![Juli [ Soobin ]](https://asset.asean.biz.id/juli---soobin--.webp)
..."We're going togeth(nev)er"...
.......
.......
Nada tersenyum sendu saat mengatakan kata-katanya barusan. Soobin terdiam sejenak, sudah genap sebulan dia bersama dengan gadis ini, tapi tetap saja dia tidak mengerti semua maksud dari ucapannya.
"Aku hanya bercanda, Soobin" Nada yang menyadari perubahan suasana itu berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Ngomong-ngomong, ada kabar duka yang ingin aku sampaikan padamu" Nada mulai teringat akan kematian Nenek beberapa hari lalu. Soobin kini menatap Nada dengan serius.
"Apa? tentang siapa?" jawabnya.
"Tentang kepulangan Nenek, Soobin" tatapan mata Nada berubah seketika. Mata indah itu langsung berkaca ketika menyebutkan kata 'Nenek'.
"Innalillahi wa innailaihi raji'un.." lirih Soobin. Nada tertunduk sendu ketika mendengar Soobin bicara.
"Kapan beliau pulang, Nada?"
"Beberapa hari yang lalu" jawaban singkat itu berhasil menyayat hati Soobin. Akhirnya dia tau, kenapa Nada terlihat berbeda dengan saat dia berada di tempat ini.
Orang yang selama ini Nada sayang, baru saja meninggalkannya sendirian. Lagi-lagi, mereka direnggut dari Nada.
Soobin memeluk gadis itu, menepuk pundaknya perlahan. Anak ini pasti sangat terluka.
"Aku dan kamu sama-sama merasa sesak mendengar ini, Nada.. walaupun belum lama aku mengenal beliau, rasanya sangat sakit mendengar ini semua.."
"Apalagi kamu.. pasti rasa sakit itu terasa sangat menyakitkan bagimu,"
"Tapi Nada.. berjanjilah padaku untuk tidak berlarut dalam satu waktu.. teruslah berjalan, temui bahagiamu sendiri.. ya?"
Mendengar itu, Nada mengangguk pelan.
Hatinya tentu masih terasa berat untuk melangkah pergi. Tapi setelah ini, Nada harus berdiri di atas kakinya sendiri. Dengan dukungan dari Soobin, Taehyun, dan Yeonjun, Nada harus kembali bangkit.
"Nada aku pul-" Yeonjun yang datang tiba-tiba itu sontak membuat Nada dan Soobin menoleh kearahnya. Kini laki-laki itu-Yeonjun, tengah berdiri menatap keduanya dengan heran.
Pasalnya, dulu Nada tidak punya teman laki-laki selain Taehyun. Anak itu bilang, dia takut dengan teman laki-laki nya di sekolah.
"Kakak.." Nada tersenyum kecil, Soobin menoleh kearah Nada.
"Kakak?" ucap Soobin sembari mengerutkan kening.
"Dia, siapa?" Yeonjun kembali bertanya. Nada menatap kedua laki-laki itu bergantian.
"Oh astaghfirullah, aku lupa menjelaskan pada kalian berdua.." Nada tersenyum lembut "Begini, kak Yeonjun.. ini Soobin, teman dekatku di sini.."
"Oke, teman dekat" batin Soobin sembari tersenyum tipis, lantas memberi hormat pada Yeonjun "Soobin,"
"Yeonjun," Yeonjun tersenyum kecil, lantas masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
"Dan Soobin, ini Yeonjun.. kakak laki-laki ku" Soobin menoleh, tersenyum kecil.
Dalam hatinya mulai bermunculan ribuan pertanyaan tentang Yeonjun. Kenapa laki-laki itu lebih memilih egois dibandingkan peduli pada adik perempuan sati-satunya? bisa-bisanya Yeonjun pergi begitu saja meninggalkan Nada seorang diri?
"Senang bertemu denganmu, Soobin" ucap Yeonjun sembari duduk di sebelah Nada.
"Senang bertemu denganmu juga, Kak" Soobin menoleh kearah Yeonjun.
"Wah, rupanya sedang berkumpul disini" Taehyun yang tiba-tiba datang itu tersenyum lebar menghampiri ketiganya.
"Kemari, dokter Kang" Soobin tersenyum, menepuk bagian sofa kosong di sebelahnya. Taehyun mengangguk, lantas duduk di sana.
"Bagaimana kabarmu?" tanya Taehyun.
"Selagi Nada bersamaku, aku pasti akan baik-baik saja" ucap Soobin sembari menatap Nada. Gadis itu hanya tersenyum kecil.
"Hey kamu ini mahir sekali menggoda adikku" Yeonjun terkekeh pelan.
"Kamu baik karena imunmu kuat, bukan karena Nada" Taehyun menatap Soobin dengan wajah datar.
"Sudahlah, hanya Dokter Kang yang tidak merestui hubunganku dengan Nada" jawab Soobin sembari merotasikan bola matanya.
Nada dan Yeonjun terkekeh pelan.
Gadis itu lantas tersenyum sembari menghela napas panjang "Akhirnya, orang-orang yang aku sayangi bisa berkumpul lagi.. aku senang sekali, sungguh" Nada menatap keduanya bergantian.
"Entah sampai kapan kesenangan ini berlangsung, tapi aku sangat bersyukur bisa merasakan ini sebelum kita kembali berpisah lagi" Nada tersenyum sendu, Yeonjun dan Soobin menatapnya dengan hati yang sedikit mencelos.
