![Juli [ Soobin ]](https://asset.asean.biz.id/juli---soobin--.webp)
..."Without you, I'm just a sad song"...
...- Choi Soobin -...
...****************...
"Apa maksudmu, Dokter Kang?" Kedua netra legam milik Soobin tertuju pada wajah Taehyun yang tengah menatapnya datar.
"Apa yang kamu lakukan hari lalu bersama Nakyung itu benar-benar menyakiti Nada, Soobin"
Soobin mengerutkan kening, menatap Taehyun kebingungan "Bersama Dokter Na? memangnya apa yang telah aku lakukan?"
"Kamu tidak ingat?" Taehyun tertawa tidak menyangka, mengalihkan pandangan "Biar ku perjelas, Soobin.. sikap dominan perempuan itu pencemburu, juga mudah menaruh hati pada siapapun yang membuatnya nyaman.. ketika kamu berada dalam keadaan dekat dengan dua orang perempuan, maka kamu harus tau caranya menjaga sikap terhadap keduanya.." Ucap Taehyun sembari menatap tetesan hujan yang semakin deras.
"Katakan, apa yang membuatmu memeluk Nakyung dengan erat hari lalu?" lanjutnya.
...----------------...
Nada masih berdiam diri didepan jendela, tidak memperhatikan sekitar. Ia hanya fokus pada ujung stik yang bergerak menyatukan wol panjang menjadi sebuah kain rajut.
Beberapa menit kemudian, suara pintu terdengar. Gadis itu tidak menoleh, karena ia tau orang itu pasti Taehyun yang baru saja pulang membawa coklat kesukaannya.
Nada tersenyum lebar, bangkit dari kursinya dengan gembira. "Taehyun! kamu dat-"
Ketika ia berbalik, langkahnya terhenti seketika. Dia bukan Taehyun, dia orang lain. Senyumnya perlahan memudar, kedua netra indah Nada terpaku menatap wajah laki-laki dihadapannya dengan sendu.
Soobin bergeming dengan mata yang mulai berair. Menatap gadis yang sangat ia nantikan kehadirannya seminggu terakhir ini.
Suasana hening beberapa saat.
Antara rasa rindu yang kuat juga rasa patah hati yang masih tersisa, Nada tidak mampu melakukan apapun di hadapan Soobin. Harus melangkah maju atau mundur pun Nada tidak tau.
Saat Soobin hendak memajukan kursi rodanya, Nada langsung memundurkan langkah. Hal ini membuat Soobin menggugurkan niatnya, lantas mengalihkan pandangan menatap lantai.
"Aku kemari hanya ingin meminta maaf karena telah melukai hatimu, Nad.. waktu itu aku benar-benar diluar kendali, aku tidak bermaksud melakukannya, aku hanya terlalu senang.."
"Aku senang karena akhirnya aku bisa mencarimu kemanapun tanpa kursi roda ini, kakiku sudah bisa digerakkan, Nad.. namun masih perlu bantuan tongkat.."
"Maaf jika aku--"
GREPP.
Tanpa aba-aba, Nada memeluk erat Soobin dengan tangis yang selama ini ia tahan. Gadis itu menenggelamkan kepalanya pada pundak kanan Soobin. Seketika, air mata Soobin jatuh bebas.
__ADS_1
"Tidak apa apa, Soobin.. tidak apa apa" Ucap Nada sembari terisak. Dia salah menilai Soobin, kini Nada sangat merasa bersalah dalam pelukan laki-laki ini.
Soobin melepaskan Nada dengan lembut "Berdirilah, Nad"
Nada bangkit, menundukkan kepala. Dia masih terisak. Soobin bangkit dari kursi rodanya dengan bantuan menyentuh kedua pundak Nada.
Tangis Nada semakin pecah ketika Soobin memeluknya erat sambil berdiri. Laki-laki ini sudah pulih dari masa terburuknya dengan baik.
Baru kali pertama, Nada bisa menangis dengan lepas di hadapan orang lain. Hatinya menghangat ketika lengan Soobin memeluknya erat.
Soobin memejamkan matanya, mengusap lembut kepala Nada yang hanya setinggi pundaknya "Aku ingkar janji, Nad.. aku menangis karenamu tadi pagi"
Ditengah tangisannya, Nada tertawa. Anak menyebalkan ini merusak suasana sekali. Hanya karena satu kalimat itu, dia berhasil membuat Nada kembali tertawa "Sudah aku bilang kamu pasti menangis" ucapnya.
Nada melepaskan pelukan itu dengan perlahan, lalu membantu Soobin untuk kembali duduk. Nada tersenyum, mengalihkan wajah sembabnya dari Soobin.
