![Juli [ Soobin ]](https://asset.asean.biz.id/juli---soobin--.webp)
..."The deep talk"...
.......
.......
...-By. Nada-...
...****************...
Dua hari kemudian, Soobin sudah lancar berjalan. Dia kini sudah meninggalkan kursi rodanya di sudut kamar, berpaling pada tongkat jalan.
Jam dinding menunjukkan pukul 20.00.
Nada kini bersama Soobin, dia masih dengan mukenah yang melekat menutupi bagian atas tubuhnya. Mereka-Soobin dan Nada, habis melakukan sholat isya berjamaah di ruangan laki-laki itu.
"Aku ingin tau, hal apa yang sangat kamu sukai?" Soobin yang masih menggunakan peci itu menoleh dengan tangan yang masih sibuk melipat sajadah.
"Makanan? minuman? atau apa?" Nada yang tengah berdiri di sisi bangsal sembari melipat bagian bawah mukenah itu lantas menoleh kearah Soobin.
"Apapun, katakan saja" Jawab Soobin sembari meletakkan sajadah yang sudah terlipat rapih ke atas meja, lalu berjalan menghampiri Nada.
"Hal yang sangat aku sukai itu doa" Nada tersenyum ketika Soobin sudah berada di dekatnya.
"Alasannya?" Soobin duduk di atas bangsalnya, menunggu jawaban dari Nada.
"Karena, doa itu romantis" Nada tersenyum lembut.
Soobin menatapnya bingung.
"Waktu itu, aku pernah mendengar seorang Ulama mengatakan.. Allah tidak mengatakan akan mengabulkan doa jika kamu berdoa. Tapi, Allah justru mengatakan, Aku akan mengabulkan doa ketika kamu berdoa.."
"Coba kamu perhatikan baik-baik kalimat itu.. Seolah olah, Allah selalu menunggumu untuk berdoa kepada-Nya.."
Soobin tersenyum, mengangguk pelan. Hatinya sedikit tersentuh. Kasih sayang sebesar itu justru menjadi hal yang sering terlupakan oleh kebanyakan manusia. Lebih disayangkan lagi, kita mungkin menjadi bagian dari golongan itu.
"Kamu tau kenapa Allah mau menunggumu seperti itu?" Nada kembali bicara, Soobin menggeleng pelan sebagai jawaban.
"Hal ini karena, kecintaan dan kedekatan Allah kepdamulah yang membuat Allah mau menunggumu untuk kembali pada-Nya.."
"Saat mendengar itu, hatiku langsung menghangat, Soobin.. aku merasa, Tuhanku sedang menyampaikan pesannya untukku melalui beliau.. dan aku mulai berpikir, seberat apapun dunia bertindak kejam padaku, itu tidak jadi masalah jika Tuhanku masih mencintaiku.." Nada tersenyum dengan sangat indah.
"Ulama itu sempat berhenti bicara sesaat, dan kemudian beliau kembali bicara begini, Allah sudah berbicara padamu.. kini saatnya, kamu yang kembali bicara pada-Nya.." Nada kini tersenyum.
"Nah, sejak saat itulah aku sangat menyukai doa" Jelas Nada.
Soobin bergeming, menyaksikan bukti nyata dari cantiknya paras dan hati penghuni bumi. Gadis ini berbeda, Soobin sangat bersyukur bisa dipertemukan dengannya.
"Kini giliranku, sebutkan hal yang sangat kamu sukai" Nada menunjuk Soobin dengan ibu jarinya.
"Kamu" Jawab Soobin singkat.
Nada bergeming sesaat. Heol. Sejak kapan anak ini jadi tukang gombal?
"Wokee.. lebih baik kita akhiri pembicaraan malam ini, wassalam" Nada bertepuk sekali, lantas beranjak menjauh dari Soobin dan mulai mencopot mukenahnya dengan sembari tertawa kecil.
Soobin hanya tertawa kecil menatap Nada yang berusaha menahan agar tidak tersipu.
"Besok, kita jalan-jalan yuk" Nada menoleh. Dia kembali berjalan kearah Soobin.
