada sesuatu dibaliknya, pastilah anak ini bicara dengan sebuah candaan yang menyebalkan.
"Kamu belum mengantuk?" Tanya Soobin, gadis itu mengangkat pandangannya.
"Bagaimana aku bisa merasa begitu jika hatiku saja inginnya menemuimu, Soobin?" Kali ini Nada terlihat sangat kontras dari hari hari sebelumnya. Logatnya bicara kini selalu menggunakan tangga minor.
"Baiklah, biar kutemani hatimu sampai dia puas melihatku" Soobin tersenyum lembut "Ada apa sebetulnya? bukankah kita bisa bicara esok hari?"
Bukannya menjawab, Nada justru diam seribu bahasa beberapa saat. Hatinya tidak yakin harus menjawab apa pada Soobin.
"Ya, semoga saja esok hari aku bisa menemuimu" Nada akhirnya membuka suara, dia rasa jawaban ini sudah cukup mewakilkan harapannya.
"Kalau kamu tidak bisa menemuiku, biar aku yang datang menemuimu" Soobin tersenyum dengan kedua netral indahnya.
Nada tersenyum kecil.
"Jangan, nanti jika kamu tidak berhasil menemukanku, kamu pasti akan menangis.. lebih baik kamu tunggu saja disini" Ucap Nada.
"Hey, enak saja.. mana mungkin aku akan menangisimu" Dengus Soobin.
"Kamu janji tidak akan menangis karenaku?" Nada tersenyum kecil dengan kedua alis yang naik.
"Tentu saja" Soobin mengangguk yakin.
Hey, Soobin tidak Se-cengeng itu dihadapan Nada. Lagipula untuk apa dia menangisi Nada? gadis itu kan selalu membuatnya tersenyum sepanjang hari.
"Syukurlah kalau begitu" Nada tertawa kecil.
"Oh iya, Nad.. aku punya kabar gembira"
"Apa itu?"
"Besok, aku akan mulai pelatihan berjalan"
"Benarkah? wah, aku ikut senang mendengarnya Soobin.. kamu akan segera pulih"
"Iya, Nad.. doakan yaa"
"Pasti, Soobin.. aku akan mendoakan kakimu agar cepat bisa berjalan lagi" Nada kini sudah kembali tersenyum lebar.
Soobin mengangguk ceria.
__ADS_1
Dia hanya tinggal menunggu waktu, bekerja keras, dan dia akan kembali bisa berjalan. Soobin harap, ini tidak akan berlangsung lama.
"Tapi, Nad.. " Soobin kembali bicara dengan pelan.
Nada menatapnya seolah mengatakan 'ada apa?'
"Orang tuaku bahkan belum juga kembali kesini, apa mereka sudah lupa padaku?"
"Tidak, Soobin.. mereka tidak mungkin melupakanmu," Nada menggeleng pelan menatap Soobin "Ini hanya tentang masalah waktu, mungkin memang belum saatnya mereka kembali" Gadis itu tersenyum kecil.
Soobin tidak menjawab. Dia hanya menghela pelan lantas mengalihkan pandangan.
"Hey, jangan sedih.. kamu bisa mempersiapkan kedatangan mereka dari sekarang, usahakan ketika mereka datang.. kamu sudah bisa berjalan dengan wajah tersenyum lebar. Tunjukkan pada mereka, kamu sudah melewati semuanya dengan sangat baik walaupun tanpa keduanya.. mereka pasti akan merasa bangga padamu" Gadis itu mengusap pelan lengan kiri Soobin dengan wajah yang menggemaskan.
Soobin kembali memperhatikan gadis itu. Sebetulnya dia sedang menahan rasa gemas ingin mencubit pipi Nada.
...----------------...
Keesokan harinya, pukul 05.30.
Nada sudah bangun, kini dia sedang bersiap untuk menghadapi hari yang sangat menegangkan ini. Semalam, dia kembali pukul 19.00 dari kamar Soobin karena Dokter Kang menyuruhnya untuk sholat isya lalu langsung istirahat agar tidak terlambat bangun.
Nada bergegas menyisir rambut, memakai parfum bayi pada kedua lehernya, lantas keluar untuk kembali menemui Soobin sebelum pukul 08.00 datang.
Tiba di kamar Soobin, laki-laki itu masih terlelap. Saat tidur saja Soobin masih kelihatan tampan. Lelah jiwa Nada selalu terpesona.
"Haloo, anak manis.. aku sudah datang hari ini, kan? itu artinya janjiku sudah dijalani.. Soobin~ hari ini akan menjadi awal perpisahan sementara diantara kita.. maaf jika nanti aku akan merindukanmu sembari menangis diam diam,.. sungguh akhir akhir ini aku tidak bisa sedikit saja jauh darimu.. perasaanku selalu ingin berada disisimu setiap waktu. ( Nada terkekeh pelan) merepotkan sekali, bukan?" Nada masih bicara dengan bisikan. Berusaha untuk tidak membuat Soobin bangun dari tidurnya.
