![Juli [ Soobin ]](https://asset.asean.biz.id/juli---soobin--.webp)
..."You are the reasons"...
.......
.......
...- Juli -...
...****************...
Soobin berjalan menyusuri koridor rumah sakit dengan kedua tongkat yang ikut membantunya berjalan. Hatinya tidak nyaman sejak semalam, pikirannya terus saja tertuju pada Nada. Entah kenapa, Soobin tidak tau.
Setibanya di depan kamar Nada, alisnya mengerut. Kenapa gagang pintu kamar Nada potong, padahal kemarin masih baik-baik saja? ataukah memang Soobin yang tidak sadar kemarin?
Ah, sudahlah.
Ketika hendak membuka pintu, Soobin mendengar percakapan antara seorang laki-laki dan perempuan dari dalam kamar. Karena tidak ingin mengganggu, Soobin akhirnya memilih untuk mendengarkan percakapan mereka dari luar.
"Kamu mau pergi kemana? kenapa kamu selalu keras kepala? ini masih pukul enam, Nad" Suara milik Taehyun mulai terdengar.
"Kamu tidak dengar yang aku katakan? aku ingin pergi menemui nenek" Itu suara Nada.
"Nad, nenekmu biarlah perawat yang mengurusnya, kenapa kamu harus repot-repot menyuapinya tiap pagi?"
"Taehyun.. kamu sadar apa yang kamu katakan barusan?" Nada diam sejenak "Beliau itu nenekku, apa aku salah jika ingin merawatnya hingga ia sembuh? sudah menjadi tugasku untuk selalu menjaga nenek, Taehyun.."
"Tapi coba lihatlah kondisimu sendiri!" Suara Taehyun agak meninggi "Kenapa Nenek itu selalu saja merepotkamu Nad?!"
PLAKK
Suara tamparan terdengar begitu jelas di telinga Soobin, membuatnya bergeming.
"Dimana kamu menaruh akhlakmu itu?" Suara Nada kembali terdengar dengan pelan namun bergetar "Kalau kamu tidak tau apapun tentangnya, lebih baik kamu diam, Taehyun" Deru napas Nada terdengar berat.
Soobin yang mendengar itu mulai tidak nyaman. Dia memutuskan untuk mendorong pintu itu, lantas masuk dengan tergesa "Nad-"
Nada terlihat mengepalkan tangan menatap sosok yang lebih jangkung di hadapannya dengan mata yang berair. Keduanya saling tatap. Mereka tidak menghiraukan Soobin yang baru saja masuk.
"Nad.. ada apa?" Soobin mendekati Nada. Gadis itu mengalihkan pandangan, menggandeng Soobin untuk segera pergi dari kamarnya.
__ADS_1
"Kita lebih baik pergi dari sini, Soobin" Ucap Nada tanpa menoleh.
...----------------...
"Nad.." Ucap Soobin dengan lembut. Kini mereka tengah duduk di pinggiran kolam air mancur yang berada di taman utama rumah sakit "Jika ada sesuatu yang memberatkan hatimu, kamu boleh membaginya denganku"
Nada menoleh kearah Soobin "Aku hanya tidak mengerti kenapa Taehyun bersikap seolah tidak menyukai Nenek, Soobin" Jawab Nada pelan. Dia lantas menghela napas panjang.
"Aku benar-benar tidak menyangka Taehyun akan mengatakan hal itu tepat di hadapanku.." Tatapan Nada berubah. Matanya mulai memerah "Ucapannya itu benar-benar membuat hatiku sakit, Soobin"
Nada mulai meneteskan air matanya. Cepat-cepat, gadis itu mengusap pipinya. Soobin yang tidak tega melihat Nada menangis, langsung merangkulnya lantas mengusap lengan Nada dengan lembut.
"Nada.. Taehyun mungkin sedang lelah, dia itu tidak bermaksud untuk mengucapkan kalimat yang menyakitimu.." Soobin menoleh, berusaha untuk melihat wajah Nada "Coba jawab pertanyaanku.. Apa Taehyun tidak tau tentang masa lalumu bersama nenek?" Lanjut Soobin.
Nada menundukkan pandangan, lantas mengangguk pelan "Aku tidak pernah menceritakan apapun padanya, Soobin"
Laki-laki itu tersenyum lembut "Inilah yang membuat Taehyun tidak paham dengan pikiranmu, Nad.. dia tidak tau betapa banyak pengorbanan Nenek untukmu dulu.. mungkin Taehyun mengira, nenek hanyalah sekedar 'nenek' saja bagimu karena kamu tidak pernah bercerita apapun tentangnya.."
"Taehyun mungkin merasa kesal saat kamu begitu memperhatikan Nenek, tapi kamu mengabaikan kondisimu sendiri, Nad.. bukan karena Taehyun tidak menyukai nenek.."
