Juli [ Soobin ]

Juli [ Soobin ]
[ Episode 25] of Juli.


__ADS_3


..."The truth untold"...


...****************...


Nada bergeming menatap keduanya.


Pertama, karena dia bingung siapa gadis asing ini, kedua hatinya terasa sedikit tergores melihat Soobin yang diam saat berada di pelukannya.


"Soobin.." Gadis itu kembali bersuara. Kali ini terdengar sangat menyedihkan "Aku kembali," lanjutnya.


"Jihna-yaa" Kali ini, Soobin menyahuti sang gadis.


Seketika, Nada menghela napas panjang. Dadanya terasa sedikit sesak. Jihna nampak sangat cantik, parasnya indah menawan. Jika boleh dikatakan, Nada tidak akan sanggup bersaing dengan Jihna dan masa lalunya bersama Soobin.


Nada terdiam beberapa saat, sebaiknya dia pergi dari sini. Meninggalkan Soobin dengan gadis yang dicintainya berdua di sini.


Tapi belum juga Nada melangkah, lengannya ditahan oleh Soobin. Gadis itu berbalik, menatap Soobin yang juga tengah menatapnya.


"Jangan pergi, Nad" Laki-laki itu lantas melepaskan pelukannya dengan segera, membuat Jihna keheranan kenapa sikap Soobin berubah padanya.


"Apa yang kamu inginkan dariku?" Soobin bangkit, menggenggam tangan Nada sambil berdiri.


Jihna menghapus air matanya, ikut berdiri. Melihat tangan Soobin yang menggenggam Nada membuat hatinya merasa terbakar.


"Apa apaan ini?!" Jihna langsung melepaskan kedua tangan yang bergandengan itu dengan kasar membuat Nada cukup terkejut. Gadis ini sangat kasar.


"Siapa kamu?!" Kali ini Jihna menatap Nada dengan tatapan tidak suka "Berani-beraninya kamu menyentuh Soobinku?! dasar tidak tau diri?!"


Astaga. Gadis ini sangat kasar, tidak cocok rasanya jika dia mendapatkan Soobin. Tidak bisa dibiarkan. Batin Nada.


"JIHNA!" Kali ini, Soobin yang bersuara. Laki-laki itu menatap tajam kearah Jihna, membuat gadis itu tersentak. "Apa di rumahmu sudah tidak ada lagi cermin? huh? yang tidak tau diri itu kamu, bukan Nada. Setelah sekian lama berlalu, kamu ini dari mana saja? mana Kyuhyun mu itu? kenapa dan untuk apa kamu kembali menemuiku? datang-datang sudah lancang mengatai dia"


"Soobin aku datang untuk kembali, kamu kan sudah janji akan menerimaku lagi?" Jihna kembali menatap Soobin.


"Cih dasar" Kali ini, bukan Soobin yang bicara. Tadi itu suara decihan Nada dengan smirknya. Jihna langsung melotot kasar pada Nada ketika mendengar decihan yang baru saja dilontarkan padanya.


"Oh jadi ini gadis bernama Jihna itu?" Nada yang tadinya berdiri di belakang Soobin, kini maju selangkah mememangkas jarak dengan Jihna. "Sudah sembuh dari penyakit bodohnya?"


"BERANI-BERANINYA KAU?!" Tangan Jihna sudah terangkat, tapi gerakannya gagal karena tangan kanan Nada lebih dulu gerak cepat. Soobin baru saja ingin melakukan perlindungan, tapi Nada bergerak lebih cepat.

__ADS_1


"Apa ini? sebuah tamparan? untukku?" Nada kembali angkat suara, masih menatap Jihna "Terima kasih, tapi-"


Kali ini, giliran Nada. Dia mengangkat tangannya, melakukan gerakan yang sama seperti yang Jihna lakukan sebelumnya. Tapi ketika telapak tangan Nada berjarak beberapa milimeter saja dari pipi Jihna, telapak tangan itu berhenti.


Wajah Jihna kini terlihat sangat panik. Gadis itu memejamkan kedua matanya.


"Hey, tanganku bahkan belum menyentuh pipimu, nona.. tapi kamu sudah seperti ini?" Nada terkekeh pelan, membuat Jihna langsung menipis telapak tangan Nada kasar "Lagi pula aku tidak akan mengotori tanganku dengan menyentuh pipimu itu" Nada tersenyum kecil, menurunkan tangannya.


Jihna kini nampak semakin kesal.


"Pergi dari sini atau aku akan berteriak karena kamu telah mengganggu pasien di sini?" Tegas Nada kemudian.


"Awas saja kau!" Jihna berbalik dengan langkah berdentum. Tapi sebelum dia berbalik, Jihna sempat menodong Nada dengan telunjuknya. Nada hanya tersenyum sinis.


