![Juli [ Soobin ]](https://asset.asean.biz.id/juli---soobin--.webp)
..."Ketika seorang Hamba mengatakan, 'Ya Tuhanku, aku benci hidup ini' maka Dia menjawab, 'Siapa yang menyuruhmu untuk mencintai kehidupan dunia? cukup cintai Aku, maka akan Ku-perbaiki hidupmu'"...
.......
.......
...- Someone -...
...****************...
Kedua netra Nada terpaku pada jendela yang mulai basah akibat gerimis. Dokter Lee dan Taehyun sudah kembali, Nenek sudah dikebumikan.
Entahlah, Nada harus melakukan apa setelah ini semua menimpanya. Harapan hidupnya putus begitu saja. Beberapa kali air matanya jatuh, tidak menyangka semua akan terjadi hari ini.
Ayah, Ibu, Kakak, entahlah. Semuanya pergi meninggalkan Nada sendirian. Kalaupun kalian bilang Nada masih mempunyai Dokter Lee dan Taehyun, itu tidak akan bisa menghapuskan perasaan sepinya hidup tanpa keluarga dari hati Nada.
Kalian tidak akan pernah paham bagaimana hidup dengan orang lain jika tidak pernah mengalaminya.
.
.
"Siapa namamu, Nak?"
"Namaku Nada, Bibi.."
Wanita tua itu terkekeh pelan, "Aku ini sudah tidak lagi muda, panggil aku Nenek, Nenekmu.."
Nada tersenyum, "Baiklah, Nek.."
.
.
"Ada apa dengan wajahmu, Nak? kenapa lebam begini? katakan padaku, apa yang terjadi?"
"Aku tidak apa-apa, Nek.."
"Kamu ingin berbohong pada Nenekmu sendiri? kamu ingin membohongiku, Nada?"
.
.
"Ini, Nak.. makanlah, Nenek buatkan Odeng untukmu.. ayo cepat makan, kalau dingin tidak enak.."
"Terimakasih, Nenek.."
"Sama-sama, sayang.."
.
.
"Dengar, Nada.. kamu tidurlah di sini, biar Nenek yang akan pergi ke rumah untuk membawa ibumu kemari, ya?"
"T-tapi, Nek.."
"Sudah, Nada.. ini bukan masalah yang harus kamu tangani.. ini masalah orang dewasa, Nak.. aku janji akan membawa Yoona kemari"
.
.
"NADA?!"
Bughh.
"HENTIKAN! HOOSEOK!!"
"APA?! SIAPA KAU BERANI MENGHENTIKANKU?! HAH?!!"
__ADS_1
"APA KAU TIDAK PUNYA HATI?! DIA PUTRIMU!! DIA ANAKMU, HOOSEOK!!"
"LALU APA PEDULIKU?! DIA DAN YOONA SAMA-SAMA TIDAK TAU DIRI!!"
"KAU! KAU YANG TIDAK TAU DIRI!!"
"JANGAN IKUT CAMPUR! DASAR NENEK TUA!!"
Duaghhh
"AYAH?!!"
.
.
Lagi-lagi, air mata Nada jatuh. Mengingat segala kenangan yang telah ia lewati bersama Nenek. Semua cinta dan kasih yang telah Nenek beri padanya, Nada sangat bersyukur atas itu.
Dibalik kejamnya hidup yang telah tertulis untuk Nada, Nenek bisa menjadi penghapus duka agar Nada bisa kembali bangkit.
Nenek mengajarkan banyak hal pada Nada. Tentang kesabaran, keberanian, kelembutan, cinta dan kasih, dan masih banyak lagi.
Jika Nenek bisa memberikan itu semua pada Nada, lantas mengapa Nada tidak mampu untuk sekedar mengucapkan terimakasih padanya?
Kenapa? kenapa Nada tidak sanggup untuk menyampaikan terimakasih pada Nenek sebelum beliau pergi jauh? kenapa Nada tidak berada di sisinya saat Nenek tengah mengalami masa sulitnya? kenapa Nada malah tertidur? kenapa? kenapa Ya Robb?
Kini, semuanya hanya tinggal penyesalan. Semua terlambat, hanya menunggu waktu yang tepat untuk mendapatkan semua jawaban dari pertanyaannya.
...----------------...
Jam makan siang tiba.
Taehyun masuk dengan perlahan ke dalam kamar Nada. Ruangan itu begitu lenggang, bunyi denting memenuhi sekitar. Hatinya jadi makin khawatir akan seseorang yang mendiami kamar ini.
Laki-laki itu berjalan semakin dalam, netranya bergerilya. Dia tidak menemukan Nada di atas bangsalnya. Dimana-
"Nad?" akhirnya, ia temui gadis itu di depan jendela kamar dengan posisi kepala yang ditenggelamkan diatas kedua tangan yang terlipat. Rambut Nada sedikit berantakan, telapak kakinya begitu dingin.
Gadis itu tidak menyahut. Apa dia tidur?
Laki-laki itu memangkas jarak, jemarinya bergerak menyilak rambut yang menutupi wajah cantik Nada. Begitu Taehyun melihat wajah Nada, hatinya sedikit tergores. Gadis ini sepertinya tertidur karena lelah menangis.
Rambut yang terletak di sekitar wajah Nada nampak basah kuyup. Mata terpejam itu juga lembab dan nampak memerah. Pipinya terasa hangat.
Taehyun mengusap lembut kepala Nada, mengusap sisa-sisa air mata di sekitar mata indah telelap itu dengan hati getir.
Nada sudah berjuang hidup selama ini dengan penuh air mata dan peluh, Taehyun paham, Nada pasti sangat lelah sekarang. Nada pasti ingin istirahat, Nada pasti ingin menyerah, tapi gadis itu tetap diam dan berusaha menutupi segalanya.
