![Juli [ Soobin ]](https://asset.asean.biz.id/juli---soobin--.webp)
..."So are you happy now?"...
.......
.......
...- Juli -...
...****************...
Tiga jam berlalu, Nada belum juga siuman. Taehyun masih di sana, duduk di bangku dekat bangsal menunggu perempuan ini bangun.
Ini sudah larut, tapi Taehyun tidak mengantuk.
"Taehyun, istirahatlah.. biar Ayah yang menjaganya" Dokter Lee yang baru saja masuk itu tersenyum, menatap putranya.
Taehyun bergeming.
Ayah benar, besok dia juga harus kembali mengurusi pasien padahal hatinya tidak mau pergi satu langkah dari bangsal Nada.
"Ayah aku tidak bisa tidur," jawab Taehyun tanpa menoleh. Tatapannya masih terpaku pada sosok Nada yang terlelap.
Dokter Lee menghampiri Taehyun, lantas mengusap lembut pundak laki-laki itu "Tidurlah sebentar, nanti aku akan langsung membangunkanmu jika Nada bangun"
Taehyun menghela, dia melirik jam dinding. Pukul 01.15. Dia menghela napas, lantas mengangguk "Baiklah Ayah," ucapnya.
Taehyun bangkit menuju sofa, lantas menjatuhkan tubuhnya di sana dengan posisi duduk bersandar. Laki-laki itu menghela, lantas mulai memaksakan matanya untuk istirahat.
Pukul 02.59
"Taehyun.. Taehyun, bangunlah" Yunho menepuk lembut pipi Taehyun yang terlelap.
Taehyun langsung membuka kedua matanya, lantas membenarkan posisi duduk. Apa Nada sudah siuman?
"Ya, Ayah?" lirihnya.
"Ayah ingin meminta bantuan darimu, Taehyun.." Yunho kembali berdiri dengan tegap di hadapan Taehyun.
"Bantuan apa?"
...----------------...
Dada Taehyun terasa sangat sesak.
Pikirannya terus saja menuju pada Nada. Entah apa yang harus ia katakan pada anak itu setelah dia siuman nanti. Hatinya tidak akan kuat.
Nenek, dia sudah tiada.
Lima menit yang lalu, keadaannya sangat kritis. Taehyun dan Dokter Lee sudah berusaha dengan cara apapun untuk menyelamatkan nyawa Nenek, tapi takdir bilang wanita ini harus pergi.
Dan beberapa detik yang lalu, mesin pendeteksi detak jantung itu berbunyi. Sebuah nyanyian kematian yang bersanding dengan garis lurus perpisahan nampak sana.
Air matanya jatuh. Tak sempat Taehyun mengucapkan banyak terimakasih pada beliau. Tangan keriput yang masih ia genggam, perlahan berubah menjadi dingin.
Mata terpejam itu, kini enggan terbuka lagi.
"Nenek, jangan khawatir.. aku yang akan menjaga Nada.. aku yang akan membuatnya terus hidup, aku janji, nek.. aku janji.." ucap Taehyun sembari menjatuhkan kepalanya, mengecup lembut punggung Nenek.
"Hanya saja, aku tidak tau harus berbuat apa saat Nada tau tentang ini, Nek.." lirihnya.
Dokter Lee juga masih di sana. Dia masih tidak menyangka atas apa yang baru saja terjadi.
Melihat tubuh kaku wanita ini, membuat hatinya mencelos. Teringat betapa Nada menyayanginya, hingga rela menghabiskan banyak waktu untuk merawat beliau.
Namun, takdir tidak mengizinkan keduanya berpisah dengan perpisahan terakhir.
"*DOKTER LEE!! DOKTER LEE!! TOLONG AKU!" Nada, dengan berlari kocar-kacir memasuki ruangan Yunho*.
__ADS_1
"*Ada apa, Nada??" tanyanya*.
"*Dokter Lee, tolong selamatkan Nenek.. dia nampak sangat menghawatirkan.. tolong, Dokter Lee.. biayanya akan aku tangani.. aku mohon, aku mohon" raut wajah gadis itu nampak sangat panik*.
