![Juli [ Soobin ]](https://asset.asean.biz.id/juli---soobin--.webp)
..."Terkadang, teman dekat bisa menjadi orang asing. Secara perlahan dan menyakitkan"...
...~ TL - About Friend ~...
...****************...
...- Still in flashback mode -...
"Taehyun?" Nakyung menatap Nada dan Taehyun secara bergantian. Cukup terkejut ketika tau ternyata Taehyun mengenali gadis disampingnya "Kalian saling mengenal?"
"Y-ya, Na.. aku bertemu denganya tiga hari lalu" Ucap Taehyun. Nada menoleh pada Nakyung.
"Benarkah? wah dunia ini sangat sempit rupanya" Jawab Nakyung dengan tawa kecil.
"Kamu ingat aku, kan?" Taehyun menoleh kearah Nada.
Gadis itu mengangguk, tersenyum kecil "Iya, aku ingat"
"Baguslah, ngomong ngomong, bagaimana bisa kalian bertemu?" Taehyun tersenyum kearah dua gadis dihadapannya.
"Eum, aku tadi bertemu denganya saat jalan pulang, dia sedang-"
"Aku juga dalam perjalanan pulang, kami tidak sengaja bertemu, Taehyun" Sela Nada.
Nakyung menoleh, begitu juga Nada yang ikut menoleh kearahnya. Seolah matanya berkata, Nada tidak ingin Taehyun tau apa yang baru saja terjadi.
"Y-ya, dia benar, baru saja kami ingin pulang" Nakyung tersenyum, begitu juga dengan Nada.
"Oh begitu," Taehyun mengangguk pelan.
"Rupanya kamu disini, Nad" Tiba-tiba saja laki-laki lain menyahut dari arah belakang Taehyun. Ketiganya menoleh, menatap sosok laki-laki tadi.
Dari penampilannya, dia seperti anak nakal. Dengan pakaian serba hitam juga kalung yang menggantung di lehernya, menambah aura seram di wajahnya.
"Siapa kamu?" Tanya Nakyung tegas seolah takut dia adalah orang yang akan berbuat buruk pada Nada.
"D-dia kakak laki-laki ku, Kak.." Nada menoleh, tersenyum pada Nakyung.
"Oh?" Nakyung terkejut menatap Nada, lantas kembali manatap laki-laki yang rupanya kakak Nada "M-maafkan saya, kak"
"Tidak apa" Yeonjun menatap Nakyung datar "Nada, kita pulang sekarang. Ibu sudah menunggumu" Ucapnya kemudian.
Nada mengangguk, "Aku pamit ya, terimakasih banyak" gadis itu tersenyum pada Nakyung dan Taehyun, lalu mengikuti Yeonjun dari belakang.
Hening.
"Aku masuk dulu, Hati-hati dijalan Na" Taehyun tersenyum kecil.
"Terimakasih, segeralah pulang Hyun, ini sudah mulai larut" Jawab Nakyung.
"Nee" Taehyun mengangguk, lantas mulai meninggalkan Nakyung.
Sepeninggal Taehyun, Nakyung menghela napas panjang. He is so adorable. Nakyung sangat menyukai Taehyun sejak awal masa kuliah.
Tiap kali melihat Taehyun tersenyum padanya, hati Nakyung selalu berdebar. Seandainya saja dia bisa mengungkapkan perasaannya pada Taehyun, pasti menyenangkan. Tapi, Nakyung juga takut laki-laki itu akan menjauhinya.
__ADS_1
Ah, lupakan saja. Nakyung harus segera pulang.
...----------------...
Hari demi hari berlalu, Nakyung semakin dekat dengan Nada. Setiap kali ia pulang dari perpustakaan, Nakyung mampir ke sebuah restoran kecil tempat Nada bekerja.
Nakyung kini sudah terlihat seperti kakak perempuan Nada. Begitu juga hubungan antara Taehyun dan Nakyung, mereka menjadi lebih akrab. Nakyung sangat menyukai ini.
Malam ini, mereka memutuskan untuk jalan jalan bersama. Mengunjungi sebuah festival musiman di kota.
"Taehyun, tolong fotokan kami!" Nakyung tersenyum lebar, memeluk Nada.
"Baiklah, ayo berpose!" Ucap Taehyun semangat.
"1.. 2.. 3.."
Foto berhasil diambil dengan hasil yang sangat indah. Taehyun tersenyum melihat Nada-yang memakai baju kotak kotak, tersenyum manis bersama dengan Nakyung.
Gadis itu sangat lucu.
"Coba kulihat" Nakyung mendekati Taehyun, mengambil alih ponsel yang digunakan untuk mengambil foto tadi.
Nakyung bergeming. Foto ini dalam keadaan wajah Nada yang diperbesar, sedangkan wajah Nakyung terpotong dan hanya terlihat sedikit saja.
Taehyun, apa dia tersenyum karena hanya melihat wajah Nada? ah tidak, tidak.
Mungkin saja tadi layar handphone ini tergores jemari Nakyung dan tidak sengaja membuat fotonya dalam keadaan seperti ini.
"Ah~ bagus! bagaimana jika kita cetak saja foto ini menjadi polaroid? bukankah itu bagus?" Usul Nakyung.
"Kalau begitu, ayo!" Ucap Taehyun dengan senyuman yang mengembang. Dia berjalan, lantas menggenggam pergelangan tangan Nada.
Nakyung cukup terkejut melihat sikap laki-laki itu barusan.
