![Juli [ Soobin ]](https://asset.asean.biz.id/juli---soobin--.webp)
...Do you remember that lonely alleyway?...
...I still remember now...
...The anxious days when i couldn’t tell you I loved you,...
...Did you know about that?...
.......
.......
...[ IU - My Old Story ]...
...----------------...
Jam makan malam tiba. Taehyun dan Nada kini tengah makan malam berdua di kamar Nada. Soobin tidak ada, dia pergi bersama Dokter Na untuk pengecekan akhir.
Rasanya, waktu begitu cepat berlalu. Kini laki-laki itu sudah mulai pulih dari keterpurukan. Sudah hampir satu bulan Nada mengenal Soobin, dari mulai percobaan bunuh diri itu, hingga sampai saat ini.
Taehyun juga, sudah tiga tahun Nada mengenal laki-laki ini. Berbagai macam suka dan duka telah mereka lewati bersama. Taehyun juga makin dewasa.
Juga, semakin tampan.
Waktu makan malam berlangsung tidak biasa. Taehyun yang biasanya banyak bicara, bercerita ini itu, kini hanya diam. Seperti, tengah memikirkan sesuatu.
"Taehyun?" Nada menatap wajah laki-laki itu dengan tatapan lembut.
Taehyun menoleh, "Hmm?"
"Bagaimana hari ini? aku tidak sabar mendengarkan cerita darimu," Gadis itu tersenyum kecil.
Taehyun menghela napas, menatap lantai. Sepertinya ada sesuatu yang mengganggu hatinya.
"Ada apa?" Nada tidak mengalihkan pandangannya dari Taehyun. Laki-laki ini, jika sedang banyak pikiran pasti jadi sangat pendiam.
"Nad, aku masih memikirkan pasien terakhirku.." Taehyun masih menatap kebawah, pikirannya benar-benar sedang risau.
"Apa yang terjadi padanya?"
"Dia masih muda, kurasa dia seumuran denganmu.. dia perempuan, Nad.. korban tabrak lari" Taehyun mengangkat pandangannya, menatap wajah teduh Nada.
"Lalu?"
"Dia meninggal" Taehyun kembali menundukkan pandangan. Ini bukan yang pertama, tapi Taehyun selalu bersikap begini ketika pasiennya meninggal dunia.
"Hey, kamu sudah berjuang dengan baik, Taehyun" Nada memangkas jarak, menyentuh lembut pundak Taehyun, tersenyum.
Aroma zahrat hawaii khas Nada tercium, membuat Taehyun sedikit tenang. Aroma ini, gadis ini, selalu berhasil membuatnya nyaman.
__ADS_1
"Aku gagal, Nad.. aku membuat keluarganya menangis"
"Taehyun.. masalah hidup dan mati, hanya Allah yang berhak menentukan, bukan kamu.. sekeras apapun kamu berusaha menyelamatkan nyawa seseorang, jika sudah waktunya dia pulang, kamu tidak akan bisa menghalanginya.." Nada tersenyum lembut "Kamu sudah berusaha menyelamatkan nyawanya, tapi cinta Tuhannya mungkin lebih besar hingga harus membawanya pergi meninggalkan dunia"
Taehyun mengangkat pandangannya, menatap Nada.
"Pangeranku sangat peduli dengan pasiennya, dia baik sekali Ya Robb" Senyuman Nada mengembang. Tangannya mengusap lembut pundak Taehyun.
Taehyun? dia tersenyum. Jika gadis ini sudah memanggilnya begitu, mana mungkin Taehyun tidak senang.
"Makan, tidak usah senyum senyum begitu" Nada terkekeh pelan "Jangan sedih lagi, Taehyun.. kalau kamu sedih, aku juga ikut sedih"
Laki-laki itu mengangguk pelan, kembali makan. Selang beberapa menit, Nada meraih sebotol air mineral. Gadis itu nampak sedikit kesulitan dalam membuka tutupnya. Memang, tadi Taehyun juga harus mengeluarkan tenaganya untuk membuka tutup itu.
"Berikan itu," Tangan Taehyun terulur.
Nada menoleh, "Apa?"
"Botol itu, Nada.. sini biar aku bantu buka"
"Tidak, aku bisa, Taehyun" Nada kembali sibuk memutar tutup itu ke kanan lalu ke kiri "Aku ini kuat, hebat" ucapnya kemudian.
Taehyun menahan tawa. Gadis ini..
"Berikan, tanganmu sudah merah begitu" Taehyun tersenyum tipis menatap Nada yang masih sibuk dengan botol minuman.
"Tidak, kamu pikir karena aku adalah seorang perempuan aku tidak bisa membuka tutup ini di hadapanmu, Taehyun? haha, tidak.. aku bisa" Nada yang keras kepala ini sangat menggemaskan bagi Taehyun.
