Juli [ Soobin ]

Juli [ Soobin ]
[ Episode 7 ] of Juli.


__ADS_3


..."Sampai kapanpun itu, aku akan tetap menjadi seseorang yang selalu memperhatikanmu, Nad"...


...- Taehyun -...


...****************...


"Dokter pendamping? memangnya kamu menderita penyakit apa hingga memiliki dokter khusus?" Soobin menatap Nada.


Gadis itu terdiam sejenak, "T-tidak, bukan begitu.. Dokter Kang itu, sudah kuanggap sebagai sepupuku sendiri, Soobin.. dia juga yang selalu mengobati ku ketika aku sakit, jadi, ya.. dia seperti dokter pendampingku, kan?" Nada tersenyum kemudian.


Soobin tidak mengalihkan pandangannya.


Tatapan Nada nampak berbeda, entah karena ini perasaan Soobin saja atau memang Nada tengah menyembunyikan sesuatu darinya.


"Nada.." Soobin memanggilnya lembut, gadis yang tadinya tengah menunduk itu lantas mengangkat kepalanya.


"Aku disini, Soobin" Jawabnya.


"Kurasa kita sudah cukup saling mengenal,.. Jika aku menceritakan semuanya padamu, apa kamu keberatan?"


"Apakah aku pernah mengatakan hal seperti itu padamu sebelumnya, Soobin? ingatkah kamu tentang apa yang aku katakan saat pertama kali kita bertemu?"


Bayangan itu, seolah kembali terputar dipikiran Soobin. Tentang Nada dan Hujan awal Juli lalu, semuanya menempel pada otak Soobin.


"Kamu, boleh ceritakan segalanya padaku.. apapun itu, aku akan mendengarkanya, jangan pernah merasa jika kamu sendirian, lihat, aku ada disini.. aku ingin menjadi seseorang yang memahamimu, aku ingin jadi pendengar setiamu, Soobin.."


"Ya, aku ingat semuanya" Soobin mengangguk pelan.


"Kalau begitu, kenapa kamu mengatakan hal barusan? cepat cerita, aku ingin mendengarnya" Nada memajukan kursinya, bersikap seolah anak tk yang hendak diceritakan sebuah dongeng oleh gurunya.


Soobin tersenyum kecil, "Berikan aku satu janji, baru aku akan ceritakan semuanya"


"Janji untuk tidak menceritakan kembali pada orang lain?"


"Bukan," Soobin menggeleng pelan.


"Lalu?" Wajah Nada kini nampak serius bertanya pada Soobin.


"Berjanjilah padaku, Nad.. setelah aku ceritakan semuanya padamu, kamu juga akan menceritakan siapa dirimu padaku"


Nada mengalihkan pandangannya, lantas memundurkan tubuhnya. Hal ini membuat Soobin kebingungan. Ada apa denganya? kenapa Nada seolah tidak ingin mengungkap identitasnya?


"Tidak ada yang mampu kuceritakan padamu, Soobin"


...----------------...


"Ayah, apa kau melihat Nada?" Taehyun menoleh pada Dokter Lee yang tengah duduk dengan secangkir kopi di ruanganya.


Dokter Lee menoleh, "Tidak, Taehyun.. ada apa? apa anak itu berulah lagi?" ucapnya, lantas tertawa kecil menatap anak angkatnya yang nampak khawatir itu.


"Anak itu bahkan sudah pamit padaku lebih awal untuk pergi dari kamarnya, Ayah.. sekarang ini sudah hampir waktu dzuhur tapi sarapan Nada seperti belum disentuh sedikitpun" Dokter Kang menghela pelan.

__ADS_1


"Kamu sudah mencari ke ruangan nenek?"


"Sudah, tapi ruangan itu kosong.. maksudku, hanya ada nenek Nada yang tengah terlelap saja, Ayah"


"Nada pasti akan kembali, Taehyun.. kamu tidak perlu cemas," Dokter Lee menyeruput kopinya.