Nada tersenyum menatap Taehyun, begitu pula dengan Taehyun yang juga tengah menatapnya dengan senyuman. Melihat ini, Nakyung jadi agak cemburu pada Nada.
Kenapa Taehyun melakukan ini? Nada bisa berjalan sendiri, kan? kenapa harus Taehyun pegang begitu? dan- kenapa Taehyun tidak pernah memperlakukan Nakyung seperti itu selama ini?
"Aku tau dimana tempat cetak yang bagus sekitar sini, biar kuantar" Taehyun menoleh, lantas berbalik membawa Nada pergi dengan tangan yang masih Taehyun genggam.
Melihat ini, hati Nakyung terasa agak perih sebetulnya.
"Astaga.. apa yang kamu pikirkan? Nada itu teman dekat mu, dan Taehyun.. lagi pula tidak ada salahnya kan, jika Taehyun dekat dengan Nada juga?" Ucap Nakyung pelan, menatap kedua sepasang insan yang mulai berjalan pergi dari hadapannya.
...- END OF FLASHBACK -...
"Sejak saat itu, semuanya berubah Soobin. Taehyun akan bersikap akrab denganku hanya pada saat Nada ada bersamaku. Jika Nada tidak ada, Taehyun bersikap seolah aku dan dirinya bukanlah seorang teman dekat"
"Aku mencintai Taehyun, sudah kukatakan itu pada Nada. Dia nampak terkejut pada awalnya.. dia bilang, dia akan menjauhi Taehyun. Tapi nyatanya tidak begitu.. ya, Nada memang sempat jauh dari Taehyun, tapi coba kamu lihat apa yang terjadi sekarang? mereka sudah seperti sepasang kekasih, kan?" Nakyung melakukan smirk, tertawa kecil.
Perempuan ini nampak penuh dengan rasa cemburu. Soobin hanya memperhatikan Nakyung dengan wajah datar.
"Sudahlah, aku tidak ingin mengingatnya lagi" Ucap Nakyung kemudian "Sudah sore, sebaiknya kita kembali ke kamar, yuk"
Soobin tersenyum kecil, mengangguk.
__ADS_1
...----------------...
Malam ini hujan turun membasahi bumi. Hawa dingin menyelimuti seluruh ruangan Nada. Tapi, gadis itu sama sekali tidak merasakan kedinginan.
Ditatapnya bulir bulir air yang menempel pada kaca jendela itu. Lewat bangsalnya, Nada termenung. Mengingat masa masa yang telah ia lewati bersama hujan.
Buu, apa kabar? pasti ibu sudah merasa bahagia disana ya? sampai sampai Ibu sudah tidak lagi mengunjungi Nada lewat mimpi..
Hujan ini, meskipun berbeda, tapi rasanya masih sama seperti saat kita berpisah dulu.. Dinginya masih sama, yang beda hanyalah tentang kehadiranmu..
Sepi rasanya tanpamu,
Semoga Ibu tidak bosan mendengar kalimat tadi, karena memang kenyataannya selalu begitu Bu.. maaf jika aku membuatmu sedih..
Semoga Allah menempatkanmu di sisi-Nya.. Nanti kita bertemu lagi, ya Bu..
Tanpa aba aba, air mata Nada jatuh bebas. Cepat cepat Nada menghapus air itu sebelum ada yang masuk kedalam kamarnya. Taehyun, dia sedang keluar membeli sesuatu. Napasnya sudah kembali normal, namun tubuhnya terasa sangat lemas akibat tidak mampu menelan makanan.
Setelah napas yang berat itu, Nada harus menahan rasa sakit badan dan mual di perutnya. Tapi kali ini, Nada masih kuat.
Semoga saja besok keadaan tubuhnya membaik dan ia bisa segera bertemu dengan Soobin.
...----------------...
Hari berikutnya, pukul 10.00.
Kamar Soobin begitu hampa tanpa kehadiran Nada. Sejak pagi laki-laki itu hanya bolak balik keluar dengan kursi rodanya saja. Bingung harus melakukan apa.
Pikirannya tidak lepas dari pertanyaan yang makin bertambah banyak tentang Nada.
Saat diceritakan oleh Nakyung kemarin, Soobin jadi risau. Kenapa? dia takut Nada menyukai Taehyun. Soobin takut Nada menyukai laki-laki lain selain dirinya.
Entahlah, perasaan ini muncul begitu saja di benak Soobin. Tapi, Soobin ragu akan hatinya. Bukankah Soobin masih belum lepas dari Jihna? kenapa tiba-tiba Soobin merasa begini pada Nada?
Juga, Soobin ingin tau dimana Taehyun dan Nada pergi. Jika benar Nada adalah pasien disini, maka artinya tidak mungkin Dokter Kang membawa Nada keluar rumah sakit.
Ya, Soobin harus mencari tau dimana Dokter Kang sekarang.
...****************...
[Happy Weekend semuaaa ^^]
Eits, sebelum kalian pergi dari episode ini ke episode berikutnya, mari kenalan dulu sama kakak Nada, Yeonjun. Hehe.
Anak yang keliatan kayak brandal. Brandal Bojong Gede. G becanda. Yok lah leggoo..
Tadaaa brandal bgt kan diaa?? Iya, swag-able gitu 😎 hahaii.. Tapi tetep ganteng dia,
Setuju kan? iya. Gausa protes :))
Satu lagi deh, nih.
🙊 omo
__ADS_1
Byeeee~