Juli [ Soobin ]

Juli [ Soobin ]
[ Episode 29 ] of Juli.


__ADS_3


..."Rembulan di wajahmu membuatku tenggelam dalam malam panjang yang menenangkan"...


.......


.......


...- Juli -...


...****************...


Nada masih menangis di tempatnya. Sungguh, dia tidak tau lagi harus melakukan apa. Seluruh jiwanya seolah kehilangan kekuatan untuk bangkit.


"Kamu bodoh, Nada! kamu bodoh!" ucap Nada mengutuki dirinya sendiri.


"Tidak baik mengutuki dirimu sendiri begitu, Nad"


Begitu kalimat itu terdengar di telinga Nada, ia bergeming. Suara ini, kenapa mirip sekali dengan suara Soobin? air matanya kembali menetes. Nada memberanikan diri untuk bangkit dengan sisa tenaga yang ia punya.


Kedua netra basahnya terpaku ketika melihat sosok Soobin kini bersimpuh tepat dihadapannya. Laki-laki itu nampak seperti habis menangis. Matanya sembab dan masih berair.


Apa dia benar-benar Soobin?


"Soobin?" suara Nada terdengar bergetar. Laki-laki itu tersenyum lalu mengangguk pelan tanpa mengalihkan pandangannya. Air matanya jatuh bebas ketika melihat Nada.


"Iya, Nad.. aku disini," jawab Soobin dengan lembut.


Tanpa basa-basi, Nada langsung merengkuh tubuh Soobin dengan erat. Tangis keduanya pecah. Baik Nada ataupun Soobin, keduanya saling memejamkan mata.


"Kamu benar-benar Soobin, kan?" tanya Nada.


"Tentu saja aku Soobin, kamu pikir aku ini siapa? juned?" jawaban dari Soobin kali ini sangat merusak suasana.


Gadis itu melepaskan pelukannya, menatap Soobin dengan kesal. Nada lantas memukul pelan pundak Soobin. Dia kembali menangis.


"Apa yang kamu lakukan, Soobin?! kupikir perpisahan kita akan berakhir mengenaskan seperti tadi! kamu tidak mengucapkan apapun dan aku belum mengucapkan selamat tinggal, tapi kamu sudah pulang! kamu pikir aku senang dengan ini, hah?!" Soobin bergeming ketika Nada mulai memarahinya sembari menangis. Gadis ini terlihat sangat berbeda, dia nampak sangat berbeda dari biasanya.


Nada masih menangis, dia menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangan.


"Maaf karena telah membuatmu begini, Nad.." Soobin merengkuh tubuh mungil itu, lantas mendaratkan kepalanya pada pundak Nada "Maaf ya, jangan menangis.."


"Kamu harus tau satu hal.. hatiku tergores saat kamu bilang kamu senang jika aku pergi, sumpah, Nad.. rasanya sakit sekali.. aku pikir kamu tidak akan begini, kupikir kamu akan nampak biasa saja saat tau kamarku kosong.. ternyata tidak ya," Laki-laki itu melepaskan pelukannya dengan lembut, menurunkan kedua tangan Nada, mengusap pipi gadis itu dengan lembut.


Rambut Nada basah akibat keringat yang bercampur dengan air mata. Soobin mengelus rambut berantakan Nada.


"Rambutnya tidak sempat diikat, sepanik itu, kamu?" Dia tersenyum "Tadi aku lihat kamu tidur, jadi-"


"Lain kali bangunkan aku, Soobin.. bangunkan saja aku jika memang ini adalah terakhir kali aku melihatmu"


Deg.

__ADS_1


Soobin menggeleng, "Ini bukan yang terakhir, dan tidak akan berakhir kecuali kematian yang menghampiriku"


"Dengar, Nada.. kali ini katakan dengan jujur, apa kamu senang jika aku pulang?" lanjut Soobin. Kedua netra indah itu bertemu.


Nada terdiam sesaat, dia mengalihkan pandangan dan kembali meneteskan air mata.


Soobin masih menatapnya, menunggu jawaban yang keluar dari mulut Nada.


Gadis itu menggeleng pelan, "Aku tidak suka perpisahan, Soobin.. dan aku sangat membenci perpisahan denganmu,"


Soobin tersenyum kecil. Nada masih menunduk.


"Tapi jika memang seharusnya begitu, aku akan memaksakan hatiku untuk menerimanya, bin.." lanjut Nada. Netranya beralih menatap Soobin.


Melihat ini, hati Soobin mencelos.


"Nad, jika kamu pernah bilang kamu tidak akan pernah meninggalkanku, maka aku juga tidak akan ragu untuk bilang aku akan selalu bersamamu.." Soobin tersenyum lembut "Kamu dan aku akan selalu dekat, meskipun jarak memisahkan kita" lanjutnya sembari mengikat rambut Nada.


"Aku senang, kamu akhirnya jawab jujur.. aku tidak suka kebohongan, Nada"


...----------------...


Keesokan harinya, pukul 08.00


Soobin dan keluarganya sudah bersiap untuk meninggalkan rumah sakit. Taehyun dan Nada ada disana, mereka tengah berada di pintu masuk samping dekat area parkir.


