![Juli [ Soobin ]](https://asset.asean.biz.id/juli---soobin--.webp)
..."Rasakan, Yakinkan, Ucapkan"...
.... ...
.... ...
...- Dr. Kang -...
...****************...
Angin lembut menerpa wajah Soobin lewat jendela kaca yang masih terbuka lebar, sama seperti saat ia meninggalkan area rumah sakit.
Kedua netranya terpaku pada jalanan yang bergerak diluar, namun hatinya masih terpaku pada seseorang yang baru saja ia tinggalkan.
Hatinya terasa sangat kosong walaupun kini hidupnya telah kembali seperti semula.
Nada telah berhasil merenggut bahagianya dengan hal sederhana yang tidak pernah dilakukan perempuan lain sebelumnya.
Dasar menyebalkan. Bisanya hanya merepotkan perasaan orang lain saja.
Perjalanan terus berlanjut, sudah tiga puluh menit berlalu. Perjalanan dari rumah sakit menuju rumahnya itu sekitar satu jam, pasalnya letak rumah sakit sangat jauh, hampir mendekati perbatasan kota.
Terkadang, yang kita inginkan itu jauh ya.
Tiba di salah satu lampu merah, netranya langsung terpaku pada salah satu iklan yang terpampang di layar jalanan. Itu, iklan rumah sakit yang ia tempati.
Ada foto Dokter Lee, juga foto Dokter Kang di sana. Ah, laki-laki itu pasti sedang bersama Nada sekarang. Rasanya, Soobin ingin mengulang masa-masa indah itu kembali.
Tidak apa untuk kembali jatuh, asalkan Nada ada bersamanya. Tidak apa jika Soobin harus kembali menangis, asalkan Nada yang akan memeluknya erat.
Sungguh, seandainya bisa terulang, Soobin tidak ingin beranjak bersama waktu.
"Kira-kira, sekarang kamu sedang apa ya Nad?" ucapnya dalam hati. Laki-laki itu menghela, mobil Ayah kembali melaju.
...----------------...
Kaki Nada berhenti tepat di sebuah kamar kosong yang baru saja ditinggalkan. Sprai kasur yang nampak rapih juga suasana kamar yang nampak lenggang itu membuat hatinya sedikit tergores.
Barang-barang dan pasien sebelumnya terasa sangat nyata, padahal kini hanya tinggal bayangannya saja. Gadis itu menelan ludahnya sendiri, matanya mulai berkaca.
Dasar Nada cengeng. Begini saja menangis.
"Nad, makan dulu" Taehyun yang baru saja datang menghampiri Nada kini berdiri di sebelah sang gadis.
Nada menoleh, tersenyum ragu "Kamu duluan saja"
"Tidak, nanti kamu tidak akan makan" Laki-laki itu memasukkan kedua tangan ke dalam saku jas putih yang melekat di tubuhnya, memandang datar kearah Nada.
"Kamu lupa apa yang Soobin katakan? kamu harus makan dengan benar.. jika kamu tidak makan, kamu sama saja melupakan pesan Soobin.. dan untuk kali ini, tolong jangan membantah.. jika kamu menolak, akan aku laporkan kamu pada Ayah" ucap Taehyun dengan nada kesal.
Nada bergeming sejenak, menatap Taehyun yang nampak kesal.
"Iya, iya, ayo" Nada meraih lengan Taehyun, membawanya keluar ruangan sembari tersenyum. Entah kenapa laki-laki ini jadi makin cerewet.
...----------------...
Tiba di kantin rumah sakit, keduanya kini tengah duduk berhadapan untuk makan siang bersama Taehyun.
__ADS_1
"Habis Dzuhur kamu akan bekerja lagi, kan?" Nada menoleh.
Taehyun menggeleng dengan mulut yang penuh makanan. Hey, dia lucu sekali. "Tidak, aku ijin hari ini"
"Loh? kenapa memangnya?" Nada mengerutkan kening.
"Kenapa? kamu tidak suka aku libur?" protes Taehyun.
"B-bukan begitu, Taehyun.." Nada terkekeh pelan, sepertinya Taehyun sedang dalam masa PMS, jadi marah-marah melulu "Begini, aku tau kamu bukan tipe orang yang asal ambil libur, kupikir hari ini kamu tidak ada keperluan apapun, tapi kamu mengambil libur.." jelasnya.
"Ada kok" Taehyun menatap Nada.
"Kamu tidak bilang apapun padaku? apa memangnya?" kali ini, Nada yang nampak kesal. Biasanya Taehyun mengatakan segalanya, tapi kali ini kenapa dia tidak bilang?
"Mengajakmu keluar malam ini" Taehyun mengalihkan pandangan-lebih tepatnya melanjutkan makan.
"UHUK.." mendengar itu, Nada tersedak. Taehyun segera berpindah posisi duduk, lantas memberikan air pada Nada.
"Nah, kan tersedak.. hati-hati makanya.." Taehyun mengusap lembut punggung Nada hingga gadis itu berhenti terbatuk.
Apa katanya? Taehyun akan mengajaknya keluar? demi apapun Nada sangat senang. Ya, akibatnya begini. Tersedak.
"Kamu bilang apa tadi?" Nada menoleh, menatap Taehyun yang kini duduk di sebelahnya.
"Tidak ada" jawab laki-laki itu.
"Ish yang benar! kamu tadi bilang sesuatu, kok.." Nada menepuk pelan pundak Taehyun.
"Tidak, aku tidak bilang apapun" Taehyun tersenyum kecil. Menggoda Nada asyik juga.
