![Juli [ Soobin ]](https://asset.asean.biz.id/juli---soobin--.webp)
..."Setiap yang hidup, pasti akan mati. Semua bergilir, dan semua punya nomor tersendiri. Kamu hanya perlu tenang sembari bersiap atas itu"...
.......
.......
...- Juli -...
...****************...
"Nenek?" Nada menyipitkan matanya, memandang sosok wanita lain yang berdiri di hadapannya.
Yoona ikut menoleh, ternyata yang dikatakan Nada benar adanya. Nenek kini tersenyum lembut menatap keduanya. Yoona dan Nada bangkit, lantas menghampirinya.
"Nenek ada di sini juga?" Nada tersenyum.
"Nenek memang seharusnya di sini, Nada.. kamulah yang harus kembali" Mendengar itu, Nada bergeming.
Yoona dan Nada bertukar pandang sejenak, lantas kembali menatap Nenek.
"Apa maksudmu, Nek?" Setelah diam beberapa saat, Nada kembali angkat suara.
"Kembalilah, Nada.. ada yang menunggumu di sana.. perjalananmu belum selesai, masih ada hal yang perlu kamu jalani lagi, Nak.." Nenek mendekati Nada, lantas memeluknya "Maaf, aku tidak bisa lagi menemani kamu" lanjutnya.
Seketika, hati Nada goyah. Dia tau apa maksud Nenek. Tempat ini, Nenek, Ibu, dia tau kini ada dimana. Tapi tempat apapun ini, rasanya Nada tidak ingin kembali. Nada ingin bersama Ibu dan Nenek, itu saja.
"Ayo, Nak.." Nenek lantas menggandeng tangan Nada, membawanya pergi. Tapi sebelum itu terjadi, Nada melepaskan paksa tangannya.
"Nada tidak ingin pergi dari sini, Nek.." Netranya mulai basah, "Nada ingin bersama Ibu"
Yoona terdiam, rupanya Nada hanya melepas rindu. Wanita itu lantas mengusap lembut kedua pundak Nada, tersenyum.
"Kalau belum waktunya, jangan terlalu terburu-buru, Nada.. Ibu takut ini bukanlah waktu yang tepat untukmu pulang.. kembalilah pada duniamu, Nenek dan Ibu akan selalu menunggumu di sini.. ya?"
Nada diam sejenak, lantas memeluk erat tubuh Yoona sembari menangis "Perintahmu adalah kewajibanku, Bu.. terima kasih sudah mau menemuiku, sampai jumpa di lain waktu"
Yoona memejamkan matanya, memeluk Nada balik "Sampai jumpa lagi, Nada"
...----------------...
Perlahan, netra indah yang lama tertutup itu mulai terbuka.
Cahaya lembut dari lampu kamar mulai terlihat. Sayup-sayup, bunyi alat pendeteksi degup jantung terdengar. Kira-kira, berapa lama Nada tertidur? ngomong-ngomong, ada selang oksigen yang melintang di wajahnya juga.
Tangan kanannya terasa hangat, tapi tangan kirinya tidak. Netranya beralih. Seketika, pandangannya terpaku.
Rupanya, Taehyun yang membuat tangannya jadi hangat sebelah. Kini, jemarinya tengah berada di genggaman Taehyun yang nampak tertidur di sisi bangsalnya.
Senyuman indah terlukis seketika.
Perlahan, Nada menarik tangannya dari genggaman Taehyun yang lemah. Tapi, baru saja terlepas, Taehyun langsung terbangun lantas membenarkan posisi duduknya.
Napas laki-laki itu tersenggal, sepertinya Taehyun sangat terkejut atas pergerakan Nada barusan, sampai-sampai dia tidak sadar Nada sudah siuman.
__ADS_1
Taehyun mengusap wajahnya, menutupinya beberapa saat.
Nada mengusap lembut lengan Taehyun, membuat laki-laki itu menoleh seketika.
