![Juli [ Soobin ]](https://asset.asean.biz.id/juli---soobin--.webp)
..."Bittersweet"...
.......
.......
...- Juli -...
...****************...
"Kalau kamu tidak makan, aku juga tidak akan makan" Taehyun menaruh sendoknya, lantas melipat kedua tangannya di atas meja.
Nada yang melihat itu langsung menoleh, lantas mulai mengambil sesendok makanan lalu memakannya agar Taehyun ikut makan.
"Makan, Taehyun" ucap Nada pelan.
Laki-laki itu kembali makan bersama dengan Nada. Anak keras kepala ini tidak akan membiarkan Taehyun kelaparan saat bekerja, ini adalah salah satu trik jitu Taehyun ketika Nada tidak mau makan.
"Nad! Dokter Kang!"
Baru beberapa sendok yang masuk ke dalam perut Nada, Soobin datang dengan tergesa menghampiri keduanya. Nada refleks berdiri menghadap Soobin. Taehyun masih duduk, tapi dia juga merasa khawatir.
"Ada apa, Soobin??" tanya Nada.
"Nenek sudah siuman, Nad"
...----------------...
"Nenek.." Nada kini sudah berada di sisi bangsal setelah berlari kencang tadi. Napasnya masih tersenggal, Gadis itu menggenggam erat lengan sang Nenek.
Taehyun dan Soobin berdiri di belakang Nada, tersenyum.
"Nenek, tadi Nada sangat khawatir.. Nenek kenapa? bagian mana yang terasa sakit? bagian mana nek? biar aku pijit ya.." lirih suara Gadis itu berhasil membuat hati Taehyun tersentuh. Nada adalah gadis lembut yang tidak pernah berubah sejak Taehyun bertemu dengannya dulu.
Nenek itu menggeleng lemah menanggapi pertanyaan Nada.
Nenek baik-baik saja, Nada.. tidak ada yang perlu Nada pijit..
"Tolong jangan sembunyikan apapun dariku, Nek.. kalau memang ada yang sakit, katakan.. aku akan berusaha menyembuhkannya, aku akan mengobati rasa sakit Nenek agar cepat sembuh.. katakan, Nek" Gadis itu kembali bicara dengan nada datar. Tatapan teduh itu terpaku pada wajah keriput wanita di hadapannya.
Nenek tersenyum lemah, beliau mengusap lembut pipi Nada.
__ADS_1
Rasa sakit ini, adalah penawar bagiku sebelum pulang, Nak.. lagipula aku baik-baik saja..
"Apa yang Nenek katakan barusan?" ucap Nada lirih "Nenek akan sembuh, Nek.." lanjutnya. Lagi-lagi, air matanya jatuh.
Jangan menangis, Nada..
Tangan lemah itu kembali bergerak mengusap pipi Nada yang basah.
Kamu, harus bisa hidup tanpa Nenek mulai sekarang, ya?
"Selama ini, Nenek adalah alasanku bertahan dari semua cobaan, lantas-" ucapannya terpotong, Nada tidak sanggup bicara. Dia langsung meneteskan air mata lantas kembali menghapusnya sampai kering "Aku masih ingin bersama Nenek"
Nada, jangan pernah menggantungkan apapun pada seseorang.. itu kan, pesan Nenek sejak lama? aku ini juga manusia, Nada.. jangan menggantungkan apapun padaku..
Ingatlah, Nak.. perjalananmu masih panjang, tempuhlah itu dengan penuh perjuangan, jangan sia-siakan waktumu, Nak..
Nenek tidak akan bisa selamanya berada disisimu, Nada..
Sudah, jangan menangis.. Nenek jadi ikut sedih melihatmu begini.. aku baik-baik saja, doakan selalu ya..
Cepat-cepat, Nada mengangguk "Aku tidak akan pernah melewatkan doa untukmu di setiap sholatku, Nek.."
...----------------...
