Juli [ Soobin ]

Juli [ Soobin ]
[ Episode 21 ] of Juli.


__ADS_3


..."Kamu tidak akan pernah tau bagaimana rasanya berjalan diatas sepatuku"...


.......


.......


...- Nada -...


...****************...


CKLEK


Nada membuka pintu kamar seseorang dengan pelan, lantas masuk ke dalam disusul Soobin dari belakang.


Pandangan gadis itu langsung tertuju pada seorang wanita tua yang tengah terbaring diatas bangsal.


Soobin dan Nada menghampirinya dengan perlahan, takut menganggu nenek yang masih memejamkan matanya.


Ketika Nada sudah berada di dekat bangsal, mata nenek itu perlahan terbuka. Beliau menoleh, lantas tersenyum kecil melihat seorang laki-laki berdiri di belakang Nada.


"Selamat pagi, Nek" Sapa Nada dengan lembut.


Nenek tersenyum kecil, lantas menggenggam tangan kiri Nada yang berada di sekitar bangsal.


Melihat Nada membawa alat infus, telapak tangan Nenek bergerak mengusap lembut kepala Nada dengan tatapan sendu.


Anak ini sakit lagi.


"Kamu pasti sedang tidak baik-baik saja.. biasanya kamu tidak membawa infus kemari.."


Nada termenung sesaat ketika membaca gerakan tangan nenek. Gadis itu memundurkan tubuhnya, berdiri tegak.


Batinnya berkata, tanpa membawa infusan ini pun raganya sudah sakit, dan akan sakit selama dia masih bernapas.


"Ada yang ingin bertemu dengan nenek" Ucapnya dengan lembut, lantas tersenyum.


Pandangan nenek beralih kearah Soobin. Nada menyuruh laki-laki itu memajukan tubuhnya agar nenek bisa melihatnya meski dalam keadaan tiduran.


"Assalamualaikum, nek" Ucap Soobin dengan nada lembut sembari menundukkan tubuhnya memberi hormat.


Nenek tersenyum, menjawab salam Soobin dalam hati. Anak ini tampan dan manis dengan lesung pipinya.


"Siapa ini, Nada?"


"Siapa ini?.. Ini, eumm-" Nada melirik Soobin. Laki-laki yang menunggu jawaban Nada itu menoleh ke arahnya.


"Pacar Nada, Nek" Ucap Soobin dengan segala ke-PDanya.


PLAK


Mata Nada membulat sempurna. Anak ini sangat menyebalkan. Baru saja gadis itu melayangkan telapak tangannya kearah pundak Soobin dari belakang.


"ADUH?!"


"Siapa bilang? bukan, Nek.. jangan dengarkan dia" Sungut Nada.


"Tidak perlu malu," Soobin melirik Nada, berdeham kecil.


"Apa apaan?!" Dengus Nada sembari menatap Soobin dengan wajah kesal, Soobin hanya terkekeh pelan menanggapi Nada.

__ADS_1


Sementara, sang nenek yang memperhatikan keduanya bertengkar itu hanya tersenyum lembut. Setidaknya Nada kembali marah-marah, mendengus, juga tertawa setelah melewati banyak tangis.


"Biar aku suapi nenek yaa" Ucap Nada dengan lembut.


"Aku saja" Soobin berjalan kearah meja, mengambil mangkuk sarapan nenek, lantas menghampiri Nada yang duduk di kursi dekat bangsal "Minggir kamu" Usirnya kemudian.


Nada mengerutkan dahi. Anak ini-


"Ish!" dengusnya. Dengan berat hati, Nada berdiri membiarkan Soobin duduk di kursinya.


Soobin kembali tersenyum, duduk.


Apakah kalian selalu seperti ini?


Nada menoleh, "Sebenarnya tidak jika anak ini sedang bersikap normal, nek.. sayangnya Soobin jarang sekali bersikap normal.. lebih sering begini kelakuannya"


"Jangan percaya, Nek.. aku normal kok.. oh iya nek, nanti ajarkan aku bahasa isyarat ya.." Soobin tersenyum kearah nenek, beliau mengangguk membalas senyuman Soobin.


"Jangan nek, jangan mau.. nenek akan kewalahan dengan sikapnya nanti"


"Hey, jangan menghasut yang tidak baik.. Nenek, lihatlah.. yang menyebalkan sebenarnya itu Nada, bukan aku, benar kan nek? aku hanya ketularan saja"


"Terserah kau saja lah" Ucap Nada pasrah.


Nenek hanya tertawa kecil.


...----------------...


Taehyun bergeming menatap kearah taman utama rumah sakit. Matanya tertuju pada sosok Nada yang tersenyum bahagia bersama dua orang kesayangannya.


Soobin dan neneknya.


Laki-laki itu ingin sekali bicara dengan Nada perihal masalah pagi tadi. Hatinya benar-benar tidak nyaman.


Taehyun menghela napas, menoleh.


Dokter muda itu sedikit terkejut ketika tau ada seseorang yang berdiri di belakangnya, entah sejak kapan.


Dokter Lee.


"Sedang apa di sini? bukankah seharusnya kamu pergi makan siang?" Tanya Yunho, menoleh.


