![Juli [ Soobin ]](https://asset.asean.biz.id/juli---soobin--.webp)
..."And I maybe not yours and you're not mine, but I'll be there for you when you need me, thats only me, only me"...
...- Dr. Kang -...
*wuw <3
...****************...
Hari ke-3 setelah proses Radioterapi.
Nada adalah gadis yang kuat menurut Taehyun. Bayangkan saja, ketika dunia bertindak kejam padanya, Nada masih berdiri tegak dan tersenyum.
Momen tak terlupakan sekaligus momen terberat dalam hidup Nada adalah ketika seluruh keluarganya pergi meninggalkannya sendirian.
Kala itu, Taehyun benar-benar risau tentang kesehatan mental Nada. Pasalnya gadis itu hanya diam terduduk dibawah jendela kamarnya tanpa bicara sedikitpun. Hanya menatap kosong kedepan dengan mata sembap.
Demi apapun, Taehyun tidak ingin kejadian itu terulang.
Kini gadis itu terlihat lebih baik. Apalagi saat Soobin datang dalam kehidupannya, Nada terlihat semakin ceria. Tak apa, Taehyun senang jika Nada senang.
Hal yang sangat Taehyun takuti sekarang adalah tentang waktu. Nada sudah bertahan lima tahun lamanya agar tetap hidup. Taehyun percaya pada Nada, tapi ketika ia melihat gadis itu merintih, hatinya juga tidak sanggup.
Nada mungkin sudah lelah selama ini, tapi dia menutupi segalanya.
Taehyun membawa sesuatu ditangannya. Sebuah gitar klasik masa SMA dulu. Sengaja ia bawa kemari karena dia tau Nada itu suka lagu akustik. Sudah lama juga Taehyun tidak berlatih gitar.
Nada kini tengah berada diatas bangsalnya, menatap boneka kelinci bermotif ditangannya. Nada pernah bercerita, katanya boneka itu pemberian kakaknya saat Nada masih berusia enam tahun.
"Sedang apa?" Begitu Taehyun masuk, gadis itu langsung menoleh.
"Tidak ada, dokter Kang" Jawabnya sembari tersenyum "Apa yang kamu bawa itu?"
"Gitar, kamu ingat gitar ini?" Taehyun duduk disamping bangsal Nada, menaikkan gitar itu dalam pangkuannya.
"Tentu saja ingat, ini adalah gitar legendaris Taehyun" Nada tertawa kecil, begitu juga dengan Taehyun.
Tapi Nada tidak salah, gitar ini adalah gitar yang sering Taehyun bawa ketika ada acara di sekolahnya, Saat Taehyun tampil diatas panggung lomba menyanyi, juga saat sedang berdua dengan Nada menghabiskan waktu senggang.
"Sudah lama ya, kita tidak bernyanyi bersama" Taehyun menatap Nada. Gadis ini diam diam punya suara yang indah didengar. Meskipun dia sangat jarang mau untuk menyanyi didepan orang lain.
"Hey, kali ini aku sedang tidak ingin menyanyi. Tenggorokan ku sedang tidak enak, kamu saja yang nyanyi, aku dengarkan" Jawab Nada.
"Aku tau kamu pasti menolaknya, Nad" Taehyun menundukkan pandangan, menatap senar gitar yang lama tidak disentuh.
"Kali ini aku benar-benar tidak bisa Taehyun, maaf ya" Lirih Nada sembari tersenyum kecil menatap laki-laki dihadapannya.
__ADS_1
"Tidak, apa yang kamu lakukan? tidak perlu meminta maaf, aku hanya bercanda Nad.." Jawab Taehyun kembali menoleh pada Nada.
"Aku hanya tidak enak padamu, Taehyun.. kalau begitu, cepatlah aku ingin mendengar nyanyianmu"
Taehyun terkekeh pelan. Laki-laki itu mulai menarik senar gitar, menggeseknya kebawah lalu keatas hingga menimbulkan suara.
...
I maybe not yours and you're not mine
But i'll be there for you when you need me
It is only me
Believe me girl, it's only me
Yeah, it's only me
...
I will always be the one who pull you up
When everybody push you down
And it's only me
Believe me girl, it's only me
...
Taehyun tersenyum sembari menatap batang gitar yang digenggamnya. Ia mendongak, menatap gadis yang duduk diatas bangsal dengan senyuman lembut khasnya.
"Yey.. bagus sekali suaramu" Ucap Nada.