Satu panggilan terakhir yang disertai dengan sentuhan tangan Soobin itu membuat Nada tersadar dari lamunannya. Dia menoleh, menatap Soobin.
"Ya?" ucapnya pelan.
"Aku boleh duduk disini?" Laki-laki itu menunjuk tempat kosong di sebelah Nada.
"Tentu, ini tempat umum, kamu boleh duduk sesuka hatimu" Nada mengalihkan pandangannya, Soobin tersenyum lantas duduk di sana.
"Sejak pagi senyumanmu belum nampak, kemana dia?" tanya Soobin, dia berusaha untuk menghibur anak ini.
"Entahlah, Soobin" jawab Nada singkat tanpa menoleh. Rambutnya nampak sedikit berantakan.
"Hadap sana dulu" titah laki-laki itu pada Nada. Gadis itu menoleh, lantas mengikuti ucapan Soobin.
Ketika gadis itu sudah menghadap belakang, tangan Soobin mulai menyentuh rambut Nada, melepaskan ikat rambut berwarna hitam polos itu dengan lembut, lantas mengikatnya kembali.
Hati Nada akan menghangat seketika. Gadis itu tersenyum kecil. Soobin dan Taehyun benar-benar bisa merubahnya dalam satu detik akibat perlakuan mereka terhadap Nada.
"Balik kanan, grak" Soobin bicara seolah tengah menjadi pimpinan upacara di sekolah. Nada berbalik, dengan senyuman kecil.
__ADS_1
"Aih? sejak kapan senyummu kembali? tiba-tiba sudah hinggap di wajahmu" Soobin menatap Nada dengan senyuman lembut.
"Dia kembali karena ada Soobin" jawab Nada kemudian.
"Astag-" Mendengar itu, senyuman Soobin semakin merekah. Dia memalingkan wajahnya, tersenyum malu. Nada yang melihat Soobin begini langsung terkekeh kecil.
"Heh, kurang ajar kamu ya, Nad" Soobin kembali menatap Nada, masih dengan senyumannya.
"Pegang ini, pegang" tangan Soobin meraih tangan kanan Nada, menempelkanya pada dadanya.
Nada merasakan sesuatu yang berdetak kencang disana. Dia tertawa kecil.
"Kamu puas melakukan ini? kamu pikir aku akan baik-baik saja saat kalimat manismu itu keluar lalu langsung masuk ke telingaku? hah?" Soobin menurunkan tangan Nada, tertawa kikuk "Tidak, Nad, tidak.. jantungku tidak baik" lanjut Soobin.
"Itu berarti aku tidak baik untukmu, dong?" tanya Nada.
"Hey, kamu sangat baik untuk kesehatan mental ku saat terkena depresi.. ya walaupun terkadang kamu membuatku kena mental, tapi its oke, itu tidak masalah.." jelas Soobin. Laki-laki itu tersenyum lembut "Halo, senyum Nada.. jangan pergi lagi, yaa" lanjutnya.
"Dasar tidak waras, senyumku tidak bisa bicara" ejek Nada.
"Dia tidak bicara melalui pita suara, dia bicara melalui hatimu, dan aku mendengarnya"
"Benarkah? apa katanya?"
"Katanya, iya jika kamu memberiku coklat"
"Hey, tidak, kok!" Nada tertawa.
"Sudahlah, ayo beli coklat" Soobin bangkit menggandeng tangan Nada lembut, menyuruh gadis itu untuk ikut bersamanya.
"Soobin, aku-"
"Permisi, Soobin?"
Seorang perawat wanita menghampiri Soobin dan Nada secara tiba-tiba. Refleks, keduanya menoleh.
"Ya?" jawab Soobin.
"Orang tuamu sedang menunggu di kamar,"
...****************...
[ Hayyiee, kayaknya udah waktunya say goodbye sama Soobin :') ]
__ADS_1
thx readers 💕