"Bohong"
"Betulan"
"Tidak mau"
"Ayolaahh, Taehyun.." Nada merengek seperti anak kecil. Tapi bukannya mengatakan kembali ucapannya, Taehyun justru mengulum bibirnya.
Nada terkekeh, "ISHHHHH TAEHYUUNN" lantas mencubit lengan Taehyun. Laki-laki itu tau, Nada pasti senang. Anak ini sudah lama tidak keluar.
"Pokoknya nanti malam kamu harus pakai pakaian hangat, aku tunggu di depan pintu utama, oke?" Taehyun tersenyum kecil, merangkul Nada.
"YEYYY" Nada tersenyum lebar hingga deretan giginya yang nampak, juga mata yang menyipit.
Taehyun tertawa kecil, dia mengusap lembut kepala Nada, lantas kembali ke tempatnya semula.
Gadis itu sempat tersentak kecil, kenapa perasaannya jadi berubah? degup jantungnya, juga sedikit lebih cepat.
...----------------...
Malam tiba, Nada kini tengah di kamarnya bersama Nakyung.
Dia sudah cerita semuanya pada gadis cantik itu, dan Nakyung nampak sangat senang, seolah dia yang akan diajak jalan. Padahal, ehm- hati Nakyung sedikit cemburu.
"Sini-sini pakai ini" Nakyung menyentuh lembut pipi Nada, menyuruhnya untuk menoleh kearahnya. Gadis itu mengarahkan batang berbulu seperti sikat toilet versi mini ke bulu mata Nada.
"Dokter Na?" Nada mulai angkat bicara.
"Ya?" perempuan itu masih sibuk mengolesi sesuatu di mata Nada.
__ADS_1
"Apa perempuan umum di luar sana memakai alat-alat ini? juga, pewarna berkelip ini?" Nada menunjuk batang berisi bedak warna-warni di sebelah Nakyung.
Nakyung terkekeh, "Itu namanya eyeshadow, Nada"
"Iya, eyehadow itu maksudnya"
"Astaga" Nakyung tertawa melihat kepolosan Nada.
"Ada apa? kenapa tertawa?"Nada mengerutkan alisnya.
Ngomong-ngomong, Nada kelihatan cantik saat memakai make up. Padahal Nakyung hanya memberikan sedikit polesan saja.
"Sudah jangan banyak bicara, sini sedikit lagi" Nakyung kini berpindah ke area bibir.
"Sekarang, ulum bibirmu beberapa kali, untuk meratakan lipgloss nya" titah Nakyung, Nada melakukannya.
"Baguus~" Nakyung tersenyum lebar "Ayo, Taehyun pasti sudah menunggu" dia menggandeng Nada, membawanya keluar kamar.
Setibanya di lobi, dekat pintu keluar. Dan benar saja, Taehyun ada disana sembari menghadap ke luar rumah sakit. Nada dan Nakyung berhenti.
"Sana, temui dia" ucap Nakyung sembari mendorong pelan tubuh Nada.
"Baik, baik.. Dokter Naa" Nada terkekeh pelan. Tadi, banyak pasang mata yang memperhatikanya. Nada jadi malu.
"Cepaatt, sana" Nakyung tertawa.
"Iyaa, aku pergi.. aku pergi.." Nada beranjak menghampiri Taehyun. Nakyung tersenyum kecil memperhatikan keduanya dari belakang.
"Taehyun!" Nada, dengan rambut yang digerai tanpa ikatan itu berlari kecil menghampiri Taehyun.
Laki-laki itu menoleh, terpaku sesaat ketika melihat seseorang yang memanggilnya dari belakang.
"Apa ini?" Taehyun menatap Nada dengan tatapan-tidak suka??
"Ada apa, Taehyun?" Nada mulai khawatir. Dokter Na bilang, Taehyun pasti akan senang, tapi sepertinya sangat kontras sekarang.
"Wajahmu, rambutmu" Sungguh, laki-laki ini kelihatan tidak suka.
"A-apa? kamu tidak menyukainya? k-kalau begitu aku-" Nada hendak berbalik, namun Taehyun kembali menarik lengannya.
"Aku hanya tidak suka jika nanti banyak lelaki yang menatap kearahmu, kamu sangat cantik, ini masalah besar, Nada" ucap Taehyun.
Nada tertawa kecil. Astaga anak ini.
"Apa? kenapa tertawa?" Taehyun mulai tersenyum.
"Kamu pikir jika banyak pasang mata yang melihatku, aku akan senang lalu bertingkah, begitu? tidak akan, lah.." jawabnya "Nanti jika mereka macam-macam aku akan bilang, 'Hey, lelakiku galak, pergi sana sebelum kamu bonyok dipukul olehnya' " lanjut Nada.
Taehyun ikut tertawa, "Yasudah ayo, nanti terlalu larut" Taehyun merangkul tubuh mini Nada, membawanya pergi menuju mobil hitam yang sudah terparkir di depan rumah sakit.
Beralih ke seseorang di dekat lobi, dia tersenyum. Ya, Nakyung masih berdiri di sana melihat dua sejoli itu pergi. Sejujurnya, Nakyung masih tidak ingin Taehyun bersama dengan Nada, tapi-
Ah, sudahlah. Jika Taehyun senang, Nakyung juga harus senang, kan? bukankah begitu arti mencintai?
...****************...
[ ajsbhavsy akhirnya bisa upp 😌, minggu ini aku lagi banyak urusan vrenn.. Maap ya, kalau nanti lama up.. makasih yang udah setia baca ceritaku, makasih banyak buat yang selalu support, ily vrenn ♡ ]
Anyway, couple outfit ala TaeNad tuh gini yaa
__ADS_1
jadi sama-sama panjang gtuu..