Sepeninggal Jihna, Soobin menatap Nada beberapa saat. Gadis itu menoleh, masih dengan senyumannya.


"Apa?" Jawabnya sembari terkekeh.


"Kamu bisa menangkas juga ternyata, siapa yang mengajarimu?" Soobin tersenyum.


"Dokter Kang, siapa lagi?" Senyum gadis itu mengembang lebar hingga deretan giginya nampak.


"Heem, Taehyun dulu sempat ikut anggota taekwondo.. dia sempat mengajariku, sedikit.. tapi, entah kenapa dia malah keluar, Taehyun tidak memberi tahu"


"Sedang apa kalian disini?" Seseorang datang dari arah belakang, membuat Nada dan Soobin menoleh. Dokter Kang dan-


Dokter Na?


"Sepertinya mereka habis berkencan" Dokter Na menyahut, dia tersenyum.


"Tidak, bukan begitu" Soobin menjawab.


Nada bergeming. Setelah sekian lama, Nakyung kembali tersenyum kepadanya. Sungguh, Nada sangat senang melihat ini.


Melihat Nakyung yang tersenyum, juga melihat Taehyun dan Nakyung yang nampak akur. Keduanya terlihat sangat serasi.


"Nada, lihat.. Soobin tidak mau jujur" Nakyung menoleh kearah Nada yang menatap ujung kakinya. Nada tersenyum kecil.


Semua, kian membaik. Soobin, Dokter Na, Dokter Kang, semuanya telah kembali. Masa-masa sulit ini akan segera berakhir. Juga, dirinya.


Semua akan berakhir bahagia, Nada.. Jika tidak bahagia, itu artinya belum benar-benar selesai.

__ADS_1


"Nad?" Nakyung menyentuh pundak Nada, membuat gadis itu mengangkat pandangannya. Mata Nada berkaca.


"Nada, kenapa kamu menangis? ada apa?" Ucap Nakyung dengan lembut.


Tanpa aba-aba, Nada langsung merengkuh tubuh Nakyung. Air matanya menetes begitu saja. Hal ini cukup membuat Nakyung tercekat. Hatinya mulai terasa sesak dan mencelos.


Taehyun tersenyum kecil menyaksikan kedua gadis ini kembali seperti awal pertemuan mereka. Soobin, dia ikut tersenyum. Dia tau Nakyung tidak menyukai Nada, tapi saat melihat ini, sepertinya Nakyung sudah mulai berubah.


"Jangan membenciku lagi, Dokter Na.. maaf jika sebelumnya aku selalu membuatmu marah, aku tidak bermaksud begitu.. sungguh" Ucapan itu, seketika berhasil menjatuhkan air mata Nakyung.


Nakyung melepaskan pelukannya, lantas merangkup pipi Nada "Siapa? siapa yang membencimu? aku tidak membencimu, Nada.. maaf jika telah membuatmu salah sangka"


Bagaimana pun, Nakyung tidak bisa membenci Nada. Dari awal pun, dia sudah menyayangi Nada. Tapi, akhirnya Nakyung sadar selama ini dia hanya mementingkan perasaannya.


Nada menyayangimu, Nakyung.. dia tidak ingin kamu sedih, dia sempat menjauhiku sampai tidak menampakkan wajahnya di hadapanku selama satu minggu. Tapi, akulah yang mencarinya. aku yang sengaja menemui Nada..


Aku berani bersumpah, Nakyung.. Nada itu tidak akan pernah seperti apa yang ada dalam pikiranmu.. jangan bersikap begini, atau kamu akan menyesal nanti..


Sayangi Nada, Nakyung.. Kamu adalah satu-satunya kakak perempuan Nada yang bersikap sangat baik terhadap Nada.. tolong jangan hilangkan itu darimu hanya karena aku.


Aku ingin, kamu ikut serta untuk membuat akhir kisahnya menjadi indah.. Nakyung.


Deg.


"Nada aku boleh meminta sesuatu?" Nakyung kembali bicara.


"Apa yang dokter Na ingin? aku pasti akan berusaha untuk memberikannya" Nada tersenyum, dia mengusap pipinya.


Nakyung bergeming sesaat.


"Berjuanglah hidup untukku, Nada" Ucapan Nakyung barusan membuat Nada bergeming. Nada menoleh kearah Taehyun, menatapnya.


"Apa yang kamu lakukan, Dokter Kang?" Laki-laki itu hanya diam, mengalihkan pandangan.


"Tidak, Nada.. jangan marah pada Taehyun, dia tidak salah.." Nakyung kembali bicara, dia kini merangkul Nada dengan penuh kasih sayang.


Aku sama sekali tidak berharap itu terjadi, tapi- saat aku melihat kondisinya, aku tidak sanggup jika harus mengatakan dia masih bisa bertahan..


...****************...


[See you ><]

__ADS_1


__ADS_2