Juli [ Soobin ]

Juli [ Soobin ]
[ Episode 2 ] of Juli.


__ADS_3


..."Halo, ini Juli dengan segala kepedihannya"...


.......


.......


...[ Happy Reading ]...


"S-soobin, dia-"


"Jika kamu tidak mengakui kebenarannya, aku akan putuskan hubungan ini" Kyuhyun kembali bicara, membuat gadis itu makin panik.


Jihna sangat mencintai Kyuhyun, dia tidak ingin kehilangannya. Tapi, bagaimana dengan Soobin? dia akan kehilangan segalanya. Followers instagram nya, fansnya, bagaimana?


Kyuhyun sudah tidak waras. Tapi, Jihna takut akan kehilangan Kyuhyun jika mengatakan pada Soobin bahwa ia mencintai Soobin.


"Jihna, jawab aku" Soobin kembali bersuara.


"Kuakui, dia benar Soobin! aku- aku tidak mencintaimu.. aku hanya mencintai Kyuhyun" Jawab Jihna dengan penuh keyakinan.


Entahlah apa yang akan terjadi pada Jihna kedepannya, yang terpenting sekarang adalah Kyuhyun tetap bersamanya. Hanya itu.


Mendengar itu, Soobin menatapnya tidak percaya.


"Kau dengar? aku tidak berbohong, Soobin" Kyuhyun terkekeh sembari menatap Soobin dengan sinis.


"Aku tidak pernah menyangka kau akan berbuat seperti ini, Jihna" Soobin berbalik, lantas meninggalkan keduanya dengan langkah berdentum.


Sungguh, hatinya serasa diremas hingga napasnya terasa sesak.


Soobin memasuki mobilnya, lantas pergi dengan amarah yang menggebu. Kalian mungkin akan tahu bagaimana jadinya. Dia berkendara dengan kecepatan yang lebih tinggi dari biasanya.


Soobin memang sakit hati, tapi dia tidak mampu melepaskan Jihna pergi. Lantas apa yang harus dia lakukan dengan hubungannya sekarang? Jihna sudah tidak lagi mencintainya.


Haruskah Soobin kehilangan cinta pertamanya?


...----------------...


"Astaga kepalaku" Jihna masih di tempat yang sama bersama Kyuhyun. Gadis itu nampak sangat frustasi, kini ia tengah memegangi kepala sembari menunduk.


Gadis itu teringat sesuatu. Kali ini lebih menghawatirkan untuknya, juga untuk Kyuhyun.


"Ada apa? seharusnya kamu merasa lega karena Soobin telah mengetahui semuanya" Ucap Kyuhyun dengan santai.

__ADS_1


"Kamu benar-benar gila, Kyuhyun.. kamu tidak berpikir akan masa depan sedikitpun" Jihna menatap Kyuhyun dengan kesal.


"Apa yang harus aku khawatirkan? huh? kamu ingin fans? aku juga punya banyak fans.. jangan khawatir akan itu, sayang" Kyuhyun mengambil jus alpukat diatas meja, lantas meminumnya.


Ya, laki-laki itu benar. Kyuhyun adalah model, sama seperti Jihna. Mereka bekerja di satu kantor yang sama. Kyuhyun juga punya banyak penggemar-tapi penggemar Soobin lebih banyak darinya.


"Bukan itu yang kumaksud, bodoh" Dengus Jihna "Berpikirlah lebih serius" lanjutnya.


"Lantas apa?" Kyuhyun mengangkat kedua alisnya, menatap serius kearah sang gadis.


"Skandal"


...----------------...


Bunda kini berada di dapur dengan sebuah handphone yang memutarkan video memasak makanan ringan.


Dipandu oleh seorang chef laki-laki favoritnya, Bunda terlihat sangat antusias. Masakan kali ini simpel, tapi kelihatan sangat enak.


Dia pikir akan membuat makanan ini untuk Soobin jika anak itu pulang.


Jarinya mulai bergerak kesana kemari. Mengambil beberapa sayuran, makaroni mentah, wadah, dan sebagainya. Merebus makaroni, lantas memotong sayuran.


Srtt


"Aw! yaampun.." Wanita itu merintih, mencari kain untuk mengelap darah yang mengalir dari jarinya yang tergores pisau.


Baru saja dia duduk, telfon rumah berdering.


Dengan sigap, bunda berjalan menuju telfon rumah lalu mengangkatnya dan menaruhnya disisi telinga sebelah kanan.


Suara diseberang mulai terdengar.


Detik itu juga, wajah bunda langsung berubah. Dia panik setengah mati, lantas berlari secepat mungkin menuju dapur.