"Taehyun itu inginnya kamu mengindahkan permintaannya.. tapi, kamu selalu menolaknya dengan alasan yang sama, kamu ingin mengurus nenek.."
"Kuakui, pilihanmu itu sangat baik.. tapi, untuk beberapa waktu cobalah untuk melihat bagaimana keadaan tubuhmu sendiri, jika kamu terus memaksanya kuat dia justru akan semakin lemah.." Soobin menggenggam tangan kanan Nada, mengusap punggung tangan itu dengan lembut.
"Jika tubuhmu tidak bisa lagi bertahan, inilah yang Taehyun takutkan.. bukan hanya Taehyun malah, aku, nenek, Dokter Lee, dan Jihya, juga pasti merasakan hal yang sama"
Nada menundukkan kepalanya, menutupi wajahnya dengan tangan kiri, lantas mulai menangis. Terkadang Nada terlalu egois.
"Kemarilah, Nad.." Soobin merengkuh lembut kepala Nada, membawanya dalam kehangatan peluk Soobin "Sehat selalu, Nada.." Bisiknya lembut.
Mereka berpelukan beberapa saat, lalu kembali duduk tegak ketika Nada sudah mulai tenang.
"Terimakasih Soobin.." Nada tersenyum kecil. Wajah manisnya itu memerah akibat menangis.
Tangan Soobin terangkat, mengusap lembut pipi Nada "Terimakasih kembali.." Ucapnya. Nada terlihat seperti anak kecil yang baru berhenti menangis dengan hanya diberi sebungkus permen.
Nada menatapnya sesaat "Untuk apa?"
"Karena kamu sudah mau berbagi padaku" Jawabnya. Nada tersenyum kecil menatap ujung kakinya yang memakai sendal jepit hitam polos. Sandal favoritnya.
"Nenek pasti sudah menunggu kedatanganmu, Nad.. Ngomong-ngomong, apa aku boleh ikut menemui nenek bersamamu?"
__ADS_1
"Tentu, Soobin"
Nada bangkit, disusul Soobin. Tapi ketika ia hendak melangkah, lengannya ditahan oleh Soobin.
"Tunggu dulu, Nad.. coba lihat sini" Keduanya saling berhadapan. "Kamu ingin menemui nenek dengan wajah jelek kusut seperti ini??" Soobin menatap Nada dengan wajah meragukan.
Bohong, Nada itu cantik dalam keadaan apapun. Saat ini pun dia terlihat cantik. Soobin hanya tidak ingin Nada sedih sampai menangis seperti ini.
"Kenapa sikap menyebalkanmu itu cepat sekali kambuh, Soobin?" Sunggut Nada menatap Soobin dengan sedikit kesal.
Soobin terkekeh pelan "Apa salahku? wajahmu memang terlihat seperti itu"
"Gara-gara kamu juga aku jadi menangis begini" Dengus Nada.
"Apa kamu tidak malu jika nenekmu bilang 'Ya Allah, kenapa cucuku jelek sekali?' sembari menggeleng"
"Hey, dengar ya! nenek itu bukan manusia semacam dirimu yang hobinya mengejekku" Nada menepak pelan lengan Soobin.
"Kamu tau, jadi aku itu serba salah. Jika aku memujimu, kamu akan langsung bilang 'nyenyenyenye' dan, jika aku mengejekmu, kamu akan menepak lenganku seperti tadi" Protes Soobin dengan mulut yang menggemaskan seperti anak bebek.
"Aaaa kamu memang menggemaskan" Nada merangkup kedua pipi Soobin, memainkannya seperti squishy.
"Aaaa kamu juga sangat menggemaskan.. coba lihat ini, umumumuu" Soobin membalas Nada dengan perlakuan yang sama.
"Ya! Soobin! hentikan! aku maluu" Dengus Nada.
"Hey! eperibadih! lihatlah! Nada sangat menggemaskan, bukan?!" Laki-laki itu berteriak, membuat Nada langsung membulatkan kedua matanya. Beberapa orang menoleh kearah mereka sembari tertawa kecil.
"Soobin?!" Nada menepak lengan Soobin dengan agak keras, membuat laki-laki itu tersenyum lebar karena berhasil membuat Nada kesal.
"Kelinci sialan! kamu membuatku ingin melepas wajah saja!" Umpat Nada.
"Coba saja kalau bisa" Jawab Soobin.
"KAU-" Nada frustasi. "Dahlah"
...****************...
[ Ada yang mau nyampein sesuatu buat Taehyun? atau buat Nada, barangkali? atau mungkin buat Soobin? komen ya! ]
See youu ><
__ADS_1