Juli [ Soobin ]

Juli [ Soobin ]
[ Episode 35 ] of Juli.


__ADS_3


..."You're beautifull like a butterfly"...


.......


.......


...- Juli -...


...****************...


Nada bangkit dengan mata berkaca, menatap sosok laki-laki yang juga tengah menatapnya dengan mata basah di ambang pintu.


"Kak Yeonjun.." lirihnya. Seketika, laki-laki itu langsung memeluk erat Nada sembari memejamkan matanya "Selama ini, kakak pergi ke mana?.. Nada sudah berusaha untuk mencarimu, tapi hasilnya nihil.."


Tangis Yeonjun pecah. Dia tidak sanggup mendengar suara lirih adik perempuan yang selama ini dia tinggalkan sendirian.


"Maaf," hanya satu kata itu yang dapat Yeonjun ungkap sekarang. Hatinya merasa sangat bersalah, ia mengutuki dirinya sendiri ketika sadar apa yang telah ia lakukan pada adik perempuannya sendiri dua tahun lalu.


Ketika ia meninggalkan Nada dalam keadaan kacau, ketika ia memilih egois akan bahagianya sendiri, ketika Yeonjun ingin serakah tidak mau terbebani oleh siapapun.


Padahal Nada sangat membutuhkan kehadirannya saat itu, tapi Yeonjun lebih memilih untuk pergi jauh, lari dari masalah.


"Aku bahkan tidak tau lagi harus mengucapkan apa setelah ini, Nad.. aku merasa tidak pantas untuk mendapatkan maaf darimu, aku gagal.. aku gagal menjadi seorang kakak laki-laki untukmu.." ucap Yeonjun kemudian.


Nada menangis, dia meneteskan banyak air mata dalam pelukan Yeonjun.


"Saat itu, aku tidak bisa berpikir panjang Nad.."


"Sejujurnya setelah aku pergi jauh, hatiku tidak pernah lepas darimu.. tapi otakku selalu memaksaku untuk berbuat egois.. dan, bodohnya aku turuti saja perintah itu" lanjutnya.


Nada melepaskan pelikan itu, lantas menatap Yeonjun lamat-lamat, "Lalu, apa yang membuat kakak kembali padaku? bukankah kakak senang pergi dari semua masalah?"


Yeonjun terpaku sesaat.


"Untuk saat ini, kamu boleh memarahiku.. marahi aku sampai kamu puas, bahkan jika kamu mulai membenciku, aku akan menerimanya.. aku tidak akan pergi darimu lagi, itu adalah janjiku.. jika kamu tidak ingin menerimaku lagi, setidaknya izinkan aku untuk menebus kesalahan" jelas laki-laki itu.


Air mata Nada kembali jatuh, "Apa aku harus memercayaimu sekarang? katakan.."


Mendengar itu, Yeonjun bungkam. Dia sama sekali tidak bisa membela diri di hadapan Nada. Dialah yang paling bersalah dalam hal ini.


"Setelah kejadian itu, trauma memenuhi ruang hatiku, kak.. entah aku harus percaya pada siapa, aku tidak tau lagi.."


"Saat itu aku merasa, betapa tidak diinginkannya kehadiranku dalam hidup siapapun.. saat itu aku kehilangan semuanya.. ingin berontak pun tidak mampu.."


"Kupikir, lebih baik aku berdiri sendiri dengan kakiku.. tapi nyatanya aku tidak mampu.. saat itu, hatiku benar-benar hancur, aku butuh pelukan hangat, tapi sepertinya hal itu tidak tersedia untukku"

__ADS_1


"Aku sakit, kak.. aku bahkan tidak tau sampai kapan aku bisa bertahan dengan semua ini"


"Tapi tidak apa, saat itu aku hanya terluka.."


"Sampai ketika Tuhan menghadirkan Nenek dalam hidupku, aku masih bisa mengatakan bahwa aku baik-baik saja.. tapi sekarang, beliau sudah pergi.." Gadis itu terdiam sesaat, lantas kembali bicara "Aku berharap, hatiku masih mampu untuk berpura-pura 'tidak apa' di hadapan orang lain" Nada tersenyum sendu.


"Tapi sayangnya, kamu adalah kakakku, Kak Yeonjun.. darah yang mengalir di tubuhmu, adalah darah yang sama denganku.. tanpa mengatakannya, aku tau.. kakak pasti paham bagaimana perasaanku walaupun sudah berusaha kusembunyikan serapih mungkin"


"Setidaknya, terimakasih telah pulang.. aku sangat merindukan kakak" Nada kembali merengkuh tubuh jangkung Yeonjun dengan erat. Mendengar semua ungkapan Nada, hati Yeonjun semakin terasa perih.


Kali ini, Yeonjun janji. Dia benar-benar akan tetap berada di sisi Nada sampai waktu yang memisahkan keduanya. Dia tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.


Yeonjun ingin membuat Nada tersenyum, dia ingin menjadi alasan di balik senyuman Nada.


...----------------...