Pria itu sadar, putranya kini tengah memperhatikan seseorang. Dia tau bagaimana rasanya berada di posisi yang sama seperti Taehyun dulu.


Posisi dimana Yunho mencintai Yoona, namun Yoona lebih condong kepada Hoseok. Dan, merelakan keduanya menikah.


"Ya, ayah.. aku baru saja ingin pergi makan siang" Jawabnya.


"Ayah tau bagaimana perasaanmu saat ini, Taehyun" Ucapnya secara terang-terangan "Memang perasaan suka itu tidak harus selalu bersama pemiliknya" Lanjut Yunho, tersenyum, lantas berbalik meninggalkan Taehyun.


...----------------...


"Ayo, kamu bawa dulu makananmu, kita langsung pergi ya" Ucap Soobin dengan antusias. Baru saja mereka pergi meninggalkan nenek untuk beristirahat.


Kini keduanya tengah berjalan menuju kamar Nada untuk mengambil menu makanan. Niatnya, mereka ingin makan bersama.


"Oke, baiklah, baiklah.. tunggu dulu aku-" Langkah keduanya berhenti seketika saat tau ada Taehyun di dalam kamar.


Laki-laki itu menoleh, menatap Nada dan Soobin yang berdiri di luar kamar. Segera, Taehyun menghampiri keduanya.


"Nad.."

__ADS_1


"Sepertinya aku meninggalkan sesuatu di kamar nenek, Bin.. ayo kita pergi" Nada hendak berbalik, namun Soobin menahannya.


"Dokter Kang memanggilmu, Nad," Ucapnya tanpa menoleh kearah Nada. Tatapannya mengarah pada Taehyun yang berdiri tepat satu meter di hadapannya.


Soobin menoleh kearah Nada. Menatapnya sesaat, seolah berkata 'Beri Taehyun kesempatan untuk bicara padamu'.


Beberapa detik kemudian, Nada menghela lantas kembali berbalik kearah Taehyun "Ya?"


"Nad, aku.." Taehyun bicara dengan nada ragu. Gadis itu hanya diam memperhatikan.


"Nad, aku akan kembali.. kamu bicaralah dulu dengan Taehyun" Soobin tersenyum. Dia tau Taehyun akan merasa canggung bicara pada Nada jika dia terus berdiri di sini.


"Tapi-" Nada menoleh, menatap Soobin. Berharap laki-laki ini tidak pergi meninggalkannya berdua dengan Taehyun.


"Aku hanya sebentar, janji" Soobin menepuk pelan pundak Nada, lantas berbalik meninggalkan keduanya berdua.


Sepeninggal Soobin, Nada masih memperhatikan punggung laki-laki itu beranjak semakin jauh darinya.


"Nad.." Taehyun kembali bicara, "Kita perlu bicara di dalam"


Gadis itu kembali menoleh, menganggukan kepala, lantas mengikuti Taehyun dari belakang.


Sesampainya di dalam, keduanya diselimuti oleh perasaan canggung. Baik Taehyun maupun Nada, keduanya sama-sama bungkam.


Nada yang tidak nyaman itu mulai angkat bicara "Ada apa? aku ada urusan lagi, jangan buang buang waktu"


"Aku hanya ingin meminta maaf padamu tentang masalah pagi tadi, Nad" Ucap Taehyun sembari menundukkan pandangannya "Maaf telah membuatmu sakit hati"


Nada bergeming sejenak, "Untuk apa kamu meminta maaf pada orang yang hanya mendengarkan omongan tidak enak tentang seseorang?"


Kini giliran Taehyun yang bergeming mendengar jawaban Nada.


"Kamu salah orang jika ingin meminta maaf" Lanjut Nada.


"Aku ingin bertemu dengan Nenek, bisa kamu antar aku kesana?" Taehyun menoleh, menatap Nada.


"Nenek sedang istirahat"


"Aku tidak bilang sekarang, aku hanya bilang apa kamu bisa mengantarku menemui beliau?" Kedua netra indah Taehyun tertuju pada wajah cantik Nada.


"Aku akan menunggumu di jam makan malam" Nada menoleh, menatapnya balik.


Mendengar itu, Taehyun sedikit merasa lega "Aku tidak akan terlambat"


...****************...


[Uwaa akhirnya bisa update jugaa hehehe.. abis ini mau flashback dulu :) tunggu yaa! ]


Spoiler dulu 💅


"HOSEOK?!" Nenek, dengan segala kepanikanya bergegas menghampiri Nada yang kini tengah menyenderkan tubuhnya di dinding dapur dalam keadaan penuh lebam di wajahnya.


"Nada.." Nenek yang melihat itu lansung merengkuh tubuh lemah Nada erat-erat dalam pelukannya "Nada, bangunlah nak.. ayo kita pergi dari sini.."


Hoseok yang tengah murka itu mengepalkan kedua tangannya. Napasnya bergerak cepat, wajahnya memerah seperti kepiting rebus.


"Heh nenek tua! jangan halangi aku, atau kau yang akan aku beri pelajaran" Ucap pria itu dengan nada mengancam.


Gadis kecil itu membulatkan matanya, mulai meneteskan air mata "Pergilah, Nek.. pergi.. jangan disini, nanti nenek terluka.. pergilah, nek.."


[See youu readers zheyeng~]

__ADS_1


__ADS_2