Taehyun yang tau maksud dari Nada hanya terdiam seribu bahasa. Hatinya jelas lebih terasa sakit dari Soobin dan Yeonjun. Rasa sesal kadang tiba-tiba datang, seharusnya Taehyun tidak mengetahui semua tentang Nada. Berkali-kali hatinya serasa disayat melalui semua ucapan Nada yang hanya dimengerti olehnya.
...----------------...
"Tuan HoSeok" Seorang laki-laki berdiri tegap dibalik jeruji besi dengan seragam lengkap kepolisian dengan pangkat tertinggi di bajunya.
Laki-laki lain yang duduk melipat kakinya di pojokan penjara mengangkat pandangannya. Pandangan lama yang gelap membuat kepalanya sedikit pening saat melihat cahaya terang ketika pintu ruangan dibuka.
Rambut yang berantakan, wajah yang lusuh, tubuh yang kurus nampak sangat menyayat hati. Pria itu nampak sangat kacau.
"Ada kabar dari keluargamu" begitu mendengar ucapan kepala Kepolisian, pria itu membulatkan matanya tidak percaya.
"K-keluargaku?" ucapnya dengan ragu. Hatinya berdegup kencang.
"Ya" jawab Beomgyu-selaku Kepala Kepolisian, dengan singkat "Saya harap anda tidak mengacau nanti" lanjutnya seraya pergi begitu saja dari ruang tahanan.
Pintu kembali ditutup. Kegelapan kembali tercipta, namun tidak sampai pada hatinya. Pria yang disebut gila itu terdiam sejenak, berusaha mencerna baik-baik ucapan kepala Kepolisian tadi.
Air matanya jatuh ketika mengingat kata 'Keluarga' barusan. Seluruh penyesalan kembali memenuhi ruang hatinya. Pantaskah dia disebut sebagai sosok Ayah bagi keluarganya? masih pantaskah ia dikenal dengan sosok pemimpin dalam keluarga kecilnya?
...----------------...
Pukul 18.00 malam.
"Soobin.. hari semakin larut, kamu tidak pulang?" ucapan Nada membuat Soobin menghentikan senyumannya seketika.
__ADS_1
Kini, Soobin dan Yeonjun sudah menjadi teman klop satu sama lain. Mereka saling tertawa, sesekali bertukar cerita, juga bersekongkol untuk menjahili Nada hingga gadis itu menghela pasrah.
Soobin tidak menjawab. Dia menghela napas seraya bergerak mendekati Nada, berdiri tepat dihadapannya, lantas menatapnya dengan lembut.
Nada hanya tersenyum tipis.
"Aku sampai lupa kalau aku sudah tidak tinggal di sini lagi, Nad" ucapnya.
"Kamu bisa kemari kapanpun kamu mau, Soobin.. aku akan selalu ada di sini menunggumu.. tenang saja" Nada tersenyum, berusaha untuk membuat hatinya rela.
"Aku tau, tapi rasanya sangat berbeda Nad.. tapi tidak apa, masih ada Dokter Kang dan Kak Yeonjun yang menjagamu di sini, aku jadi sedikit lebih tenang" lirih Soobin.
"Aku akan pulang sekarang, jaga dirimu" Soobin tersenyum sendu, jemarinya mengusap lembut kepala Nada. "Tapi tunggu-"
Nada mengangkat kedua alisnya, "Kenapa?"
"Nada selama ini kamu tidak pernah memberi tau ku tentang penyakitmu.. aku ingin tau sekarang, cepat" Soobin menatap mata indah itu dengan lembut.
Nada terpaku sesaat. Pertanyaan ini tidak mudah ia utarakan. Tidak, Soobin tidak boleh tau. Yeonjun juga, lebih baik Nada simpan rahasia ini rapat-rapat.
"Nanti saja aku ceritakan, kamu cepatlah berkemas sebelum hari semakin larut.. ya?" jawab Nada, mengalihkan pembicaraan.
"Kenapa Nada selalu mengalihkan topik saat aku menanyakan tentang hal ini? kenapa anak ini tidak kunjung buka suara? ada apa sebetulnya? Nada hanya sakit biasa kan? dia tinggal di sini hanya karena dia tidak punya siapapun lagi, kan? ini sungguh membuatku penasaran, tapi pada siapa aku harus bertanya? tentang ini kan hanya Nada yang tau.." batin Soobin.
"Hey" Nada melambaikan telapak tangannya di hadapan wajah Soobin yang tidak kunjung berkedip menatapnya "Kok malah melamun?" lanjutnya.
Laki-laki jangkung itu akhirnya berkedip, lantas tersenyum kecil "Eh, astaga maaf Nad"
Nada terkekeh pelan, "Kita ketemu lagi nanti, ya? jangan bosan berkunjung ke sini"
"Kata bosan dalam kalimatmu barusan adalah kata yang mustahil, Nada" Soobin terkekeh pelan.
"Iyakan saja deh... kamu hati-hati di jalan ya, jangan mengebut, perhatikan aturan lalu lintas, oke?"
Soobin mengangguk "Aku pamit ya"
Nada tersenyum, mengangguk.
"Biar aku antar-"
"Tidak, jangan.. tidak usah, Nada.. kamu istirahatlah di sini, jaga kesehatanmu.. bukunya jangan lupa diisi, makanannya dimakan, dihabiskan.."
"Siaap"
Keduanya terkekeh pelan.
"Satu lagi" Soobin kini terlihat serius menatap Nada di hadapannya "Apapun sakit yang kamu derita, Nad.. aku sangat menginginkan kamu untuk lekas sembuh" lanjut Soobin.
Sayangnya, harapanmu hanya akan menjadi sebuah mimpi saja, Soobin..
...****************...
[ See you next time ☺💭 ]
__ADS_1
Like nya jangan ketinggalan yaa ><