Taehyun menghela napas lega. Nada terlihat baik-baik saja setelah kedatangan kakak laki-laki nya. Hatinya sedikit merasa tenang.


Tapi di sisi lain, dia sedikit merasa sedih. Jika Nada sudah punya Yeonjun, itu artinya sudah tidak ada lagi ruang bagi Taehyun untuk menjadi bagian darinya.


Ngomong-ngomong Taehyun kini berdiri di luar ruangan Nada. Dia tengah memperhatikan Yeonjun dan Nada yang tengah mengobrol berdua di dalam.


Sore nanti, dia akan mengambil barang-barang yang masih tertinggal di ruangan Nada untuk di pindahkan. Dia tidak mungkin berada di sana lagi.


"Untuk jauh darimu, kenapa rasanya begitu sulit, Nad?" ucapnya dalam hati "Aku bahkan sudah coba ribuan kali, hasilnya nihil.. kamu masih tetap jadi tokoh favorit dalam hidupku"


Taehyun tersenyum tipis, lantas berbalik pergi. Dia harus mengurusi hal lain, dia akan menemui Nada nanti.


...----------------...


Jadi, Taehyun langsung pergi ke ruangannya sendiri. Makan malam sendirian di sana.


Beberapa menit berlalu, ketika Taehyun masih sibuk dengan makanannya, pintu ruangan diketuk dari luar.


"Masuk" ujarnya.


Gagang itu mulai bergerak, pintu terbuka, lantas menampilkan sosok perempuan cantik dengan senyuman tipis di wajahnya.


Taehyun, dia langsung bangkit seraya membukakan pintu dengan senyuman lebar di wajahnya.


"Kamu harusnya bilang, Nada yang berada di luar" ucap Taehyun.


"Kamu tidak mengunjungiku, jadi aku kemari" jawab Nada.


"Sini masuk" Taehyun menarik pelan lengan Nada agar dia masuk lantas menutup pintu. Kini mereka duduk di atas karpet empuk "Sudah makan belum?"


Nada mengangguk pelan, "Kenapa kamu tidak ke kamar untuk menemuiku?" tanyanya kemudian.

__ADS_1


"Kupikir jika aku menemui kamu, kalian akan merasa terganggu" jelas Taehyun.


"Siapa bilang? aku justru sedang menunggumu dari tadi, tapi kamu tak kunjung datang" Nada menatap lembut wajah Taehyun. Laki-laki itu tersenyum tipis.


"Kamu menungguku? untuk apa?"


"Apa aku pernah mengutarakan alasan ketika aku bilang aku menunggu kedatanganmu?"


Taehyun terkekeh pelan. Nada tidak pernah melakukan itu, sebab katanya tidak ada alasan untuk menunggu kedatangan Taehyun datang menemui Nada. Gadis itu bilang tanpa alasan pun dia akan selalu menginginkan kedatangan Taehyun.


"Kak Yeonjun sudah datang, kupikir kamu sudah tidak lagi perlu di jenguk" Taehyun menatap Nada dengan lembut sembari tersenyum.


"Lain kali, bagaimanapun keadaannya, tetaplah datang menemuiku, Taehyun.. yakinlah aku selalu ingin kamu berkunjung walaupun hanya beberapa saat" suara Nada terdengar sangat pelan. Gadis itu mengalihkan pandangan.


"Baiklah, aku akan selalu datang menemuimu nanti" Taehyun menepuk lembut pucuk kepala Nada, "Ini, buka mulutmu"


Laki-laki itu menyodorkan sepotong sandwich buah pada Nada. Bukannya membuka mulut, Nada justru malah memundurkan tubuhnya.


"Ada apa? kamu menyukai ini, kan?" ucap Taehyun.


"Itu kan jatahmu, makan saja sana, aku sudah kenyang"


"Sejak kapan kamu kenyang terhadap makanan favoritmu, huh?"


Nada terdiam, menatap Taehyun.


"Ayo cepat buka mulutmu, aaa" Taehyun bersikap seperti tengah menyuapi anak kecil. Mulutnya ikut terbuka agar Nada mau membuka mulutnya.


Kedua netral sendu Nada terpaku menatap Taehyun. Selama ini, laki-laki di hadapannya tidak pernah berubah.


Dia menghafal semua makanan dan minuman kesukaan Nada, dia tau bagaimana bersikap saat Nada butuh bantuan, dia selalu lembut ketika Nada mulai keras kepala, dia sangat sabar, dia laki-laki yang baik.


Entahlah, bagaimana bisa Nada menemukan laki-laki sejenis Taehyun di dunia ini. Yang jelas, dia sangat bahagia.


"Hey, kenapa jadi melamun?" Taehyun terkekeh pelan, Nada berdeham kecil. Astaga.


"Kamu cantik, Nada" ucap Taehyun kemudian. Nada yang mendengar itu langsung menatap Taehyun polos "Kamu cantik seperti kupu-kupu"


...****************...


[ TBC ]


Thx readers 🙌🏻💙



Urii Yeonjunieeee~

__ADS_1


Psttt, Yeonjun..



__ADS_2