Soobin tersenyum ketika melihat Nada yang berusaha menghidar dari pandangannya "Hey, lihat kemari"
"Tidak, aku tidak mau" Ucap Nada sembari membelakangi Soobin.
"Kenapa? kemari, Nad"
"Aku malu, Soobin"
Soobin menurunkan tangan itu perlahan, lantas tersenyum ketika wajah Nada sudah terlihat jelas di hadapannya "Lihatlah, wajahmu sangat menggemaskan"
"Wajahmu juga, lihat itu.. matamu sembap dan memerah. Beri tahu aku berapa jam kamu menangis?" Ucap Nada.
Soobin hanya tertawa kecil "Entah, aku sampai tidak ingat berapa lama merindukanmu, kurasa seminggu penuh, atau mungkin lebih"
"Nyenyenyenye berhentilah membuatku tersipu" Nada tersenyum mencubit pelan lengan Soobin.
*Kira kira, kaya gini muka Soobin rn :
*gemes bgt pengen nabok ðŸ˜
Diantara kehangatan yang kembali tercipta diantara Soobin dan Nada, ada seorang laki-laki yang tersenyum kecil-meskipun hatinya terasa sesak, dari balik kaca jendela.
Siapa? siapa lagi kalau bukan Taehyun.
...----------------...
Kini Nada dan Soobin berada di taman rumah sakit. Setelah sekian lama, Soobin akhirnya bisa bercerita panjang lebar pada gadis ini.
__ADS_1
Nada mendengarkan cerita Soobin dengan baik. Kadang sesekali bertanya, lalu mengangguk pelan. Soobin tidak berhenti tersenyum. Wajahnya nampak sangat bahagia.
Setelah lama berbincang, Soobin meminta Nada untuk menemaninya berlatih mandiri di taman. Dan permintaan Soobin itu Nada indahkan.
Dengan bantuan tongkat yang dibawa Soobin dari kamarnya, dia berlatih di hadapan Nada. Gadis itu tersenyum ketika Soobin mampu melangkah walaupun masih terbata.
Selang lima belas menit, keduanya duduk di pinggiran air mancur untuk beristirahat.
"Aku akan kembali, Soobin" Nada bangkit, tersenyum, lantas berlari menjauh dari Soobin.
"Hey! kamu mau keman-"
"Aku akan kembali!! tunggu disana!!" Teriak Nada sembari berlari entah kemana. Soobin hanya memperhatikan tubuh Nada yang semakin mengecil dimakan jarak.
Beberapa menit kemudian, gadis itu kembali dengan membawa dua botol air mineral di tangannya. Nada berlari, lantas duduk di sisi Soobin dengan lengan yang berhimpitan.
Soobin tersenyum kecil. Hatinya menghangat.
"Ini, minumlah" Gadis itu menyodorkan salah satu botol air mineral dingin pada Soobin. Tapi bukannya cepat diterima, Soobin justru terpaku pada wajah cantik Nada.
Napasnya yang masih tersenggal akibat berlari, anak rambut yang terlepas dari ikatan, senyuman lembut khas Nada, juga mata indah ini, akhirnya bisa kembali nampak di hadapan Soobin.
"Heh!" Nada menepuk pelan pundak Soobin "Kenapa kamu melihatku begitu? aku ini manusia, bukan bidadari" Kekeh Nada.
Soobin tidak menghiraukan ucapan Nada, dia memangkas jarak, melepaskan ikatan rambut Nada, mengambil rambut yang terbebas, lantas mengikatnya kembali dengan lembut.
Nada membulatkan matanya. Laju degup jantungnya bergerak cepat selama Soobin mengikat rambutnya dari arah depan.
Setelah Soobin selesai mengikat rambut Nada, dia tersenyum menatap Nada yang nampak gugup dengan wajah yang memerah.
"Kenapa wajahmu jadi merah begitu, Nad?" Tanya Soobin.
"H-hah? tidak, kok.. aduh, kenapa tiba-tiba udara jadi panas ya? hahahah" Nada mengalihkan pandangan, mengibaskan telapak tangannya. Berlagak kepanasan padahal cuaca sedang tidak panas.
"Soobin, kamu merasakannya juga kan? hahaha aneh sekali y-ya?" Lanjut Nada gugup.
Soobin hanya tersenyum kecil memperhatikan tingkahnya.
...****************...
[ Huaa gimana nih episode kali ini? semoga pada suka yaa >< ]
[ Btw si Soobin udah bisa jalan aja.. itu berarti dia kan bisa pulang, trus nanti--beberapa teks hilang ditelan bumi ]
See you! hehe 💗
__ADS_1