![Juli [ Soobin ]](https://asset.asean.biz.id/juli---soobin--.webp)
..."I'll go to you like the first snow"...
.......
.......
...- Juli -...
...****************...
"Dokter Kang! Dokter Kang!" Seorang mahasiswa yang tengah menjalani latihan menjadi perawat itu berlari, berusaha menggapai Taehyun yang berjalan tepat tiga meter di hadapannya.
Laki-laki yang disebut namanya itu menoleh, menyaksikan gadis yang nampak panik setengah mati dibelakangnya.
"Ada apa?" Jawabnya, singkat.
"Dokter Kang, Nada- Nada, Dokter Kang.." Ucapnya dengan napas yang masih tersenggal.
"Kenapa? ada apa? katakan dengan jelas" Taehyun mulai nampak panik.
"Bicaralah!" Taehyun mengguncang pelan pundak gadis yang kini sudah berada di hadapannya.
"Nada, Nada tergeletak di lantai, Dokter Kang! pintu kamarnya sulit dibuka!"
Mata Taehyun membulat sempurna ketika perawat itu bicara. Tanpa buang-buang waktu, Taehyun langsung berlari menuju kamar Nada disusul si perawat.
Ketika sampai, benar saja. Pintu itu seolah terkunci dari dalam ketika Taehyun berusaha untuk membukanya. Yang lebih membuatnya panik adalah tubuh Nada yang tergeletak dengan wajah yang tertutup oleh rambut yang dibiarkan tanpa ikatan.
"Mundur" Ucapnya pada perawat yang baru saja tiba di belakangnya. Perawat itu mengangguk, menjauh dari Taehyun.
Taehyun memundurkan langkah, lantas-
BRAKK.
Pintu itu akhirnya terbuka berkat tendangan kuat seorang Dokter bernama Kang Taehyun. Perawat perempuan itu sempat tercengang ketika melihat pintu yang baru saja Taehyun dobrak. Gagang itu lepas dengan mengenaskan dalam sekali hantaman.
Dengan sigap, Taehyun langsung menghampiri Nada. Jemarinya bergerak merengkuh kepala sang gadis.
"Nada?!" Alangkah terkejutnya ia ketika melihat wajah Nada sudah kotor dengan noda darah yang mengalir dari hidungnya. Noda itu bahkan sampai mengotori lantai kamar.
Taehyun langsung merengkuh tubuh Nada, mengangkatnya dengan perlahan--tidak memperdulikan jas putihnya yang ikut kotor oleh darah, lantas membaringkanya diatas bangsal.
"Tolong ambilkan peralatan medis di ruanganku, cepat" Taehyun menoleh ke belakang, lebih tepatnya menoleh pada perawat perempuan tadi.
__ADS_1
Perawat itu menganggukkan kepala, berbalik pergi.
Taehyun mengambil satu pak tisu basah dari laci kamar, lantas mulai membersihkan noda darah yang mengotori wajah Nada. Tangan Taehyun sedikit bergetar, dia masih panik dengan kejadian barusan.
Dari sekian banyaknya pasien berdarah yang Taehyun tangani, entah kenapa tangan Taehyun hanya akan bergetar jika Nada lah yang menjadi pasiennya.
Wajah terlelap itu nampak tenang. Bibir Nada pucat pasi, suhu tubuhnya juga sedikit naik. Sebenarnya, apa yang membuat Nada jadi begini?
"Ini, Dokter.." Perawat itu kembali datang dengan kotak yang Taehyun butuhkan. Laki-laki itu menoleh.
"Terimakasih sebelumnya, terimakasih banyak.. kamu boleh melanjutkan tugasmu, saya yang akan menemani Nada di sini" Ucap Taehyun sembari menerima kotak miliknya.
"Sama-sama, Dokter Kang.. kalau begitu saya pamit, permisi" perempuan itu sedikit membungkukkan tubuhnya, memberi hormat pada Taehyun.
Dokter laki-laki itu mengangguk, tersenyum.
Sepeninggal perawat, Taehyun mulai cekatan memeriksa keadaan Nada. Imun Nada sedikit turun, jadi Taehyun memutuskan untuk menginfus tangan kanan Nada.
"Taehyun.." Dokter Lee masuk dengan wajah khawatir setelah melihat darah yang mengotori lantai "Apa yang terjadi?"
Taehyun yang baru selesai menginfus tangan Nada itu menoleh "Aku juga tidak tau, ayah.. saat aku kemari, Nada sudah tidak sadarkan diri di lantai dengan keadaan mimisan" Jelasnya.
Yunho (Dokter Lee) menghela napas, menatap Nada, lantas mengusap kepalanya dengan lembut "Kamu akan baik-baik saja, Nak.." Ucapnya kemudian.
"Ayah tadi mendengar dentuman keras dari arah sini.. Ayah takut jika Nada akan kembali trauma akibat suara itu.." Yunho bangkit, menatap putranya.