Ketika laki-laki itu-Soobin, Taehyun, dan Ayah Soobin, tengah memasukkan barang-barang ke bagasi. Sedangkan, Nada dan bunda tengah berdiri berdampingan. Mereka langsung akrab ketika bertemu semalam.


"Makasih ya, Nada.. sudah mau jaga anak Bunda sampai bisa jalan" Bunda menoleh, tersenyum.


"Sama-sama, Bun.. terimakasih juga karena sudah melahirkan dia ke dunia" Nada menoleh, tersenyum.


"Sudah selesai, Bun" Ayah Soobin menghampiri dua perempuan cantik yang tengah berdiri dengan senyuman. Soobin dan Taehyun juga ikut di belakang Ayah.


"Nada, Taehyun, kami pamit dulu, ya?" Bunda mengusap lembut kepala Nada. Hal ini membuat hatinya terasa sesak.


Nada sangat merindukan Ibu. Bunda Soobin sama lembutnya dengan Ibu, Nada jadi ingin menangis.


"Hati-hati ya, Bunda.." Nada tersenyum lembut.


Bunda memeluk erat Nada, membuat gadis itu sedikit terkejut. Walaupun mereka berdua baru saja bertemu, hati Bunda sudah menganggap Nada seperti putrinya sendiri. Meninggalkan Nada, ia merasa seperti ingin meninggalkan Soobin.


Ketiga laki-laki itu tersenyum kecil melihat Nada dan Bunda berpelukan. Apalagi Taehyun, hatinya mulai terasa sedih. Nada pasti tengah menghadirkan sosok Ibu Yoona dalam diri Bunda.


Taehyun tersenyum, menghampiri Nada yang kini sudah terlepas dari pelukan Bunda. Dia merangkul pundak Nada. Gadis itu menoleh, dia tau Taehyun pasti menyadari keadaan semacam ini.


Nada menyalami Ayah, pria itu tersenyum, mengusap kepala Nada dan Taehyun "Kalian anak-anak hebat, terimakasih karena sudah mau merawat anak saya dengan sangat baik"


"Soobin juga sudah bekerja keras untuk bangkit, Paman.." jawab Nada.


"Hey, jangan panggil Paman, panggil Ayah.. Ya?" Pria itu tersenyum hingga deretan giginya nampak. Untuk kedua kalinya, Nada ingin menangis.

__ADS_1


Ayah dan Ibu, Nada sangat merindukan mereka. Oppa, juga. Entah di mana dia sekarang, sudah tiga tahun tidak ada kabar apapun.


"Iya, Ayah.." demi apapun, mendengar Nada mengucapkan kata Ayah berhasil membuat hati Taehyun perih.


"Ayo, Bun, Soobin" Ayah berbalik, masuk ke dalam mobil.


"Tunggu, Ayah" Soobin menghampiri Taehyun, bersalaman. Bunda dan Ayah sudah berada di dalam mobil.


"Terimakasih banyak, Dokter Kang" Keduanya saling melempar senyum.


"Kamu hebat, sehat selalu ya" jawab Taehyun.


Soobin mengangguk "Kamu juga" Soobin melirik Nada, "Oh iya, Dokter Kang.."


"Ya?"


"Tolong jaga anak menyebalkan ini, ya?" Soobin tersenyum lebar. Nada menghela napas kesal.


"Tanpa kamu suruh pun, aku akan melakukannya" jawaban Taehyun ini membuat Nada tersenyum manis.


Soobin melangkah ke hadapan Nada, lantas langsung memeluk erat tubuh Nada. Soobin kini sedang menahan dirinya untuk tidak menangis "Jaga dirimu baik-baik, Nad.. jangan nakal, makanlah yang teratur, jangan keras kepala, istirahat yang cukup, ya?"


Nada memejamkan matanya dalam pelukan Soobin, gadis itu juga tengah menahan tangisnya "Iya, Soobin, iya.. kamu juga, jangan terlalu capek, makanlah yang banyak, jangan begadang, sehat selalu, ya.."


Tanpa sadar, air mata keduanya menetes.


"Aku pamit, Nad.." Soobin tak kunjung melepaskan pelukannya.


"Iya.. hati-hati di jalan, Bin.." ucap Nada dengan lirih. Keduanya masih berpelukan, hingga Nada kembali bicara "Bin.."


"Hmm?"


"Gak malu dilihat Bunda? lama sekali peluknya.. katanya kamu ingin pulang?" Nada terkekeh pelan.


"Oh iya," Laki-laki itu akhirnya melepaskan pelukannya, tersenyum sembari menghapus air matanya.


"Dah, Nad.."


"Iya, dah.."


Soobin berbalik, masuk. Dia tersenyum pada Nada lewat jendela kaca yang terbuka. Mobil itu mulai melaju, dengan Soobin di dalamnya.


Nada tersenyum sendu. Ketika mobil itu sudah menjauh, air matanya langsung jatuh. Taehyun langsung memeluknya, mengusap lembut punggung Nada.


"Tidak apa, ya?" bisik Taehyun lembut. Nada melepaskan peluk Taehyun dengan lembut, lantas mengangguk sembari berusaha untuk menghentikan tangisnya.


Taehyun kemudian mengajaknya untuk kembali masuk ke dalam rumah sakit.


...****************...


__ADS_1


[ Daaahhh Soobiiiin 😭~ ]


__ADS_2