__ADS_1
"Kemana?"
"Ini kejutan untukmu, Soobin.. jadi, lihat saja besok" Nada menyengir.
"Kamu selalu membuatku penasaran" Dengus Soobin.
"Tidak apa, asal jangan sampai mati penasaran saja, Bin" Celetuk Nada sembari terkekeh pelan.
...----------------...
Keesokan harinya, pukul 16.30
"Soobin, aku datang~" Nada muncul dari balik pintu dengan senyuman lebarnya. Sedangkan Soobin, laki-laki itu hanya menatap Nada datar.
Sejak pagi anak ini seperti hilang ditelan bumi hingga membuatnya takut akan mengalami kejadian seperti hari lalu untuk kedua kali.
"Lain kali kalau mau datang sore, bilang. Kukira kamu akan menemuiku pagi hari," Ucap Soobin.
"Jiah, kenapa memangnya? kamu takut aku menghilang tiba-tiba lagi seperti hantu?" Nada masih tersenyum, menghampiri Soobin lantas duduk di sisi bangsal.
"Apa hantu itu menyeramkan, Nad? aku tidak takut, aku lebih takut pada manusia" Jawab Soobin "Kemarin pun yang aku takutkan hanya karena melihat kamu yang berjalan ke area ujung taman dalam posisi hujan deras" Lanjutnya.
"Hah? kapan aku pergi kesana? aku tidak pernah mau kesana, Soobin" Nada mengerutkan kening, tidak mengerti apa yang dimaksud Soobin barusan.
"Ya, ternyata itu hanya haluanku saja"
"Itu bukan haluanmu, itu hantu" Jawab Nada singkat "Rupanya dia sudah berani mendekatimu dengan cara menyerupaiku. Lihat saja, aku bacakan ayat kursi baru tau rasa dia. Biar kuberi pelajaran, agar tidak lagi berani menganggu Soobinku" Dengus Nada sembari berbincang sendiri.
Soobin terkekeh pelan "Inilah yang aku takutkan. Ketika mereka sudah seperti Nadaku, lalu melakukan hal hal yang menghawatirkan tepat di hadapan mataku"
"Hati-hati, Soobin.. jangan banyak melamun" Nada menoleh.
"Makanya, kamu harus selalu berada di sisiku agar aku tidak banyak melamun" Soobin menoleh, tersenyum menatap Nada.
"Lucu sekali kamu itu"
"Diam!" Nada mendengus ketika Soobin berusaha memujinya. Soobin langsung tertawa setelah mendengar dengusan Nada barusan.
...----------------...
Nada membawa Soobin pergi bersamanya. Menyusuri jalanan yang menurun, keduanya saling berpegangan tangan. Hingga akhirnya, Nada dan Soobin samapai pada suatu tempat.
Angin berhembus, membuat rambut keduanya bergerak. Pemandangan indah yang terbentang luas dihadapan Soobin ini membuatnya terpana.
Pantai.
Keduanya sudah berada di area pantai dekat rumah sakit. Deru air laut terdengar bagaikan suara penenang. Ditambah oleh semburan warna jingga di langit yang sangat memanjakan mata.
Soobin sempat terpana. Ini adalah kali pertamanya melihat senja di pesisir pantai. Ditambah lagi suasana yang tidak ramai, semakin jadi kenikmatan tersendiri bagi Soobin.
"Tadaaa, bagaimana kejutannya?" Nada tersenyum, menoleh.
"Ini indah sekali, Nad" Jawab Soobin tanpa menoleh "Terimakasih banyak atas kejutannya"
"Aku ingat kamu jarang sekali keluar rumah untuk melihat alam, kan? jadi aku punya ide untuk mengajakmu kesini.." Nada mengalihkan pandangannya melihat hamparan biru yang bergerak diterpa angin.
"Anggap saja ini hadiah dariku, yaa" Ucap Nada pelan.
Soobin menoleh, "Hadiah atas apa?"