"Ayah.. dia belum makan, sedangkan ayah tau tubuhnya sangat lemah.. bagaimana bisa aku tidak mengkhawatirkan Nada?" Ucapan Taehyun terdengar sangat mencemaskan Nada "Sungguh, ayah.. aku tidak ingin melihatnya kembali melemah"


"Taehyun.. percayalah pada Nada, dia akan menjaga tubuhnya, masalah dia pergi kemana.. mungkin dia sedang keluar sebentar, nanti juga kembali"


Taehyun menghela. Anak angkat dokter Lee itu sudah tidak aneh jika terlihat begini tiap kali Nada tidak bersamanya.


"Atau, dia sedang pergi bersama seseorang yang baru baru ini bertemu denganya" Dokter Lee tersenyum, sedangkan Taehyun menatapnya penuh tanya.


"Siapa orang itu, ayah?"


...----------------...


Soobin kini tengah menceritakan segalanya pada Nada. Tentang bagaimana hubunganya dengan Jihna, bagaimana keadaan keluarganya, teman temannya, ataupun keadaan bundanya sekarang.


Soobin sempat menahan tangisnya sejenak ketika mengingat kembali akan bundanya yang pergi meninggalkan Soobin hari lalu.


Nada terlihat benar-benar menyimak semua cerita Soobin. Dalam lubuk hatinya, gadis itu sudah tidak tahan ingin menangis.


Soobin dan lukanya memang bukanlah hal yang mudah untuk dijalani.


"Hingga saat ini, Bunda tidak pernah mengabariku Nada.. aku tidak tahu apapun sekarang, handphone milikku mungkin terbawa oleh bunda saat dia pergi.. kadang aku merasa iri pada hidup orang lain, Nad.." Soobin diam sejenak, mengatur napasnya.


"Soobin, mungkin kamu tidak seberuntung orang lain.. Tapi, orang lain belum tentu bisa sekuat dirimu," Nada mengusap lembut lengan Soobin. Laki-laki itu menoleh, menatap Nada yang tersenyum lembut.


"Tentang gadis tadi, berarti dia bukan seseorang yang pas untukmu.." Nada kembali bicara. "Jika diibaratkan dengan sebuah sepatu, sepatu yang cocok untumu tidak akan pernah membuatmu merasakan sakit akibat terlalu kecil ataupun merasa tidak enak sebab terlalu longgar. Sepatu yang pas untukmu adalah sepatu yang memberikanmu rasa nyaman tiap kali kamu memakainya.. Sama hal nya dengan sepasang kekasih, Soobin.. Jika dia selalu membuatmu sakit dan tidak nyaman, biarkan dia pergi mencari pasangan yang tepat untuknya, dan kamu.. kamu juga harus pergi mencari seseorang yang pas dengan hatimu" Nada tersenyum menatap Soobin yang juga tengah menatapnya.


Soobin mematung sejenak. Nada, dia tidak pernah menyangka akan bertemu dengan gadis seperti Nada. Gadis ini, benar-benar memiliki perbedaan yang sangat kontras jika dibandingkan dengan Jihna.


Tak henti hentinya Soobin mengucap syukur atas pertemuannya dengan Nada.


"Nad.. terimakasih banyak, kamu sudah menolongku, kamu sudah mau bersamaku hingga hari ini, dan aku akan selalu berdoa agar Nada bisa selalu bersama Soobin di masa yang akan datang" Soobin tersenyum, masih dengan tatapan tulus untuk Nada. "Terimakasih, Nad"


Untuk pertama kalinya, Nada merasakan dirinya benar-benar tengah disayang oleh seseorang selain neneknya. Soobin terlihat begitu tulus mengucapkan hal tadi.


"Aku juga berterima kasih padamu, Soobin.. Kamu sudah--"


Ucapan Nada berhenti karena terdengar suara pintu yang terbuka.