Kedua netra Taehyun terpaku pada wajah Nada yang tersenyum lebar hingga matanya menyipit. Dalam hatinya berkata, andai saja Nada tau semua lirik lagu yang baru saja Taehyun nyanyikan, mungkin gadis itu akan terkejut.
...----------------...
"Soobin, kenapa belum siap? apa kamu lupa hari ini kita ada jadwal pelatihan kedua?" Nakyung mesuk ke ruangan Soobin, menatapnya heran.
Biasanya Soobin sangat bersemangat, tapi lihatlah sekarang. Dia bahkan terlihat sedang tidak bergairah untuk bangun.
"Dokter Na?" Soobin membuka matanya, menatap gadis cantik yang kini sudah berdiri di sisi bangsalnya "Ah ya, maaf aku melupakan itu" lanjut Soobin sembari berusaha untuk duduk.
"Wajahmu kelihatan murung, ada apa?" Nakyung menatap Soobin.
"Dokter Na tolong beri tahu aku dimana Dokter Kang sekarang.." Laki-laki itu menatap Nakyung.
"Apa? aku tidak tahu, Soobin" Nakyung cukup terkejut mendengar ini.
__ADS_1
Tiba-tiba saja Soobin bertanya keberadaan Taehyun pagi pagi begini. Tentu saja dia tidak tahu. Taehyun itu penuh rahasia, dia bisa menghilang kapanpun jika ia mau.
Mendengar jawaban Nakyung yang tidak sesuai dengan ekspektasinya, Soobin mengalihkan pandangan sembari menghela napas.
Kemarin, Soobin sudah mencoba untuk mencari Dokter Kang itu. Namun hasilnya nihil, Soobin sampai kelelahan dibuatnya. Pangkal hidungnya pun tidak mampu Soobin temukan.
"Begini saja, Soobin.. jika aku bertemu dengan Taehyun, aku akan bilang padanya untuk segera menemuimu, bagaimana?" Dokter Na tersenyum.
"Baiklah, terima kasih atas bantuanmu Dokter Na" Soobin tersenyum, menatap gadis yang berdiri di hadapannya.
"Kalau begitu, kita pelatihan sekarang yaa"
Soobin mengangguk.
...----------------...
Hari demi hari berlalu, kini sudah dua minggu Nada tidak kembali pada Soobin.
Bagaimana dia sekarang? apa dia baik-baik saja? apa dia tidak merindukan Soobin? kenapa dia pergi begitu lama? ada apa? kapan dia akan kembali? Soobin tidak tahu.
Laki-laki itu menatap jendela kaca yang basah akibat rintik hujan yang mulai turun. Pikirannya terus memutar saat-saat bersama Nada. Padahal baru beberapa hari Nada masuk kedalam hidupnya, tapi gadis itu berhasil merebut ruang hatinya.
Nada, kamu dimana? Bukankah kamu sudah berjanji akan kembali dalam waktu satu minggu? ini sudah lebih, Nad.. tapi kenapa kamu belum juga kembali?
Ucapnya dalam hati. Seandainya saja dia tau akan seperti ini, Soobin pasti tidak akan melepaskan Nada saat itu.
"Kalau kamu tidak bisa menemuiku, biar aku yang datang menemuimu"
"Jangan, nanti jika kamu tidak berhasil menemukanku, kamu pasti akan menangis.. lebih baik kamu tunggu saja disini"
"Hey, enak saja.. mana mungkin aku akan menangisimu"
"Kamu janji tidak akan menangis karenaku?"
"Tentu saja"
Soobin menundukkan kepalanya. Dia ingkar, dia ingin menangis. Dadanya tidak tahan harus menahan rindu lebih lama lagi. Soobin ingin Nada kembali.
Jika Nada benar-benar kembali dan melihatnya menangis, Soobin pasti sudah habis ditertawakan oleh Nada. Tapi maaf, biarkan Soobin menangis sekarang.
"Soobin.. " Mendengar suara itu, Soobin langsung menoleh kebelakang. Itu, suara Nada. Ya, itu suara Nada.
Begitu Soobin melihat kebelakang, Nada sudah berdiri disana dengan pakaian yang sama saat gadis itu pergi. Soobin segera menghampiri Nada, namun anehnya gadis itu malah tersenyum lalu berlari keluar.
"Nad- tunggu!"
...****************...
[Gimana episode hari ini??]
__ADS_1
pov : Dokter Kang nunggu kamu siuman ajhsydgysvvf :'))