"Atas seluruh kerja kerasmu menghadapi rintangan hidup.. lihatlah, sekarang kamu bukan lagi Soobin yang menangis dibawah guyuran hujan.. kamu bukan lagi Soobin yang duduk diatas kursi roda.. kamu adalah Soobin yang berdiri tegak dan lebih kuat dari sebelumnya" Nada terkekeh pelan. "Kamu hebat, Soobin"
__ADS_1
Soobin menatap Nada "Terimakasih atas 24 hari yang sudah berlalu ini, Nad.. kuharap kita bisa bersama dalam waktu yang lebih lama lagi,"
"Aamiin.. aku juga inginnya begitu, Soobin" Nada menoleh sembari tersenyum.
...----------------...
"Ayah, apa ayah melihat Nada?" Taehyun mendatangi ruangan Dokter Lee dengan tergesa.
"Dia baru saja pergi bersama Soobin, Taehyun.." Dokter Lee tersenyum menatap putranya.
"Ah~ begitu ya.." Ucap Taehyun dengan nada agak kecewa. Kenapa gadis itu tidak pamit dulu padanya?
"Apa ayah tau kemana mereka pergi?" lanjut Taehyun.
Dokter Lee menggeleng pelan, "Sayangnya, aku tidak tahu, Taehyun"
"Baiklah, terimakasih ayah" Taehyun berbalik keluar ruangan, menghela napas pelan.
Ketika dia hendak berbelok, pandangannya tertuju pada gadis yang tengah berdiri menghadap area taman utama.
"Nakyung!" Taehyun menghampiri gadis itu dengan langkah cepat.
Gadis itu menoleh "Ya?"
"Kamu tau kemana Soobin dan Nada pergi?"
"Jadi Soobin pergi bersama gadis itu? ck.. seharusnya aku tidak meninggalkan Soobin tadi" Nakyung merotasikan bola mata sembari melipat kedua tangannya.
"Jadi kamu tidak tau kemana mereka pergi.. " Taehyun menatap kedepan. Lalu beberapa detik kemudian, Taehyun kembali menoleh pada Nakyung "Ada yang ingin aku tanyakan padamu"
"Jika tentang Nada, aku-"
"Bukan Nada, tapi Soobin" Sela Taehyun.
Nakyung menghela napas, "Apa? ada masalah dengan Soobin?"
"Apa kamu menyukainya?"
Nakyung diam sejenak, tertawa kecil. "Memangnya kenapa jika aku menyukai Soobin? tidak boleh? gara-gara gadis itu juga menyukainya, begitu? hahah.. rebut saja semuanya dariku, Nad."
"Apa maksudmu mengatakan itu?"
"Kamu mau tau? untuk apa? ujung ujungnya pasti anak itu lagi yang selalu kamu bela, Taehyun. Lihat, kita tidak lagi dekat hanya karena aku memarahinya waktu itu"
"Hey, kamu yang harusnya introspeksi.. memang dari dulu kita tidak pernah dekat, kamu saja yang tiba-tiba bilang begitu.. apa kamu tidak sadar? gara-gara Nada lah aku dan kamu bisa seperti teman akrab"
"Sudahlah, tidak ada gunanya bertengkar denganmu.. hanya buang-buang tenaga saja"
"Dengar, Nakyung.. jika kamu melakukan sesuatu yang melebihi batas sebagai pasien dan dokter, maka aku akan-"
"Akan apa? biarkan saja gadis itu menangis karena Soobin lebih cenderung dekat denganku, agar dia tau betapa sakitnya mencintai tanpa dicintai balik"
"Cobalah memahami keadaan, Nakyung. Nada sudah banyak mengalah.. dalam hal ini setidaknya biarkan dia bahagia bersama Soobin"
"Kamu pikir aku akan peduli? maaf, sayangnya tidak"
"Kalau kamu tidak ingin melakukannya untuk Nada, maka lakukanlah hal ini untukku, Na"
...****************...
[ Udah mulai masuk ke akhir bulan, ya? lets say goodbye sama Nada, Taehyun, dkk ]
__ADS_1
mweheheh see you! 💗