"Permisi, tuan--" Lantas, seseorang masuk kedalam ruangan Soobin. Begitu Nada menoleh, matanya membulat terkejut.


"Dokter Kang?"


"Nada?"


Ya, keduanya sama sama tidak menyangka akan bertemu disini.


"Dokter? kenapa kau-"

__ADS_1


"Kembali keruanganmu, sekarang." Dokter Kang menarik pelan lengan Nada hingga gadis itu mengikutinya dari belakang.


Tapi, belum juga keduanya pergi, Soobin kembali menarik lengan Nada hingga keduanya berhenti. Dokter Kang menoleh kearah Soobin.


"Bisakah kau sedikit bersikap lebih sopan? aku belum selesai bicara dengan Nada" Soobin menatap Taehyun dengan wajah datar.


"Lepaskan tangan Nada" Dokter Kang menatap Soobin balik.


Astaga, Nada bingung sekarang. Kedua tangannya dipegang oleh dua laki-laki yang berbeda. Dan, dia tidak bisa memihak salah satu diantara mereka.


"Kau yang harusnya melepaskan tangan Nada" Soobin menjawabnya.


Oke, cukup.


"Bisakah kalian melepas tanganku? genggaman kalian sangat keras, tanganku mulai terasa sakit" Nada akhirnya angkat suara. Keduanya-Soobin dan Taehyun, segera melepaskan tangan Nada.


"Ah~ yaampun.. kalian ini ingin memperdebatkan aku? huh? aku tidak akan memihak pada salah satu diantara kalian berdua" Ucap Nada.


Kedua laki-laki itu terdiam ketika Nada mulai marah marah. Nada menatap bergantian kearah Soobin dan Taehyun.


"Cepat kalian berdua, minta maaf" Titahnya.


Taehyun maupun Soobin tidak bergerak.


"Kalian tidak mau baikan? oke baiklah, aku akan pergi dan tidak akan mengampuni kalian berdu--"


"Maafkan aku" Ucap Taehyun dan Soobin secara serentak.


Lihatlah, keduanya terlihat seperti anak anak yang tengah dimarahi oleh orang tuanya. Soobin dan Taehyun saling tatap.


Nada berdeham untuk menghindari tertawa "Kalian pikir aku akan percaya begitu saja akan permintaan maaf kalian? tidak, tuan tuan.. aku baru akan percaya jika kalian berdua saling berpelukan"


"A-apa?" Taehyun menoleh.


"Aku tidak akan menyentuh laki-laki itu, Na" Soobin menggeleng cepat.


"Oh begitu ya?" Nada mengangguk, "Terserah." Nada hendak pergi, namun dengan secepat kilat Taehyun dan Soobin saling berpelukan dengan erat.


Nada mematung sejenak. Dari tadi dia ingin tertawa sebetulnya. Perutnya sudah terasa kaku akibat menahan tawa.


"Dengar, Soobin.. pelukan ini hanyalah semata-mata karena Nada. Sebenarnya aku tidak ingin memelukmu begini" Bisik Taehyun diam diam.


"Kau pikir aku menginginkan pelukan darimu?! setelah ini aku akan segera mandi bunga tujuh rupa untuk membasuh tubuhku dari bekas pelukanmu" Jawab Soobin sembari berbisik juga.


"Aku menyayangimu, Soobin" Ucap Taehyun.


Mendengar itu, Soobin membulatkan matanya "Apa kau sudah gila?!" Soobin mendengus dengan berbisik.


"Jangan banyak bicara, bodoh! cepat katakan saja aku juga menyayangimu!" Jawab Taehyun.


"A-aku juga menyayangimu, Dokter Kang" Ucap Soobin kemudian.


...****************...

__ADS_1


Part selanjutnya, Si Nada mulai nge bongkar masa lalunya nii skskskskksk, tunggu ya! ^^


byee..


__ADS_2