Juli [ Soobin ]

Juli [ Soobin ]
[ Episode 23 ] of Juli.


__ADS_3


..."Jika kau punya seribu alasan untuk menangis, setidaknya kamu harus punya satu alasan untuk tetap tersenyum"...


.......


.......


...- Juli -...


...****************...


Saat itu, aku tidak tahu apa yang terjadi setelah kepalaku menghantam tembok. Yang aku ingat adalah, Nada yang menangis sembari berusaha untuk menggapaiku.


Dan saat aku kembali tersadar, aku sudah berada di rumah dengan Jihya yang memeluk tanganku sambil menangis tersedu. Nada tidak ada disana, entah kemana dia pergi.


Dua hari berlalu, tidak ada kabar dari gadis itu


Hingga pada suatu malam, saat aku melintasi jembatan penghubung di jalanan kota, pendengaranku menangkap suara tangisan lirih dari seseorang.


Awalnya aku takut, tapi saat aku melihat kearah sisi pagar, nampak seorang gadis tengah menangis sembari menyenderkan tubuhnya ke pagar. Dia dalam keadaan terluka.


Tapi kali ini, luka lebam.


Pandanganku langsung mengetahui siapa gadis itu. Suaranya, tidak lagi asing di telinga. Untuk kesekian kalinya, aku menemukan Nada yang menangis sendirian dengan luka di tubuhnya.


Saat ku hampiri anak itu, kami sama-sama terkejut. Nada terkejut karena melihatku, sementara aku yang lebih terkejut melihat wajah Nada.


Ternyata dari dekat, luka lebam itu nampak sangat mengerikan. Biru mendominasi sisi kanan matanya. Juga, ujung bibir yang sobek berdarah, dan mata yang sembab memerah.


Sungguh, hatiku langsung terasa sangat sakit.


Tiap kali aku melihatnya, selalu saja ada luka. Baik di wajahnya, kakinya, lengan, bibir, bahkan hatinya. Aku melihat semuanya, dan rasa sakit itu seolah terhubung langsung dengan ragaku.


Mata nenek itu nampak mulai basah.


Lain dengan Soobin, laki-laki itu sudah banyak menitikkan air mata hingga beberapa bercak air nampak di bajunya.


Mendengarnya saja sudah membuat Soobin menangis, apalagi jika dia yang berada dalam posisi nenek saat itu. Mungkin, Soobin sudah histeris.


Taehyun, sama. Laki-laki itu juga sudah menangis.


Dia tau luka Nada, tapi tidak seburuk apa yang diceritakan nenek. Gadis itu sangat kuat, bahkan hingga saat ini, Nada adalah gadis terkuat yang pernah Taehyun temukan.


Seorang malaikat yang indah oleh lukanya.


Juga, saat anak itu kehilangan dunianya.. sesak memenuhi dadaku.


Anak itu seperti orang yang depresi berat. Dia hanya menghabiskan harinya dengan melamun setiap saat, menangis, dan bungkam. Tidak mau minum, apalagi makan.


Taehyun makin menangis. Dia menyaksikan sendiri masa-masa itu. Dan nenek benar, Nada memang seperti itu.


Taehyun menutupi wajahnya, menangis tertahan dibalik kedua telapak tangannya. Ingatan itu, Taehyun benar-benar membencinya.


Dia, ah.. aku tidak sanggup untuk menceritakannya..


Taehyun yang tau saat-saat itu, lihat kan? dia bahkan menangis seperti ini..

__ADS_1


Nenek tersenyum tipis, Soobin menoleh lantas menepuk punggung Taehyun. Berusaha untuk menguatkan laki-laki itu.


Taehyun yang nampak kuat ternyata luluh lantak dengan cerita Nada.


Tibalah di masa suram itu, Taehyun sudah berada di hidup Nada.


Yang kamu tidak tahu, Taehyun..


Saat aku dibawa kemari, dengan luka parah di bagian kepala, lagi-lagi akibat terbentur tembok.. aku harus kehilangan suaraku karnanya.


Semenjak itulah, Nada selalu memperhatikanku, karena dia merasa dirinyalah yang menjadi penyebab dari semua ini. Padahal, Nada sama sekali tidak bersalah atas kejadian itu.


Nenek menghela napas, menatap kedua laki-laki yang menangis dihadapannya.


Ini sudah larut, sebaiknya kalian pergi istrahat.. Lihatlah dua mata sembab itu, kalian terlihat sangat lucu..


Kedua laki-laki itu mengusap matanya, tersenyum. Nenek benar, beliau harus banyak istirahat. Jika Soobin dan Taehyun memaksa nenek untuk kembali bercerita, mereka bisa habis dimarahi Nada besok.


Keduanya bangkit, lantas menyalami tangan nenek sebagai tanda pamit. Nenek lantas tersenyum menyaksikan kedua laki-laki itu keluar dari ruangannya.


Hatinya menghangat. Dia sudah tidak lagi takut untuk meninggalkan Nada. Ada Soobin dan Taehyun disisi Nada sekarang, dia rasa itu sudah cukup.


Bahagia sudah tiba, Nada.. maaf karena nenek tidak bisa selamanya berada di setiap momen dalam hidupmu..


...----------------...


Keesokan harinya, pukul 04.10.


Nada membuka matanya perlahan. Ternyata dia masih berada di dunia. Saat tersadar tubuhnya dalam keadaan berbeda dengan posisi tidurnya semalam, dia langsung mendudukkan tubuhnya.