"Makanlah dengan teratur, lakukanlah pelatihan hari ini dengan penuh semangat dan senyuman manismu, jangan bersedih lagi, ya?" Lanjut Nada. "Ingatlah, aku pasti akan kembali dalam beberapa hari, jangan cari aku dimana, Soobin.. karena meskipun ragaku meninggalkanmu, jiwaku selalu berdiri disisimu"
Nada terdiam sejenak, lantas tersenyum kecil.
"Soobin bolehkah aku mengusap kepalamu? aku janji ini adalah yang pertama dan terakhir kali melakukannya.." Nada menatap wajah terlelap itu lamat lamat.
Telapak tangannya bergerak, berusaha untuk menggapai pucuk kepala Soobin dengan gerakan lambat. Jarinya sedikit gemetar, hingga akhirnya ia berhasil menyentuh rambut Soobin lantas mengusapnya pelan.
"Kamu pasti kelelahan, tidurmu nyenyak sekali Soobin.." Ucap Nada dengan senyuman sendu yang terukir diwajahnya "Aku pamit dulu ya, dah Soobin.."
Tangan Nada perlahan mulai berpisah dengan rambut Soobin. Ini adalah kali pertama Nada merasa berat meninggalkan seorang laki-laki selain Taehyun. Gadis itu tersenyum sendu dan--
Grepp.
Nada membulatkan matanya. Belum juga tangannya terangkat dari kepala Soobin, lengan laki-laki yang masih menutup matanya itu dengan cepat menahan pergerakan tangan Nada.
Soobin perlahan membuka kedua matanya.
"K-kamu?" Nada menatap Soobin tidak menyangka.
"Jika usapan lembut ini adalah yang terakhir kali, jangan pernah lepaskan tanganmu dari kepalaku, Nad" Ucap Soobin pelan "Bahkan orang yang tidak kusangka juga akan pergi meninggalkanku" Lanjutnya.
__ADS_1
Nada bergeming mendengar Soobin bicara.
"Ternyata ini alasan dibalik perasaanku yang tidak nyaman sejak kemarin kamu kembali bersama Dokter Kang untuk istirahat" Soobin menarik lembut telapak tangan Nada turun ke pipinya "Seandainya aku tertidur seperti saat bunda pergi, aku pasti akan membencimu karena menyangka kamu sudah meninggalkanku tanpa permisi" Soobin masih menatap Nada dengan tatapan sendu.
"Soobin, aku tidak akan pernah benar-benar pergi meninggalkanmu" Nada mulai angkat bicara. "Ini mungkin hanya akan berlangsung satu minggu lamanya, lalu aku akan kembali padamu"
"Kamu pikir satu minggu itu waktu yang singkat? lagipula kemana kamu akan pergi? kenapa tiba-tiba sekali?"
"Kurasa sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk memberi tahumu, Soobin"
Lenggang sejenak. Keduanya masih bertukar pandang. Soobin lantas menurunkan tangan Nada, namun masih ia genggam.
"Kalau begitu katakan padaku, apa yang harus aku lakukan selama kamu pergi? tolong jangan katakan 'menungguku kembali' karena sudah pasti akan kulakukan hal itu tanpa ragu.."
Nada tertawa kecil mengalihkan pandangan.
"Apa yang harus kamu lakukan? eumm~ apa ya?" Nada berpikir sejenak "Mungkin kamu bisa menghabiskan banyak waktu bersama Dokter Na" Nada tersenyum sembari kembali menatap Soobin.
"Dengan siapa kamu pergi?" Soobin menatap Nada datar.
"Dokter Kang" Jawab Nada.
"Oh begitu, kamu menyuruhku untuk menghabiskan waktu bersama Dokter Na agar tidak ada yang mengganggumu berdua dengan Dokter Kang?"
Nada menatap Soobin heran "Kamu ini bicara apa?"
"Sudahlah Nada. Pergi sana. Habiskan saja waktumu bersama Dokter Kang itu" Soobin mendengus pelan, melemparkan tangan Nada yang tadi digenggamnya.
Nada terkekeh kecil melihat Soobin yang nampak kesal "Baiklah, aku akan pergi sekarang" Nada berbalik, lantas-
"Tunggu" Soobin kembali menarik lengan Nada membuatnya berhenti melangkah "Jangan terlalu dekat dengan Taehyun, aku tidak suka"
Nada tersenyum, menoleh.
"Aku juga tidak suka jika kamu terlalu dekat dengan Dokter Na, Soobin"
Laki-laki itu terdiam sejenak.
"Tolong berikan alasan yang jelas atas apa yang baru saja kamu katakan, Nad"
...****************...
[ Apa Nada mencintai Soobin? 🙊
Kira kira Nada bakal jawab apa? ]
Author : "Nad? ungkapin ga ni? Taehyun gimana Nad?"
Nada : "Kamu membuat pilihan yang sangat rumit, Thor"
__ADS_1