"Nada? kamu sudah siuman?" tanyanya.
Gadis itu mengangguk pelan.
Taehyun tersenyum, mengusap kedua telapak tangan ke wajahnya.
"Maaf, aku tidak sengaja tertidur tadi" Taehyun tersenyum kecil.
"Tidak apa, kemari.. aku tau kamu pasti sangat lelah" Nada menepuk sisi bangsalnya, Taehyun tersenyum lantas melipat tangannya untuk dijadikan bantal.
"Oh iya, berapa lama aku tidur?" tanya Nada.
Mendengar itu, Taehyun menghela pelan "Tiga hari full" lantas menatap Nada.
"Wah?" Nada terkekeh mendengar jawaban Taehyun. "Lama juga ternyata" lanjutnya.
"Ya, kamu hampir membuatku frustasi, seolah aku akan kehilangan kamu selamanya.. tolong jangan begini lagi," jawab Taehyun.
"Kamu tau, semua orang pasti akan pulang.. entah kamu atau aku duluan, kita harus siap" jawaban Nada kali ini membuat hati Taehyun mencelos. Dia jadi berharap bisa pulang bersamaan dengan Nada nanti.
"Kita akan pulang sama-sama, Nad" Taehyun memejamkan matanya, tidak ingin memperlihatkan kesedihannya di hadapan Nada.
"Kamu ingin pulang cepat? kamu bahkan belum menikah" ejek Nada sembari terkekeh pelan.
"Aku tidak suka bercandamu kali ini, Nada" ucap Taehyun dengan Nada datar namun terdengar sangat serius.
...----------------...
Malam ini, Soobin tidak bisa tidur. Hatinya sangat gelisah sejak dua hari lalu. Pikirannya tak lepas dari Nada. Apa yang terjadi pada gadis itu? sedang apa? apa dia baik? Soobin sangat ingin tahu.
Kemarin, rencananya gagal karena tiba-tiba saja ada keperluan mendadak. Sejujurnya, Soobin sangat kecewa atas ini. Tapi apa daya? rencana itu jadi diundur lusa.
Kedua netranya terpaku pada jendela kamar yang langsung menampilkan pemandangan indah kota malam hari.
Gemerlap lampu ini, Nada pasti menyukainya. Gadis itu pernah bilang bahwasanya dia ingin merasakan tinggal di tengah kota, tidur di gedung tinggi seperti apartemen.
Dan malam ini, Soobin merasakannya tanpa mengajak Nada.
*gambaran kamar Soobin kek gini ya pren~
Hari-hari yang telah berlalu terasa sangat sepi, walaupun sebenarnya tidak. Banyak teman-teman Soobin yang datang menjenguknya-padahal Soobin sudah sembuh, sambil membawa ini dan itu. Tapi, entah kenapa Soobin masih merasa kesepian.
Oh iya, Soobin juga tengah menjalani susulan pelajaran, dia harus les privat untuk mengejar materi sekolah yang sudah lewat. Ini sangat melelahkan. Sungguh.
Kalau saja Nada tau gadis itu pasti akan menyemangati Soobin dengan suara indah dan menggemaskan khas Nada.
Sial, Soobin sangat merindukan Nada.
Nenek juga, Soobin sangat rindu. Apa beliau baik? apa beliau merindukan suapan dari Soobin? ah, lusa nanti dia akan cerita banyak pada kedua wanita itu.
__ADS_1
Soobin tersenyum kecil, dia baru saja mendapat ide. Dia akan membeli hadiah untuk Nada besok dan sesegera mungkin Soobin akan memberikannya pada Nada.
...----------------...
Gadis itu langsung bergeming ketika tubuhnya berada di ambang pintu kamar Nenek. Dokter Lee yang masih berada di sana cukup terkejut akibat kedatangan Nada yang tiba-tiba.
Taehyun menyusul Nada dari belakang. Setelah dia memberi kabar duka tentang Nenek, Nada langsung berlari menuju kemari tanpa bicara panjang.