"Baiklah.. aku tidak akan memaksamu lagi" Taehyun tersenyum, dia memperhatikan Nada.
Beberapa menit berlalu, Nada masih tidak mau menyerah. Dia masih memutar kesana kemari botol itu. Hingga, dia menghela napas panjang, dan-
"Taehyun.." Nah, akhirnya.
"Hmm?" Taehyun menenggak minumannya, menatap Nada.
"Tolong, ini.." Nada mengulum bibir, menatap kearah lain sembari menyodorkan botol minuman yang dari tadi dipegangnya.
"Tolong apa, Nada?" Taehyun terkekeh pelan.
"Ini! bukakan!" Nada mendengus, dasar Taehyun, bisa-bisanya dia pura-pura tidak paham.
Taehyun terkekeh, lantas mengambil botol minuman yang diserahkan oleh Nada "Sini, sini, sini"
CKLAK
Botol itu terbuka.
"Ini, Nadaa" Taehyun tersenyum, menyodorkan kembali botol yang terbuka itu.
"Makasih" Nada langsung menerimanya dengan perasaan malu. Hal ini membuat perut Taehyun geli ingin tertawa oleh keras kepala Nada.
__ADS_1
...----------------...
Keesokan harinya, Nada dibuat panik oleh suster yang datang menemuinya pagi buta. Gadis itu berlari menuju kamar Nenek, disusul Taehyun di belakangnya.
"Dokter Kang, Nenek Nada butuh pertolongan"
Dada gadis itu berdegup kencang, kakinya langsung gemetar. Ketika sampai, Nenek nampak sangat lemah. Bibirnya pucat pasi, napasnya terengah-engah.
"NENEK?!" Nada merengkuh tangan wanita tua itu, menggenggam nya erat-erat "Apa yang terjadi pada nenek?" Suara gadis itu terdengar lirih di telinga Taehyun.
Laki-laki itu bergegas melakukan pengecekan, dia sibuk dengan alat medis dan suster.
"Nada, tolong mundur dulu, aku akan menangani nenek" Nada mengangguk, mundur menyilahkan Taehyun menggantikan posisinya.
Alat oksigen dipasangkan di wajah nenek. Beberapa menit kemudian, nenek mulai bernapas dengan normal kembali. Gadis itu berjongkok, menutupi wajahnya.
Taehyun menghela napas, dia berhasil bergerak cepat. Laki-laki itu menoleh kearah Nada, menghampirinya, lantas mengusap lembut rambut Nada.
"Nenek baik-baik saja, Nad.. jangan menangis" Ucapnya dengan lembut.
Tangan Taehyun merangkup pipi Nada, mengusap lembut air mata yang membasahi pipinya "Sudah ya, jangan menangis"
Nada bangkit dibantu Taehyun, lantas mengangguk. Laki-laki itu merangkul Nada, membawanya mendekat pada bangsal Nenek.
"Nenek, aku- Nada? Dokter Kang? apa yang- nenek?!" Soobin yang baru saja masuk itu nampak panik. Dia menggenggam tangan nenek yang bebas infusan.
"Apa yang terjadi, Nad?"
Nada tidak menjawab, gadis itu masih memandang wajah nenek dengan sesekali menitikkan air mata lantas buru-buru menghapusnya.
"Pagi tadi nenek tiba-tiba sesak napas, Soobin.. tapi, Alhamdulillah nya sekarang sudah mulai kembali membaik" Taehyun menjawab pertanyaan Soobin.
Laki-laki itu menoleh, lantas kembali menatap nenek "Ya Allah, nek.."
...----------------...
Taehyun menghela pelan. Nada mogok makan, dia banyak melamun sejak meninggalkan kamar nenek. Taehyun tau, anak ini sangat khawatir akan kesehatan nenek.
"Nad, makan dulu, sedikit saja" Titah Taehyun lembut.
"Aku tidak lapar, Taehyun.." Jawab Nada tanpa menoleh. Dia bicara dengan nada datar, pandangannya tertuju pada makanan diatas meja.
"Kamu bukan tidak lapar, Nad.. kamu hanya tidak memperhatikan lambungmu.. makan, ya.. satu suap saja"
Nada bergeming.
"Nada.." Taehyun kembali bicara "Jangan sampai membuat nenek sedih karena kamu tidak mau makan hanya karena memikirkan beliau, ayo makan"
"Aku hanya takut nenek akan pergi meninggalkanku, Taehyun.. aku tidak siap, aku tidak akan siap menerima itu.."
...****************...
__ADS_1
[ TaeNad menang banyak buat eps kali ini ☺]
Makasii readers 💕