Juli [ Soobin ]

Juli [ Soobin ]
[ Episode 38 ] of Juli.


__ADS_3


..."Bagaimana bisa aku melepasmu? sedang jauh darimu saja aku tidak mampu"...


...- Dr. Kang -...


.......


.......


Malam harinya, setelah hari yang indah ini berada di penghujung waktu, Nada duduk sendiri di taman belakang sembari menatap indahnya gemerlap malam.


Angin malam bertiup lembut menerpa wajah cantik gadis rapuh itu. Deru ombak laut malam ikut membuat suasana menjadi semakin tenang dan damai.


Hatinya berkata lirih pada sang Rembulan.


Mata bulat indahnya nampak barair, sedangkan bibirnya tersenyum indah menghadap langit. Dadanya terasa sedikit sesak karena menahan sedih.


Di tangannya, kini nampak sebuah buku pemberian Soobin dan sebuah pena. Malam ini dia habis menuliskan sesuatu di sana.


Baru saja Nada memejamkan matanya, sentuhan hangat terasa di pundaknya. Sontak, dia menoleh.


"Kaget, aku pikir siapa" Nada menghela napas lega, lantas tersenyum kecil menatap Taehyun yang kini ikut duduk di sebelahnya.


Laki-laki itu terkekeh pelan, "Maaf, Nad"


Nada ikut tertawa kecil, "Tidak apa"


"Pasti sedang rindu pada Bunda Yoona dan Nenek ya?" Taehyun menoleh, Nada tersenyum tipis sembari mengangguk pelan "Mereka juga pasti sedang rindu sama kamu, Nad.." lanjut Taehyun.


"Mereka pasti punya harapan yang sama seperti apa yang aku harapkan.." Taehyun mengalihkan pandangannya ke depan.


"Memangnya kamu berharap apa padaku?" ucap Nada.


"Berharap kamu bisa melawan penyakitmu sekarang" jawab Taehyun singkat.


Mendengar itu, Nada bergeming.


"Bukankah aku sudah melakukannya tahun lalu?" Nada tersenyum sendu "Namun semuanya tetap gagal.. rupanya penyakit ini betah tinggal di tubuhku" gadis itu terkekeh pelan.


Taehyun bergeming. Dia tidak mampu berkata-kata lagi.


"Oh iya, Taehyun" Nada menoleh, Taehyun masih menatap ke depan "Tenggorokanku seperti ada yang mengganjal"


Laki-laki itu akhirnya menoleh, "Kemarilah" lantas menyentuh sekitar leher Nada. Dan, dia menemukan kelenjar getah bening yang membengkak di sana.


"Besok, kamu harus meminum obat agar benjolan ini hilang" ucapnya seraya menarik kembali lengannya dari leher Nada.


"Dokter Kang, berapa banyak lagi obat pahit yang harus aku minum setiap hari? perutku sampai mual rasanya" lirih Nada.


"Kamu tidak ingin minum obat? kalau begitu lakukan terapi seminggu dua kali" Taehyun menatap Nada.


Gadis itu menggeleng cepat, "Tidak mau, lebih baik aku minum banyak obat dibandingkan harus terapi serajin itu"


"Percayalah aku tidak ingin memberimu obat tambahan jika bukan karena untuk kesembuhanmu, Nad" Taehyun menghela pelan, pandangannya jatuh pada rerumputan hijau.


"Aku percaya padamu, Taehyun.." Nada tersenyum lembut, menepuk pelan pundak Taehyun.


"Lagi pula mana mungkin kamu membunuhku dengan cara membuatku overdosis, kan?" lanjut gadis itu sembari terkekeh pelan.


"Itu benar.. dan jika aku melakukan itu, kemungkinan terbesar yang akan terjadi adalah Soobin akan menyumpah serapahiku sampai aku berubah jadi batu" keduanya-Nada dan Taehyun, tertawa bersamaan.


"Tidak, tidak, Soobin tidak semurah hati itu.." Nada masih tertawa kecil, "Dia tidak akan mengutukmu jadi batu, dia akan mengutukmu jadi pohon kelapa"


"Kenapa bisa begitu?" Taehyun menatap Nada dengan senyuman di bibirnya.


"Kalau jadi batu kamu masih nampak di hadapannya, tapi jika pohon kelapa, kamu akan dipotong dan digunakan untuk masyarakat sampai tidak bersisa"


"Demi apapun itu sangat mengerikan" membayangkannya saja Taehyun tidak sanggup. Jangan sampai Soobin melakukan itu padanya.

__ADS_1


Nada semakin tergelak, "Tapi tenang, Taehyun.. jika Soobin melakukan itu, aku tidak akan membiarkanmu terluka sedikitpun"


"Jangan menggodaku, aku sedang tidak ingin bawa perasaan"


"Eyy, Taehyun.. orang sepertimu mana mungkin baper padaku"


"Kalau hal itu terjadi bagaimana? bagaimana jika aku benar-benar menyukaimu? bagaimana jika aku mengatakan jika aku jatuh cinta padamu? apa yang akan kamu lakukan?" omel Taehyun tiba-tiba.


Nada nampak bingung, dia mengangkat alisnya "Apa?"


Taehyun meneguk ludahnya. Apa yang baru saja dia katakan?