Nada memajukan langkahnya dengan hati gemetar. Air matanya jatuh begitu saja menghantam ubin kamar. Nenek telah memejamkan mata untuk selamanya, dia tidak akan pernah melihat wajah Nenek lagi setelah ini.
Jemarinya bergerak, mengusap lembut kepala Nenek dengan bergetar.
"Nenek..." suara lirih Nada berhasil membuat hati Taehyun berantakan. Dia tidak akan tahan melihat ini semua.
"Nenek pergi tanpa mengucapkan perpisahan padaku? kenapa?" Nada bicara sembari menahan tangis.
"Nenek, sudah aku bilang aku tidak bisa menahan ini sendirian, kenapa Nenek melakukan ini padaku, Nek? apa Nenek sudah tidak menyayangi Nada lagi?"
"Sekarang, Nada sudah tidak punya siapa-siapa lagi Nek.. ternyata, mimpi buruk itu benar-benar terjadi padaku" tubuh Nada mulai jatuh begitu saja.
Taehyun yang melihat ini langsung mendekati Nada, berusaha untuk membuatnya tetap tenang.
"Kuatlah Nad, jangan menangis" ucap Taehyun lembut.
"Aku tidak tau lagi harus berbuat apa, Taehyun.. hatiku terasa sangat sakit, tolong, tolong katakan padaku, ini semua hanya mimpi, Taehyun.." Nada menggeleng, air matanya kini telah membasahi seluruh pipinya. Hatinya terasa sangat sakit, dadanya bahkan terasa sesak. Nada tidak mampu untuk berdiri untuk melihat wajah Nenek lagi.
"Nada, apa kamu tidak menyayangi Nenek? beliau sudah bahagia di sana, Nad.." Taehyun merangkup pipi Nada, menatapnya dengan penuh kasih sayang "Bangunlah, Nad.. Nenek harus segera dikebumikan" titah Taehyun kemudian.
"Taehyun benar, Nada.." Dokter Lee menyahut.
"APA YANG KALIAN KATAKAN BARUSAN?!" Nada terdengar sangat marah dia menghempaskan tangan Taehyun dengan kasar. Nada terlihat sangat berantakan. Taehyun sempat mundur beberapa langkah dari Nada.
"Nenek hanya tidur sebentar, dia pasti akan bangun lagi! kenapa kalian tidak mengerti juga?!" lanjutnya.
Hati Dokter Lee mencelos. Taehyun hanya terdiam mendengar Nada menangis.
Dokter Lee menyentuh pundak Taehyun, lantas mulai mendekati Nada "Nada, aku tau kamu pasti sangat terpukul, tapi jangan begini Nad.. Rabb-mu akan sangat marah nanti" ucap Yunho dengan penuh kelembutan.
"Ikhlaskan Nenek pergi dengan tenang ya? jika nenek tau kamu begini, beliau pasti akan sangat sedih.." Pria itu merengkuh tubuh Nada, memeluknya dengan erat. Membiarkan Nada menangis sepuasnya di pelukan hangat Yunho.
"Ayo, Nak.. kita antar Nenek pulang ke rumah.." Yunho melepaskan Nada yang mulai berhenti menangis. Wajah gadis itu nampak sangat kacau.
Nada berdiri, dibantu oleh Yunho.
Gadis itu terus saja mengalihkan pandangannya dari wajah Nenek. Deru napasnya masih tidak beraturan. Nada masih takut, Nada belum siap.
"Aku tidak akan ikut, Dokter Lee" Nada melepaskan tangan Yunho dari pundaknya, lantas pergi begitu saja dari kamar Nenek.
Taehyun hendak mengejar Nada, tapi Dokter Lee menghentikannya, "Biarkan dia sendiri dulu, Taehyun"
Dengan berat hati, Taehyun mengangguk "Baiklah, Ayah"
...****************...
__ADS_1
[ Me to Nada : "Surprise~" ]