"Itu suara pintu yang Taehyun buka secara paksa, Ayah.."
"Buka paksa? memangnya kenapa?" Dokter Lee menatap Taehyun dengan penuh tanya.
"Pintu itu tidak bisa dibuka tadi, jadi aku tendang sekuat tenaga.. alhasil, gagang pintu itu copot karena menghantam tembok dengan sangat keras" Taehyun tersenyum kecil menatap sang Ayah.
"Ah, syukurlah kalau begitu.. Taehyun, ayah masih belum menyelesaikan dokumen yang harus ditandatangani, jadi aku tidak bisa menemanimu di sini.. kalau ada sesuatu yang kamu butuhkan, beri tahu ayah saja"
"Baiklah, Ayah" Taehyun bangkit, tersenyum. Dokter Lee mengangguk, lantas beranjak meninggalkan Taehyun.
Sepeninggal Yunho, Taehyun kembali duduk sembari menatap wajah Nada. Jika melihatnya seperti ini, Taehyun tidak tega pada Nada.
Menit demi menit berlalu, malam semakin larut. Tapi, Taehyun masih terjaga. Dia masih setia menunggu Nada siuman walaupun matanya terasa begitu lelah dan berat.
Satu jam berlalu, Taehyun sudah tidak tahan dengan kantuknya. Laki-laki itu melipat kedua tangannya diatas bangsal, lantas menenggelamkan wajahnya diatas tangan lalu mulai terlelap.
Pukul 00.01, Nada membuka matanya perlahan. Kepalanya masih terasa berat, pandangannya belum begitu jelas. Semakin lama, akhirnya Nada bisa melihat dengan jelas.
Dia melirik kearah kanan, nampak seorang laki-laki yang selama ini menjadi teman setianya. Dokter Kang. Laki-laki ini tidur dengan posisi duduk, pasti rasanya tidak nyaman.
__ADS_1
Nada mengusap kepala Taehyun dengan lembut. Hanya Taehyun satu-satunya seorang teman yang tidak pernah meninggalkan Nada sendirian dalam keadaan apapun.
Bahkan dalam lelah pun, Taehyun masih mau meladeni Nada dan memberinya banyak perhatian. Melihat Taehyun terlelap seperti ini, hati Nada sedikit tergores.
Sudah membalas apa pada Taehyun? yang ada hanya merepotkan dia saja. Seperti kata Nakyung.
"Kamu selalu merepotkan Taehyun, Nad. Seharusnya kamu sadar! aku sudah melepaskan Taehyun! dan memilih untuk berpaling pada Soobin. Tapi apa yang kamu lakukan?! kamu ingin merebutnya lagi dariku, Nad?! iya?! seharusnya aku tidak menolongmu waktu itu!"
Suara bentakan itu kembali terdengar jelas di telinga Nada. Membuatnya sedikit terpukul, memejamkan mata sembari menangis diam-diam.
"Maaf karena selalu merepotkanmu, Taehyun.." Lirih Nada sembari mengusap lembut pundak Taehyun yang masih terlelap.
...----------------...
Keesokan harinya, pukul 04.00.
Taehyun membuka matanya perlahan, lantas menegakkan punggungnya yang terasa pegal. Dan terkejut ketika tau Nada sudah tidak ada di atas bangsalnya.
Dia memperhatian sekitar "Nad?"
"Aku disini," Suara lembut terdengar dari arah pintu kamar mandi. Beberapa detik kemudian, seorang gadis nampak tersenyum lembut menghampiri Taehyun.
"Nad, apa yang terjadi kemarin malam?"
Nada bergeming. Dia menundukkan kepala.
"Aku hanya- lupa mengunci pintu" Jawab Nada dengan terbata.
"Nad.. katakan yang sebenarnya" Taehyun tau betul ketika Nada berusaha untuk menutupi sesuatu. Gadis itu akan memalingkan pandangan jika ia berbohong.
"Aku hanya sedang kambuh, Taehyun.. kamu tau, kan? akhir-akhir ini penyakitku sering datang tiba-tiba"
Kini, giliran Taehyun yang bergeming. Nada memang tidak salah, tapi kalimat itu seolah menusuk hingga menyakiti hati Taehyun.
"Taehyun," Nada mengangkat pandangan, kedua netranya bertemu dengan netra milik Taehyun "Maaf jika aku selalu merepotkanmu" Ucapnya.
"Kamu ini bicara apa? tidak jelas" Jawab Taehyun. Dia tidak suka jika Nada menganggap perhatian yang dia berikan hanya berupa beban bagi Taehyun. "Sudah berapa kali aku bilang padamu, semua yang kulakukan untukmu itu sesuai dengan keinginan hatiku. Bukan karena terpaksa.."
"Jangan terlalu mendengarkan ucapan orang lain," Tegasnya.
...****************...
[Wuw]
__ADS_1