![Juli [ Soobin ]](https://asset.asean.biz.id/juli---soobin--.webp)
..."Setelah bukit yang curam itu, Kau akan kembali menghadapi angin badai....
...Walaupun begitu, aku tidak akan melepaskan genggaman tanganku"...
...- Taehyun -...
...****************...
"Aku akan menjawab pertanyaanmu nanti, setelah kita bertemu kembali" Nada tersenyum lembut.
"Ck, ayolah Nad" Soobin bedecak pelan.
"Hey, simpan saja dulu semua rasa penasaranmu itu.. cobalah pikirkan jawabannya sendiri dulu, baru nanti kukatakan yang sebenarnya" Kekeh Nada.
"Terserah kamu saja" Soobin menatap gadis dihadapannya dengan tatapan malas, namun tanganya masih menggengam erat lengan Nada.
"Aku harus segera menemui dokter Kang, Soobin" Ucap gadis itu kemudian.
"Kalau begitu pergilah"
"Bagaimana aku bisa pergi? tanganku saja kamu tahan"
Soobin mengerjap, melirik tanganya.
"O-oh, iya" Laki-laki itu pun melepaskan genggaman tangannya secara perlahan. Bersamaan dengan itu, hatinya terasa seperti tengah melepas sesuatu.
"Aku pamit dulu, jangan lewatkan makan, minumlah obat secara teratur, istirahat yang cukup, oke?" Nada masih berdiri dengan tangan yang sudah terlepas.
"Jaga dirimu, dan segeralah kembali jika sudah selesai" Soobin tersenyum kecil.
Nada mengangguk, berbalik.
Punggung gadis itu semakin menjauh dari hadapan Soobin. Perlahan, ruang hatinya juga mulai terasa kosong. Saat gadis itu sudah berdiri diambang pintu, Soobin masih memperhatikannya.
Nada menoleh, tersenyum.
Soobin hanya diam. Begitu Nada keluar, menutup pintu rapat rapat, hatinya benar-benar merasakan kehilangan.
Bagaikan suatu bongkar pasang yang kehilangan kepingannya. Berlubang, tidak lengkap.
Waktu terus berjalan meninggalkan Soobin yang masih terpaku pada detik terakhir bersama Nada.
Dokter Na sudah datang, dia menyiapkan kursi roda untuk Soobin, lantas membantu laki-laki itu untuk turun dari bangsalnya dengan perlahan. Membawanya pergi menuju ruang pelatihan.
"Hey, kenapa kamu terlihat murung? apa ada sesuatu yang baru saja kamu alami?" Dokter Na merunduk, menatap Soobin yang menatap kedua kakinya.
"Tidak ada, Dok" Ucapnya sembari menggeleng pelan.
"Kamu harus semangat, Soobin.. ayo coba tersenyum kearahku"
Soobin diam sejenak, dia tidak bisa mengabaikan dokter Na yang sudah bersikap sangat baik terhadapnya selama ini.
Laki-laki itu tersenyum kecil menatap dokter Na. Tatapan mata yang indah itu, membuat Nakyung terpaku. Senyuman Soobin yang menawan, Nakyung sangat menyukainya.
Seketika, ia bersyukur bisa menjadi andalan Bunda Soobin waktu itu. Saat wanita itu hendak pergi, dia meminta Nakyung untuk menjadi pendamping sementara untuk Soobin. Dan, Nakyung sangat senang akan hal ini.
__ADS_1
"Dokter, bolehkah aku meminta sesuatu darimu?"
"Ada apa, nyonya?"
"Dokter, aku harus pergi meninggalkan putraku Soobin disini seorang diri.. bisakah kamu membantuku untuk menjaganya selama aku pergi?"
"Tentu, nyonya.. saya akan menjaganya dengan baik"
"Terimakasih, terimakasih banyak, Dokter"
"Sudah menjadi tanggung jawab kami, nyonya.. anda tidak perlu khawatir.. "
Nakyung tersenyum kecil mengingat masa itu. Ketika Bunda Soobin tersenyum bahagia dihadapanya, saat itu juga Nakyung berjanji akan menjaga Soobin.
"Kamu sangat tampan saat tersenyum, Soobin" Ucap Nakyung.
"Terimakasih" Jawab Soobin sembari tersenyum kecil.
Ini aneh, Soobin tidak merasakan apapun ketika Nakyung memujinya tampan. Sudah pasti akan berbeda jika Nada yang mengucapkanya, Soobin pasti sudah tersipu malu.
Keduanya- Soobin dan Nakyung, berjalan keluar ruangan menuju tempat pelatihan. Ketika mereka melewati koridor rumah sakit, mata Soobin terpaku sesaat.
I-itu, Nada.
Gadis itu duduk diatas kursi roda, sama seperti Soobin. Dengan infusan yang menancap di tangan kanannya, memakai pakaian rumah sakit yang sama persis sepertinya, juga dengan rambut yang masih diikat bawah ke belakang seperti biasanya.
Dia tidak sendiri, dia bersama Taehyun yang tengah membawanya menuju jalur yang berlawanan dengan Soobin. Mau kemana mereka? kenapa Nada memakai baju pasien? ada apa? apa dia sakit juga?
Keduanya menghilang begitu saja dari hadapan Soobin. Laki-laki itu tidak salah lihat, itu adalah Nada dan Dokter Kang. Nada, ada apa dengannya?
...----------------...
Tubuh Nada kini sudah dikeluarkan dari mesin besi berbentuk tabung itu. Sekarang, dia sudah duduk diatas kursi roda yang sudah Taehyun sediakan sejak mereka menuju kemari.