Satu harapan Taehyun, ketika anak ini pulang nanti, Tuhannya dapat menerima Nada dengan penuh kasih sayang.
"Nada.." lirihnya, "Pindah yuk, lihat, kakimu dingin akibat terlalu lama menyentuh ubin"
Nada mulai bergerak, Taehyun membantunya untuk bangkit, lantas menidurkan nya kembali di atas bangsal seraya menyelimutinya dengan penuh perasaan.
Gadis itu kembali terlelap. Setidaknya sekarang Nada bisa istirahat dengan nyaman tanpa kedinginan lagi.
Taehyun beranjak mengambil kotak makan siangnya, lantas kembali duduk di sisi bangsal Nada. Tempat favorit Taehyun saat makan siang, bukanlah di kantin atau di kamar ini, melainkan dimanapun itu asalkan Nada berada di dekatnya. Itulah tempat favorit Taehyun.
Tepat setelah Taehyun menghabiskan makanannya, Nada bangun dengan ekspresi panik. Hal ini membuat laki-laki itu jadi ikut terkejut.
"Ada apa?" tanyanya.
Degup jantung Nada bergerak cepat, napasnya tidak beraturan. Nada menatap Taehyun dengan panik "Jam berapa sekarang?"
"Pukul dua, lebih tiga puluh menit"
"Astaga aku-" segera, Nada turun dari bangsalnya dan bergegas untuk keluar kamar.
"Nad, Nad.. tunggu" Laki-laki itu menahan lengan Nada dari belakang, sepertinya dia tau Nada hendak kemana.
"Ada apa Taehyun? lepaskan, aku sudah terlambat" ucap gadis itu, masih dengan nada panik.
"Nad.." lirih Taehyun sembari menggeleng pelan.
__ADS_1
Gadis itu mulai tersadar. Dia memalingkan pandangannya yang mulai memburam oleh air mata. Tangannya melemah, dia baru sadar akan sesuatu.
Nenek kan sudah pulang, untuk apa dia pergi ke kamar beliau?
Taehyun segera mendekap gadis itu dengan penuh kehangatan. Sedangkan gadis itu, lagi-lagi hatinya terasa hancur. Air matanya masih saja jatuh secara tiba-tiba.
Dalam pelukan hangat itu, Nada mulai bersuara dengan lirih pada Taehyun "Taehyun-ah.. jangan seperti mereka ya.."
"Mereka bilang, mereka menyayangiku.."
"Namun nyatanya, mereka semua pergi.."
"Mereka semua pergi meninggalkanku sendirian, Taehyun.." tangis Nada semakin pecah. Napas Taehyun terdengar lebih berat.
"Aku tidak akan pergi darimu, Nada.. aku tidak akan membuatmu merasa sendirian, jangan menangis, kamu masih punya Taehyun,"
...----------------...
Keesokan harinya, pukul 08.00.
Hari-hari setelah kepergian Nenek terasa sangat lambat. Dari tadi, Nada hanya berdiam diri di kamar, sembari menunggu Taehyun istirahat. Lingkungan di luar hanya akan membuatnya semakin sedih.
Ditambah lagi, hasil pemeriksaan pagi tadi.
Dokter Lee bilang, entah sampai kapan Nada masih bisa bertahan. Obat-obat pahit itu seolah jadi makanan pokok yang tidak menyembuhkan apapun, hanya meringankan saja.
Belasan jarum suntik dan kantung infusan, kini seolah jadi pajangan khas di kamar Nada. Sekarang pun tangannya terhubung dengan kantung infus yang tinggal setengah.
Pandangan Nada menatap ke depan, lantas mengitari sekitar. Dalam hatinya terbesit banyak pertanyaan.
"Jika aku pergi dari sini, kira-kira siapa yang akan menempati kamar ini ya?"
"Apa ketika aku pulang, kamar ini akan penuh dengan tangis?"
"Atau, hanya denting yang tersisa?"
"Apa bau obat-obatan ini akan tetap tercium meskipun aku sudah pergi?"
"Apakah Dokter Lee yang akan mengantarku pulang?"
"Lalu, jika aku kembali, apa Taehyun akan baik-baik saja?"
"Dan, Soobin?"
"Bagaimana jika dia tau tentangku nanti?"
"Apa dia akan marah? apa dia akan membenciku karena selama ini aku menutupi ini darinya?"
"Apa dia akan terluka?"
"Bagaimana keadaannya nanti ya?"
Entahlah, semua itu terlintas tiba-tiba. Dan ngomong-ngomong, Nada sangat merindukan Soobin. Ini baru satu bulan dia berpisah, tapi hatinya terus saja ingin bertemu dengan laki-laki itu.
Kadang, Nada berhayal dia akan datang kemari lantas memeluknya dengan erat. Kira-kira, Soobin setinggi apa sekarang? apa dia sehat? sedang apa ya?
Apa Soobin juga merindukan Nad--
Cklak.
Nada refleks menoleh ke arah pintu. Pandangannya terpaku ketika melihat seseorang berdiri di ambang pintu kamar Nada.
Dia, seorang laki-laki yang juga tengah menatapnya sembari menitikkan air mata.
Napas gadis itu mulai tidak beraturan, matanya memanas hingga membuat bendungan yang mengalir ke pipinya.
Tidak mungkin, ini pasti cuma hayalan Nada saja. Tapi kenapa dia terlihat begitu nyata? kenapa dia seolah benar-benar berada di sana?
...****************...
[Menurut kalian, siapa yang dateng barusan? 👀]
Tbc~
__ADS_1
Makasi yang udah stay sampai sinii 🙌🏻💙