Juli [ Soobin ]

Juli [ Soobin ]
[ Episode 39 ] of Juli.


__ADS_3


...- The Truth Untold -...


.......


.......


Kedua netra Yeonjun terpaku pada lembaran yangbaru saja ia temukan di bawah bangsal adiknya.


Kalimat demi kalimat yang ia baca, lama-lama makin berhasil membuat hatinya remuk. Ditambah lagi, nama lengkap Nada juga ikut serta di dalamnya.


Jung Nada,


-divonis mengidap kanker darah.


Deru napas laki-laki itu semakin terasa sesak. Cairan bening jatuh begitu saja dari kedua netra sipit Yeonjun. Tangannya mulai bergetar.


Dengan langkah tergesa, Yeonjun meninggalkan ruangan Nada.


Beberapa kali Yeonjun mengusap kasar pipinya hingga kembali mengering, namun air matanya seolah tak mau berhenti mengalir.


Ditengah perjalanan, Taehyun nampak di hadapannya.


Yeonjun berhenti tepat di hadapan Taehyun, menatapnya dengan tatapan yang sulit dimengerti. Yang jelas, Yeonjun nampak sangat serius.


"Dimana Nada?" ucap Yeonjun.


"Ada apa, Kak? kenapa Kakak nampak sangat tergesa-gesa?" Taehyun tetap bersikap tenang, menjawab Yeonjun dengan nada ramah.


"Aku hanya ingin tahu dimana gadis itu sekarang, katakan jika memang kamu tahu"

__ADS_1


Taehyun diam sejenak, sepertinya ada yang tidak beres dengan Kak Yeonjun.


"Dia ada di taman belakang, Kak"


"Baik terimakasih. Lain kali aku ingin bicara denganmu, Taehyun" setelah jawaban itu keluar dari mulut Yeonjun, ia lantas pergi begitu saja meninggalkan Taehyun.


...***...


"Nada!!" Yeonjun berteriak diantara lenggangnya area taman. "Nada dimana kamu?!!"


Seseorang lantas berlari mendekat, rupanya gadis itu memang tengah berada di sana.


"Kak Yeonjun? kenapa berteriak begitu? ada apa? apa ada sesuatu?" Nada berdiri tepat di hadapan Yeonjun. Gadis itu nampak panik dan khawatir.


Ketika kedua netra Yeonjun bertemu dengan kedua netra Nada, dadanya kembali terasa sesak.


Lihatlah si pembohong ini, bisa-bisanya bertingkah seolah tidak ada apapun yang terjadi meskipun Yeonjun tau Nada pasti merasa sangat kesakitan.


"Kak?" Nada semakin dibuat tidak paham dengan sikap Yeonjun. Gadis itu mengusap kedua lengan atas Yeonjun dengan lembut.


"Kakak?!" tubuh Yeonjun seolah kehilangan kekuatan. Dia jatuh begitu saja di atas hamparan rumput hijau sembari menundukkan kepala "Ada apa Kak? ayo katakan!"


Nada ikut duduk dihadapan Yeonjun, merangkup pipi laki-laki itu sembari mengusap air matanya. Hatinya begitu perih ketika melihat Yeonjun seperti ini. Keduanya menangis.


"Bagaimana bisa kamu menyembunyikan hal sebesar ini pada kakakmu sendiri, huh?" Yeonjun menatap Nada dengan nanar. Suaranya juga terdengar bergetar. "Kanapa kamu selalu memendam semuanya sendirian, Nada?"


"Apa maksudmu kak?" Nada mengerutkan alisnya.


"Kanker darah, Nada.. Kanker, kamu tau itu apa kan?" kali ini Nada hanya terdiam. Dia menundukkan pandangannya. "Kamu tau itu bukanlah penyakit yang biasa, kan?" lanjut Yeonjun.


Nada menjatuhkan tangannya perlahan. Jujur, dia benci situasi ini. Dia benci orang lain tahu.

__ADS_1


"Kenapa? kenapa kamu diam?"


"Bagaimana bisa kakak tahu tentang ini?" lirih Nada.


"Kamu tau Nad, tidak semua rahasia tersimpan rapat dalam waktu lama. Saat orang lain harus mengetahui kebenarannya, rahasia itu perlahan akan terbongkar dengan sendirinya"


"Aku tau, pagi tadi kamu nampak terburu untuk menyimpan sesuatu. Rupanya benda itu jatuh begitu saja di lantai, dan tidak ada seorangpun sebelum aku yang menyadarinya"


Nada terdiam.


"Lagi-lagi, Tuhan membuktikan bahwa kepetusan-Nya memang tidak akan bisa diganggu gugat, Nada" Yeonjun menatap gadis itu lamat-lamat.


Beberapa lebam di wajah cantik itu nampak jelas ketika dilihat di luar ruangan.


Tangan laki-laki itu bergerak mengusap lembut pipi Nada yang basah. "Rasanya, pasti sangat sakit ya, Nad?"


Nada semakin terisak. Semakin hari, tubuhnya semakin terasa lemah. Napasnya sering kali terasa sulit, lambungnya juga sering merasa tidak nyaman.


"Katakan, pasti rasanya sakit kan?"


Nada terdiam sejenak, lantas mengangguk pelan.


Yeonjun semakin sakit dibuatnya. Ia memangkas jarak dengan Nada, memeluk gadis itu penuh kehangatan. Nada menangis di pundak Yeonjun.


"Tidak apa, menangislah Nada.. menangis tidak akan membuatmu terlihat lemah, sayang" diusapnya dengan lembut pucuk kepala Nada.


"Nada lelah, Kak.. ingin istirahat.."


...****************...


[ adgsnshv berdebu sekalii lapak inii ]

__ADS_1


nomu mianhae, yorobun 😫


__ADS_2