Gadis itu masih bisa berdiri menopang berat tubuhnya dengan kaki yang mulai gemetar. Dibantu oleh Taehyun yang menggenggam tangannya, Nada menaiki bangsalnya dengan perlahan.
Setelah seluruh tubuhnya berada diatas bangsal, gadis itu tersenyum kecil pada Taehyun. Hal ini membuat Taehyun kembali menatapnya dengan tatapan sendu.
Bagaimana bisa Nada tersenyum saat tubuhnya benar-benar terasa hancur? seolah senyuman itu berusaha menutupi segala rasa sakit yang dialaminya.
"Kenapa kamu menatapku begitu, Dokter Kang?" Ucap Nada lirih.
Taehyun bergeming. Dia mengalihkan pandangannya.
"Jangan tersenyum begitu, Nad" Jawabnya.
"Kamu tidak suka?" Gadis dengan rambut tanpa ikatan itu masih menatap Taehyun.
"Bagaimana aku bisa menyukai senyuman palsu darimu?" Taehyun menoleh kearah Nada.
Kini, Nada yang bergeming menatap Taehyun.
"Dokter Kang, setidaknya cobalah untuk berpura pura senang dengan senyumanku.. aku tau, beberapa menit, atau bahkan beberapa detik lagi aku tidak akan bisa tersenyum karena menahan efek samping terapi barusan.. oleh karena itulah aku berusaha tersenyum sekarang, sebelum aku tidak lagi bisa tersenyum dengan bebas kedepannya" Jelas Nada.
Mendengar kalimat itu, dada Taehyun terasa sesak.
"Nad.. " Taehyun mendekati Nada, menggenggam erat tangannya yang tidak diinfus "Maafkan aku karena harus memberikanmu penderitaan ini, Nad.. "
__ADS_1
"Tidak, Taehyun.. ini bukan kesalahanmu.. ini sudah menjadi takdir hidupku, kamu justru adalah orang yang membantuku dalam menghadapi permasalahanku selama ini.." Nada tersenyum kecil.
"Jangan menyalahkan dirimu sendiri, Taehyun.. lagi pula aku mencintai seluruh permasalahanku" lanjut gadis itu.
"Apa? kenapa?"
"Karena, yang memberikan permasalahanku juga mencintaiku. Apa aku tidak boleh membalas cinta-Nya?"
...----------------...
Soobin sudah melakukan pelatihan sejak satu jam yang lalu. Kini bajunya dan rambutnya sudah basah akibat berkeringat. Dia berlatih cukup keras hari ini.
Nakyung menyuruhnya untuk mengganti pakaian, lantas makan siang lalu minum obat. Setelah itu, Soobin harus beristirahat agar kembali segar.
Soobin melakukan itu semua.
Makan, minum obat, istirahat teratur seperti yang Nada katakan-bukan seperti yang Nakyung perintahkan, dengan baik.
Seandainya Nada ada disini, Soobin akan banyak bercerita tentang pengalamannya barusan sampai sampai tubuhnya mengeluarkan keringat yang banyak seperti seseorang yang habis dijemur dibawah terik mentari.
Katakan, pada siapa Soobin bisa berbagi cerita sekarang? Benaknya sempat berucap, semoga Nada hanya bercanda. Semoga dia akan datang kemari. Semoga.
Karena tubuhnya yang lelah, Soobin akhirnya memutuskan untuk istirahat selama beberapa waktu. Dipejamkanya dua kelopak mata itu, lantas bergegas pergi menuju alam mimpi.
Soobin bangun kembali pukul 14.00, dan ya, ternyata ruangannya masih tidak berubah. Sepertinya Nada benar-benar pamit pagi tadi.
Perasaannya bercampur aduk, antara sedih, gelisah, dan penuh tanya terhadap Nada. Kemana Dokter Kang membawanya pergi tadi?
Cklek.
Pintu kamar terbuka. Refleks, Soobin menoleh kearah pintu. Seorang gadis masuk dengan sebuah senyuman manisnya. Dokter Na.
"Mau jalan jalan?" Tanyanya.
Skip. Koridor Rumah Sakit.
Soobin menatap sekitar. Banyak orang berlalu lalang disana. Namun, dari sekian banyaknya pasien dan dokter yang melintas, Soobin tidak melihat tanda tanda dokter Kang ataupun Nada. Mereka seolah benar-benar hilang dari permukaan bumi.
Ketika tiba di koridor yang sama saat pagi tadi dilewatinya, Soobin menyuruh Nakyung untuk berhenti. Gadis itu pun menuruti perintah Soobin, berjalan kedepan, lantas berjongkok menghadap Soobin.
"Ada apa?" Tanya Nakyung.
Soobin yang masih menatap koridor itu seolah melihat kembali bayangan Nada dan Dokter Kang. Saat saat dimana Dokter Kang membawa Nada pergi bersamanya.
Soobin mengerjapkan mata, menoleh.
"Aku ingin kesana, apa boleh?" Ucap Soobin pelan, menunjuk kearah lorong yang pagi tadi dilalui Dokter Kang dan Nada.
Dokter Na menoleh, bergeming.
"Tapi disana itu hanya ada ruangan untuk pasien yang melakukan Radioterapi, Soobin.."
...****************...
[ Apa itu Radioterapi? kalau kamu penasaran banget, coba googling dulu, kalau nunggu penjelasan dari akuu, ada di Episode berikutnyaa hihi >< .. Tunggu ya! bye byee ]
-Hyleemachaa
__ADS_1