"Memangnya kamu menyukaiku?" Nada mengerutkan kening.


"Aku-"


"B-bukan bukan, m-maksudku--"


"Biar kujelas-"


"Tidak, tidak, aku tau maksudmu"


"Kalau begitu bagian mana?"


"Apanya?"


"Jelaskan,"


"Jelaskan apa?"


"Tadi, kamu tahu kan?"


"Hah?"


"Kau-!" Taehyun mendesis pelan. Cukup, dia tidak sanggup menyimpan rasa. "Oke cukup, dengarkan aku"


"Ya, aku memang menyukaimu"


"HAH?!"


"Kenapa kamu begitu terkejut?"


"T-taehyun kamu sehat, kan?"


"Iya aku sehat, kenapa?"


"A-apa kamu mabuk? huh? coba buka mulutmu, buka! "


"Astaghfirullah, tidak! mana mungkin!"


"Lalu?"


"Lalu apa?"


"Tidak, aku pasti salah dengar.."


"Salah dengar? memangnya apa yang kamu dengar?"


"A-aku dengar kamu, i-itu.."


"Itu apa?" Taehyun tersenyum kecil.


"Kamu bilang, kamu menyukaiku? tunggu- ya, ya Taehyun silahkan menertawakanku.. aku tau pendengaranku memang agak error"


Taehyun terkekeh pelan, "Tapi apa yang kamu dengar itu tidak salah, Nada"


"Hah?"


Taehyun menghela napas sembari tersenyum. Laki-laki itu menepuk pelan pipi Nada yang mulai memerah "Iya, aku menyukaimu.. sangat"

__ADS_1


Kalian tahu, Nada tidak baik sekarang.


"Walaupun aku tau, Nada tidak menyukaiku tapi-"


"Siapa bilang?" sela Nada. Laki-laki itu menatapnya dengan penuh tanda tanya"Siapa bilang aku tidak menyukaimu?" lanjut Nada.


"Katakan dengan jelas Nada, jangan buat aku salah paham" titah Taehyun.


"Siapa bilang aku tidak menyukaimu? aku menyukaimu Taehyun.. aku juga menyukaimu"


Jantung keduanya berdegup kencang "Aku tau kamu menyukai laki-laki selain diriku.. kamu menyukai banyak laki-laki"


Nada menghela. Padahal bukan 'menyukai' yang seperti itu maksudnya. "Ya kamu tidak salah sih"


"Yasudah begini.. aku mencintaimu Taehyun" lanjut Nada.


"Bohong"


"Kalau tidak percaya yasudah"


"Katakan lagi"


"Tidak mau"


"Nada katakan lagi.." suara Taehyun terdengar sedikit merengek.


"Astatang, tidak mau"


"Aku tidak percaya.. kamu dengan entengnya bicara begitu tanpa gugup sedikitpun.. kamu pasti bohong"


Nada menarik pelan telapak tangan Taehyun, lantas meletakkannya pada pipi Nada. Hangat.


"Ini sudah malam, tapi pipiku terasa panas.. rasakan, telapak tangan ku juga dingin, padahal aku tidak sedang kedinginan.. jantungku berdegup kencang, tapi aku berusaha tenang.. jadi bagaimana? kamu masih tidak percaya? aku hanya berusaha untuk tidak kikuk, Taehyun" Nada menatap Taehyun, lantas melepaskan tangannya.


"Aku tidak percaya ini" Taehyun tidak mengalihkan pandangannya "Aku pikir kamu menyukai Soobin, Nada.."


"Aku hanya menyayanginya.. Soobin sudah seperti saudaraku sendiri, Taehyun.." gadis itu tersenyum lembut.


"Nada aku ingin menangis" Taehyun nampak sangat lucu sekarang.


"Aih, kenapa??" Nada tertawa kecil.


"Tidak, jangan bicara padaku dulu" Taehyun melipat kakinya, lantas menenggelamkan kepalanya di atas lututnya sembari bersedekap tangan.


Sayup-sayup, terdengar isakan pelan.


"Astaga kamu betulan menangis?" Nada terkekeh pelan. Dia mendekati Taehyun, lantas memeluknya dari samping "Astaga Taehyun jangan menangis.."


Entahlah, Nada merasakan lucu sekaligus terharu oleh kelakuan Taehyun.


Laki-laki itu belum juga berhenti menangis. Nada semakin tertawa dibuatnya "Taehyun.. stoop"


"Kemarin, peluk aku Taehyun" Taehyun mengangkat kepalanya, lantas memeluk Nada erat-arat. Nada yang melihat Taehyun menangis jadi ikut meneteskan air mata juga.


"Astaga aku jadi ikut menangis.. aku menyayangimu, Taehyun" lirih Nada.


"Aku juga, terimakasih sudah memilihku untuk hatimu, Nad.." jawab Taehyun dengan senyuman indah yang terlukis di bibirnya.


Malam ini, hal hebat dari Tuhan benar-benar turun padanya. Mencintai seseorang yang juga mencintai kita balik, itu adalah sesuatu yang jarang sekali didapatkan oleh orang lain.


Untuk itu, Taehyun sangat berterima kasih.


...****************...


[ Jiaaaahh gimana episode kali ini??? ]


*mon maap Soobin minggir dulu :))


See you next chapter 👋❤

__ADS_1


__ADS_2