*Mendengar itu, Yunho bergegas keluar "Ayo*"
"Nada, nenek sudah baik-baik saja, namun pita suaranya terganggu akibat benturan yang terlalu keras pada kepalanya, hingga beliau harus kehilangan suaranya, Nad.." tutur Yunho setelah selesai menangani Nenek.
"Apa?" Nada memundurkan langkahnya, tidak menyangka akan terjadi hal separah ini pada Nenek.
Hatinya terasa perih. Matanya juga mulai nampak berair. Apa yang baru saja dia lakukan? harusnya pukulan Ayah mengenai Nada, bukan Nenek.. kenapa Nenek yang harus kehilangan suaranya sekarang?
"Maafkan aku nek, maafkan aku.." Nada mulai menangis sembari menciumi punggung tangan Nenek yang masih terlelap "Nada salah Nek.. maaf.. gara-gara Nada, Nenek jadi seperti ini.." lirihnya.
"Nada janji, setelah ini, tidak akan ada lagi yang bisa menyakitimu, Nek.. Nada janji"
Beberapa detik kemudian, seorang perawat datang dengan tergesa-gesa masuk ke dalam ruangan almarhumah Nenek.
Taehyun dan Dokter Lee menoleh bersamaan.
"Dokter Lee, kondisi Suhaa turun drastis.."
...----------------...
"D-dimana ini?" alisnya mengerut, bingung.
Kini, tubuhnya tidak lagi berada di kamar pasien rumah sakit. Sekarang, dia berada di tempat lain, tempat asing yang indah.
Hamparan luas hijau berumput pendek yang tidak menyakitkan ini, bunga-bunga daisy yang juga nampak di sekitar, pohon-pohon apel yang rindang berbuah, juga mentari yang terasa hangat tidak menyengat, membuat kedua netra Nada terpaku.
Ini sangat indah.
"Eh?" netranya beralih.
Kini, Nada tidak lagi memakai pakaian pasien. Dia memakai gaun putih yang nampak sangat cantik. Rambut panjangnya tergerai tanpa ikatan.
Senyumnya mengembang.
Nada berlari kecil menghampiri pepohonan itu, memetik beberapa bunga daisy, merangkainya hingga menjadi mahkota, lantas memakainya sendiri. Ah, ini menyenangkan sekali.
__ADS_1
Gadis itu kembali berlari kecil. Netranya terpaku pada sebuah ayunan yang berada tepat di atas danau biru yang nampak sangat cantik dan bersih.
Airnya bergerak tenang dan jernih. Ikan-ikan kecil disana bisa langsung terlihat dengan mata telanjang.
Dia menarik tali yang terhubung dengan ayunan itu, lantas mulai menaikinya.
Beberapa menit berlalu, Nada turun.
"Nada?" Nada menoleh, bergeming.
Sosok wanita dengan pakaian berwarna putih itu kini sudah berada di belakangnya. Wajahnya nampak berseri, cantik. Tidak berubah seperti dua tahun lalu, bahkan sekarang nampak lebih cantik.
Ibu.
Air mata Nada jatuh begitu saja.
"Nada, itukah kamu?" suara lembut itu kembali terdengar.
"Ibu.." ucapnya dengan gemetar.
Begitu mendengar jawaban Nada, wanita itu langsung menitikkan air matanya. Yoona mengangguk lembut, lantas merentangkan kedua tangannya pada Nada.
Tanpa menunggu apapun, Nada berlari menghampiri wanita itu sembari menangis. Dipeluknya tubuh itu dengan erat, seolah tidak ingin kehilangan untuk kedua kalinya.
Nada menangis sejadi-jadinya di pelukan sang Ibu.
"Ibu aku sangat merindukanmu.. jangan pergi lagi, Bu.." Nada bicara sembari terisak.
Jemari lembut Yoona bergerak mengusap rambut Nada. Dia juga merindukan malaikat kecilnya. Penantian lama ini, akhirnya datang juga.
"Ibu juga sangat merindukanmu, Nada.." Yoona tersenyum lembut, "Akhirnya kita bisa kembali bertemu, sayang" lanjutnya.
...\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*...
\[ TBC \]

__ADS_1