Nada turun dari bangsal, berjalan kearah sofa. Taehyun ada disana, laki-laki itu belum bangun rupanya. Senyumnya mengembang ketika melihat laki-laki itu terlelap.


Bagaimana pun, Nada tidak sanggup marah pada Taehyun dalam waktu lama.


Ketika berjarak satu meter dari Taehyun, Nada menyadari sesuatu. Mata terpejam itu nampak sembab. Kenapa dia? apa dia habis menangis semalam? tapi kenapa?


Nada mengusap pelan pundak Taehyun, laki-laki itu langsung membuka matanya perlahan.


"Sebentar lagi adzan subuh, bangun ya" Ucapnya dengan lembut.


Taehyun mengusap wajahnya, lantas duduk dan menghela napas panjang. Sepertinya laki-laki itu benar-benar habis menangis.


"Apa kamu habis menangis semalam? matamu terlihat sembab" Pertanyaan itu langsung membuat Taehyun menoleh kearahnya.


Laki-laki itu bangkit, berdiri dihadapan Nada.


Kalimat-kalimat dari nenek semalam seketika langsung melintas di kepalanya. Taehyun tidak sanggup melihat Nada sekarang.


"Aku baik-baik saja, mari solat bersama" Jawab Taehyun sembari menepuk pundak Nada, lantas berlalu.


"Ada apa dengan Taehyun?" Ucap Nada setelah laki-laki itu tidak berada di sekitarnya. Alisnya mengerut, tidak paham.


"Ah, sudahlah" Nada kemudian menyusul Taehyun.


...----------------...


Pukul 06.30.

__ADS_1


Langkah Nada terhenti ketika dia berada di ambang pintu kamar nenek. Pandangan gadis itu tertuju pada kedua manusia yang sudah berada di dalam kamar.


Soobin dan nenek.


Laki-laki dengan semangkuk bubur yang berada di tangannya itu menoleh, tersenyum kearah Nada ketika gadis itu masuk.


Nada menghampiri keduanya dengan senyuman. Soobin lebih dulu kedapatan posisi tempat biasanya dia duduk. Lagi-lagi, dalam jarak satu meter dari Soobin, matanya menangkap hal yang sama seperti subuh lalu.


Mata Soobin juga nampak sembab. Apa mereka habis bertengkar? tapi- ah, tidak mungkin. Mereka bukan anak kecil.


"Soobin, matamu seperti ikan buntal, ada apa?" Jika dengan Soobin, Nada bisa sambil bercanda. Tapi, tidak jika dengan Taehyun.


"Datang-datang langsung mengejek" Ucap Soobin.


"Hari ini Soobin tidak mengejekku balik, ada apa ini? aneh sekali" Nada tersenyum kecil menatap Soobin dan nenek.


"Nenek, apa laki-laki ini sedang kemasukan hantu baik hati?" Mendengar itu, nenek tertawa kecil.


Soobin bangkit, menaruh mangkuk itu diatas meja, lantas berdiri tegak di hadapan Nada. Gadis itu tersenyum lebar, dia pikir Soobin akan mulai menghajarnya karena ejekan barusan.


Tapi ternyata tidak, laki-laki itu hanya diam menatapnya.


Semakin lama, pandangan Soobin berubah. Laki-laki itu seolah ingin menangis. Senyuman Nada yang awalnya mengembang itu mulai memudar. Ada yang tidak beres pada kedua laki-laki ini.


Ketika Soobin mulai menyadari Nada yang berubah itu langsung menoleh. Tidak, Soobin belum sanggup melihat wajah Nada.


"Bin.. ada apa?" Pertanyaan Nada itu membuat dadanya terasa sesak. "Pagi tadi Taehyun juga nampak seperti habis menangis, kamu juga? ada apa, katakan" Nada menggapai lengan Soobin, beranjak kehadapan laki-laki ini.


Soobin terus saja mengalihkan pandangannya dari tatapan Nada. Hal ini semakin membuat gadis itu bingung.


Nada menoleh kearah nenek, wanita itu hanya tersenyum kecil.


"Jangan menangis, Soobin" Nada mengguncang pelan lengan Soobin yang masih memalingkan wajah. Sentuhan itu justru membuat hatinya semakin sakit. Laki-laki itu memejamkan matanya, menahan air mata agar tidak jatuh.


"Baiklah, apapun masalahmu sekarang, kamu boleh menangis" Nada merengkuh tubuh itu erat-erat sembari mengusap lembut punggung Soobin. Laki-laki itu menangis tanpa suara dalam pelukan Nada.


"Si menyebalkan ini punya nurani untuk menangis juga rupanya"


PUKK.


Sebuah tepakan pelan di kepala Nada itu berhasil membuat Nada tertawa kecil. Soobin melepaskan pelukan Nada, menatapnya dengan tatapan kesal.


"Dasar menyebalkan. Kamu ini minta dibanting sepertinya" Dengus Soobin.


"Hey, hey, jangan dong" Nada langsung tertawa mendengar ucapan Soobin.


Nenek hanya tertawa kecil. Dadanya mulai terasa sesak.


...****************...


[ Halluww halluww gimana perasaannya? ]


Btw, happy weekend semuaa ><


Aku pas ngetik episode ini :


__ADS_1


__ADS_2