...----------------...


Rumah sakit, pukul 19.04


Dengan langkah terburu buru, bunda berlari di koridor rumah sakit yang nampak sepi. Mencari nomor kamar yang dikatakan oleh penelepon menit lalu.


Bunda, dia berlari dengan perasaan khawatir juga panik. Sudah terbayar alasan dibalik perasaan tidak nyamannya sejak tadi. Ternyata inilah yang terjadi.


Kepolisian lah yang meneleponnya, mereka bilang Soobin mengalami kecelakaan tabrak lari oleh seseorang. Bagaimana wanita itu tidak panik?


Kamar 108.

__ADS_1


Segera bunda masuk tanpa permisi. Pemandangan awal yang nampak didepanya adalah, Soobin yang sudah tergeletak diatas bangsal dengan infus dan perban dikepalanya. Juga seorang dokter yang nampak terkejut akan kedatangan bunda yang tiba-tiba.


"Dokter.." Bunda yang sempat terdiam itu menghampiri sang Dokter yang berdiri disebelah bangsal Soobin.


"Apakah anda adalah keluarga dari pasien?" Jawab dokter tersebut.


"Ya, ya, saya ibunya, Dok" Bunda mengangguk cepat.


"Kurasa kita perlu bicara, Nyonya. Mari, ikut dengan saya" Dokter laki-laki itu berlalu, disusul bunda dibelakangnya.


Perasaan wanita itu makin tidak tenang hingga tubuhnya telah duduk berhadapan dengan sang Dokter di ruangannya.


Laki laki dengan jas putih itu masih belum bicara, dia masih berkutat dengan lembaran lembaran diatas mejanya.


"Begini, nyonya.." Dokter itu menyodorkan hasil CT scan milik Soobin pada bunda.


*CT scan atau computerized tomography scan adalah prosedur pemeriksaan medis yang menggunakan kombinasi teknologi sinar-X dan sistem komputer khusus untuk menghasilkan gambar organ, tulang, dan jaringan lunak di dalam tubuh.


"Benturan yang terlalu keras pada tulang belakang pasien menyebabkan kerusakan sebagian dari sumsum tulang belakang, nyonya" Dokter menunjukkan jarinya diatas gambar "Hal ini menyebabkan pasien menderita paralegia inkomplit atau kelumpuhan sementara"


Bunda terdiam. Hatinya terguncang. Soobin harus kehilangan kakinya, padahal dia sangat menyukai hobinya melakukan ice skating. Lantas bagaimana perasaan Soobin jika dia tahu tentang ini?


"Dokter, apa Soobin masih bisa kembali berjalan?"


"Ya, nyonya.. Kami akan berusaha untuk menyembuhkan pasien hingga dia bisa kembali berjalan dengan melakukan rehabilitasi..Dalam rehabilitasi tahap awal, terapis akan berfokus pada mengembalikan kekuatan dan fungsi otot, mengembangkan kemampuan motorik tubuh, serta mempelajari teknik-teknik tertentu agar tubuh dapat kembali beradaptasi dalam kegiatan sehari-hari"


"Kami juga akan memberikan obat-obatan yang bertujuan untuk mengurangi rasa sakit, kejang otot, serta memperbaiki kontrol buang air" Jelas dokter itu.


"Terimakasih atas bantuanmu, Dok.. Saya mempercayai anda sepenuhnya untuk menyembuhkan anak saya" Jawabnya.


"Sudah menjadi tugas kami, nyonya.. terimakasih kembali telah mempercayai kami," Dokter itu tersenyum "Jangan khawatir, Nyonya.. Soobin pasti bisa kembali berjalan dalam waktu singkat"


Bunda tersenyum, begitu juga dengan sang Dokter.


Wanita itu keluar dari ruangan dokter, berjalan ragu menuju ruangan Soobin. Bagaimana dia akan mengatakan ini pada Soobin? Apa yang harus dia katakan terlebih dahulu?


Bunda yakin, Soobin pasti akan merasa sangat terpukul.


Tiba di ambang pintu, wanita cantik dengan rambut yang diikat bawah itu masuk. Tatapannya membeku ketika Soobin sudah terduduk diatas bangsalnya dengan mata yang terbuka dan wajah yang murung.


Demi apapun, Bunda tidak pernah melihat Soobin seperti ini sebelumnya.


Dia berjalan mendekati Soobin, lantas menggenggam erat tangan Soobin yang terbebas dari infusan, menatapnya dengan sendu.


"Bunda, apa kata dokter?"

__ADS_1


...****************...


See you next episode! ^^


__ADS_2